Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Blue Bird Tbk (BIRD). Foto: Perseroan.

PT Blue Bird Tbk (BIRD). Foto: Perseroan.

Jual Saham Blue Bird, Keluarga Djokosoetono Raih Rp 411 Miliar

Gita Rossiana, Minggu, 16 Februari 2020 | 11:00 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Pusaka Citra Djokosoetono selaku pengendali menjual 4,33% saham PT Blue Bird Tbk (BIRD) senilai Rp 411,1 miliar.

Pusaka Citra Djokosoetono melepas sebanyak 108,2 juta saham Blue Bird pada harga Rp 3.800 per saham. Transaksi terjadi pada 13 Februari 2020. Pada saat jual beli, harga saham Blue Bird di pasar sebesar Rp 2.490. Dengan demikian, harga jual saham operator taksi terbesar di Indonesia milik keluarga Djokosoetono itu premium 52%.

Direktur Pusaka Citra Djokosoetono Jusuf Salman menjelaskan, sebelum transaksi, pihaknya memiliki 896,8 juta saham Blue Bird atau sekitar 35,84%. Namun, setelah transaksi, kepemilikan sahamnya di Blue Bird menjadi 788,59 juta saham atau 31,51%. "Transaksi untuk tujuan bisnis," jelas Jusuf dalam keterangan resmi.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan mengenai pembeli saham tersebut. Sebelumnya, beredar kabar bahwa perusahaan ride-sharing berstatus Decacorn, Gojek, berminat membeli 5% saham Blue Bird. Aksi itu bisa memperkuat kerja sama antar kedua pihak yang selama ini terjalin dari sisi operasional.

Laporan Bloomberg menyebutkan, Gojek berniat membayar 5% saham Blue Bird senilai US$ 30 juta, yang bisa membuat valuasi salah satu perusahaan transportasi terbesar itu terdongkrak menjadi US$ 600 juta.

Namun, saat dikonfirmasi soal isu tersebut, Head of Corporate Planning & Investor Relations Blue Bird Group Michael Tene tidak merespons. Sebelumnya, Michael sempat berujar bahwa sejauh ini kolaborasi perseroan dengan Gojek sebatas kerja sama operasi, dimana taksi Blue Bird dapat dipesan melalui aplikasi Gojek.

Dalam pengembangan usaha dan ekspansi, Blue Bird berkolaborasi dengan Gojek dari aspek teknologi, sistem pembayaran, hingga promosi sejak 2016. Bentuk kongkret kerja sama keduanya hadir dalam aplikasi Go-Bluebird.

Sementara itu, hingga kuartal III-2019, Blue Bird mencatatkan laba bersih senilai Rp 229,33 miliar, lebih rendah dibandingkan periode sama tahun sebelumnya senilai Rp 334,66 miliar. Penurunan laba bersih itu sejalan dengan menyusutnya pendapatan perusahaan. Sepanjang Januari-September 2019, Blue Bird mengantongi pendapatan senilai Rp 2,96 triliun atau turun 4,51% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang senilai Rp 3,1 triliun.

Di sisi lain, beban langsung perseroan menipis 4,44% menjadi Rp 2,15 triliun pada kuartal III-2019 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 2,25 triliun. Selain itu, perseroan mencatatkan laba kotor senilai Rp 810,63 miliar dari sebelumnya Rp 850,11 miliar.

Adapun dalam pengembangan ekosistem pelayanannya, Blue Bird juga tercatat bekerjasama dengan sejumlah pihak. Semisal, baru-baru ini, perseroan menggandeng aplikasi dompet digital, Dana, untuk pembayaran armadanya melalui aplikasi My Blue Bird. 

Blue Bird juga menggandeng HMD Global dalam penyediaan perangkat smartphone Nokia bagi para pengemudi taksi Blue Bird. Kedua pihak berkomitmen untuk mengeksplorasi peluang di masa mendatang melalui kolaborasi untuk mendukung perseroan dalam mempercepat transformasi digital mereka.

Mengenai prospek saham Blue Bird, analis PT Phillip Sekuritas Indonesia Anugerah Zamzami menilai cukup menarik untuk dikoleksi. Dia merekomendasikan buy untuk saham Blue Bird dengan target harga Rp 2.600. Pada penutupan perdagangan Jumat (14/2), saham perseroan berkode BIRD ditutup melemah 3,21% ke level Rp 2.410.

"Sentimen yang mempengaruhinya karena Blue Bird memiliki fleet yang banyak dan market leader di taksi konvensional," ujar dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN