Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA). Foto: Perseroan.

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA). Foto: Perseroan.

Jaya Ancol (PJAA) Beberkan soal Pinjaman Rp 905 Miliar dan Formula E

Senin, 3 Januari 2022 | 10:07 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memperoleh total pinjaman sebesar Rp 905 miliar dari Bank DKI. Fasilitas kredit tersebut akan perseroan gunakan sebagai modal kerja dan investasi.

Direktur Pembangunan Jaya Ancol Suparno menjelaskan, total pinjaman sebesar Rp 905 miliar itu terbagi atas dua jenis kredit. Pertama, Kredit Modal Kerja (KMK) sebesar Rp 389 miliar dengan jangka waktu kredit selama setahun dan sudah ditandatangani pada 16 September 2021.

Kedua, Kredit Investasi (KI) sebesar Rp 516 miliar dengan jangka waktu kredit selama sembilan tahun yang dananya perseroan manfaatkan untuk refinancing obligasi berkelanjutan II tahap II seri A yang akan jatuh tempo pada Februari 2022 dan sudah ditandatangani pada 20 Desember 2021.

Baca jugaDPRD Dalami Pemberian Pinjaman Bank DKI ke Pembangunan Jaya Ancol (PJAA)

"Refinancing ini dilakukan perusahaan dalam rangka reprofiling utang jangka pendek menjadi jangka panjang, sehingga akan memperkuat cashflow jangka panjang yang lebih stabil," jelas Suparno dalam keterangan tertulis.

Lebih lanjut, Suparno juga membeberkan pertimbangan perseroan meminjam kepada Bank DKI (pihak afiliasi) dibandingkan pihak ketiga karena perseroan sudah cukup lama menjalin kerja sama dengan Bank DKI. Selain itu, Bank DKI juga menawarkan struktur pinjaman jangka panjang dengan suku bunga yang kompetitif. Pertimbangan lainnya sebagai bentuk kolaborasi dalam bidang pemasaran digital sekaligus sebagai bagian dari sinergi.

Baca juga: Jaya Ancol Angkat Thomas Lembong Jadi Komisaris Utama

Di luar isu pinjaman, Suparno juga membenarkan informasi terkait lahan milik perseroan yang digunakan sebagai area kegiatan Formula E. "Betul, lahan perseroan menjadi lokasi kegiatan, namun penyelenggaraan kegiatan Formula E dilakukan PT Jakarta Propertindo. Perseroan dalam kegiatan tersebut hanya bertindak sebagai pihak yang menyewakan lahan," ungkapnya.

Menurut Suparno, dengan menyewakan lahan sebagai area balap mobil listrik tersebut, perseroan bakal memperoleh pendapatan atas nilai sewa lahan dari PT Jakarta Propertindo. Sementara itu, terkait nilai sewa, KJPP Independen saat ini sedang melakukan perhitungan nilai sewa yang layak dan wajar atas lahan yang digunakan sebagai kegiatan Formula E.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN