Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas batangan. Sumber: BSTV

Emas batangan. Sumber: BSTV

Jelang Stimulus, Emas Tembus $ 2000/Ounce

Rabu, 5 Agustus 2020 | 06:39 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id - Emas melonjak melewati level psikologi $ 2.000/ounce pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Akan segera digelontorkannya stimulus fiskal AS senilai lebih dari $ 1triliun menjadi katalis kenaikan harga emas.

Harga emas spot XAU = naik 2,12% menjadi $ 2,018,54 per ounce. Emas berjangka AS. GCv1 mencapai rekor $ 2034.40 dan menetap 1,7% lebih tinggi pada $ 2.021.

Harga emas terus meroket dan telah melonjak 33% dalam tahun ini. Faktor yang menyebabkan emas terus naik karena ketidakpastian ekonomi, suku bunga yang rendah, dan penggelontoran triliunan stimulus yang membuat dolar sebagai pesaing safe haven terus merosot.

"Reli ini dapat dimengerti mengingat bahwa investor sedang mencari berbagai jenis aset untuk mengurangi risiko sekarang karena imbal hasil pada obligasi pemerintah sangat rendah," kata El-Erian, kepala penasihat ekonomi di Allianz, mengatakan kepada Reuters Global Markets Forum.

Setelah Demokrat dan Gedung Putih hampir menemukan kesepakatan tentang stimulus baru untuk membantu ekonomi yang terkena virus corona, harga emas dan saham di Wall Street berakhir lebih tinggi.

Peningkatan pembelian obligasi melalui pelonggaran kuantitatif The Fed, atau program QE, dan peningkatan jumlah uang beredar pada akhirnya akan menurunkan nilai dolar.

"Semuanya jatuh pada The Fed, itulah yang mendorong kenaikan," kata Lee Ferridge, kepala strategi makro Amerika Utara untuk State Street Global Markets.

Sementara itu, harga minyak juga naik karena prospek lebih banyak stimulus tetapi imbal hasil Treasury jatuh ke level terendah sejak Maret karena permintaan safe-haven dan kekhawatiran tentang biaya bantuan tertinggi.

Minyak mentah berjangka Brent, LCOc1 naik 28 sen menjadi US $ 44,43 per barel. Minyak mentah berjangka AS, CLc1, naik 69 sen menjadi US $ 41,70 per barel.

Faktor Pendorong

Mantan Dirut PT Bursa Efek Jakarta yang sekarang menjadi mentor komunitas Investa, Hasan Zein Mahmud mengatakan, faktor yang membuat harga emas terus melesat adalah:

[1] pertumbuhan ekonomi global yang lemah, bahkan banyak negara mengalami resesi.

[2] banjir stimulus tanpa batas

[3] geopolitik makin panas

[4] para bank sentral menumpuk cadangan emas

[5] ETF yang menggunakan underlying emas, terus beringas

[6] Indeks US Dollar yang terhempas.

Kenaikan harga emas akan membuat saham tambang yang berbasis emas menjadi lirikan. Emiten di BEI yang core business nya terkait emas, antara lain MDKA, PSAB, SQMI, dan BRMS.

Saham ANTM, meskipun sudah nyaris bukan petambang emas, tapi lebih menjadi pedagang emas tetapi masih menjadi lirikan para investor. Selain itu, emiten produsen nikel dan bauksit juga diuntungkan dan harganya ikut terkerek oleh kenaikan harga emas.

 

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN