Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi obligasi. Foto: beritasatu.com

Ilustrasi obligasi. Foto: beritasatu.com

Jelang Tutup Tahun, Tujuh Perusahaan Kompak Terbitkan Obligasi

Gita Rossiana, Rabu, 25 Desember 2019 | 18:25 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, masih ada tujuh perusahaan yang akan menerbitkan obligasi menjelang akhir 2019. Adapun nilai total dari penerbitan obligasi tersebut mencapai Rp 4,47 triliun.

Berdasarkan pipeline BEI pada 20 Desember 2019, tujuh perusahaan yang akan menerbitkan obligasi tersebut berasal dari sektor industri yang berbeda-beda. Perusahaan pertama adalah pengelola restoran bebek Duck King, PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK), yang berniat meluncurkan Obligasi I senilai Rp 375 miliar.

Kemudian, perusahaan pembiayaan, PT Usaha Pembiayaan Reliance Indonesia dengan nilai obligasi Rp 600 miliar. Selanjutnya, perusahaan pertambangan, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2019 senilai Rp 400 miliar.

Selain itu, perusahaan infrastruktur, PT PP Properti Tbk (PPRO) yang akan menerbitkan obligasi dengan nilai terbesar di antara tujuh perusahaan tersebut, yakni sebesar Rp 1,2 triliun. Kemudian, dilanjutkan dengan PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) dengan nilai obligasi Rp 800 miliar.

PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) juga berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2020 senilai Rp 300 miliar dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I senilai Rp 300 miliar. Terakhir adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) dengan nilai obligasi Rp 500 miliar.

Sementara itu, dalam sepekan terakhir, beberapa perusahaan mencatatkan obligasinya di BEI. Pada Kamis, 19 Desember 2019, PT Indonesia Infrastructure Finance mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Indonesia Infrastructure Finance Tahap I Tahun 2019 dengan nilai sebesar Rp 1,5 triliun.

Hasil pemeringkatan untuk obligasi ini adalah AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Bertindak sebagai wali amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mega Tbk (MEGA).

Kemudian, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatatkan dua obligasi sekaligus. Obligasi pertama adalah Obligasi Berkelanjutan III Bank CIMB Niaga Tahap I Tahun 2019 dan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank CIMB Niaga Tahap I Tahun 2019 dengan nilai total Rp 1,9 triliun.

Hasil pemeringkatan dari Pefindo  untuk obligasi berkelanjutan adalah AAA dan hasil pemeringkatan untuk obligasi subordinasi adalah AA. Bertindak sebagai wali amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Permata Tbk (IDX: BNLI).

Selanjutnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) juga mencatatkan obligasi senilai Rp 600 miliar. Obligasi ini memiliki tingkat bunga tetap sebesar 11% per tahun dengan tenor lima tahun.

Terakhir, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Barito Pacific Tahap I Tahun 2019 sebesar Rp 750 miliar. Hasil pemeringkatan dari Pefindo untuk obligasi ini adalah A. Bertindak sebagai wali amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).

Sementara itu, BEI mencatat, sejak awal 2019 hingga 20 Desember 2019, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat mencapai 101 emisi dari 53 emiten dengan nilai Rp 119,81 triliun. Dengan pencatatan ini, maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 432 emisi dengan nilai outstanding sebesar Rp 448,59 Triliun dan US$ 47,5 juta yang diterbitkan oleh 118 emiten.

Obligasi Marak

PT Mandiri Sekuritas memperkirakan, penerbitan obligasi korporasi masih akan marak di tahun 2020. Perbankan dan multifinance masih akan mendominasi penerbitan obligasi tahun depan.

Kepala Riset Fixed Income Mandiri Sekuritas Handy Yunianto menyatakan, penerbitan obligasi tahun depan bisa mencapai di atas Rp 150 triliun dengan  obligasi yang akan jatuh tempo mencapai Rp 100 triliun. Penerbitan obligasi ini lebih banyak didasari oleh kebutuhan refinancing.

Namun, ekspektasi kondisi ekonomi yang membaik juga akan mendorong korporasi melakukan ekspansi dan menerbitkan obligasi.

Handy menyebutkan, hingga November 2019, penerbitan obligasi korporasi mencapai Rp 122 triliun, naik 17% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 104 triliun. Sedangkan nilai outstanding bertumbuh 7% menjadi Rp 472 triliun dibanding periode sama tahun 2018 sebesar Rp 439 triliun.

Dilihat dari sektor industri, sektor perbankan berkontribusi 27% dari total penerbitan obligasi di tahun ini, diikuti oleh lembaga keuangan 21%, multifinance 12%, telekomunikasi 8%, kelistrikan 7%, infrastruktur 9%, minyak bumi,gas dan pertambangan 4% dan sisanya diisi oleh sektor lainnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA