Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peternakan ayam Charoen Pokphand. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Peternakan ayam Charoen Pokphand. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Jualan Moncer, Laba Charoen Pockphand Indonesia Melesat 73,62%.

Minggu, 22 Agustus 2021 | 11:03 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mencatatkan lonjakan laba bersih sepanjang 73,62% menjadi Rp 2,83 triliun dari Rp 1,63 triliun pada periode yang sama di tahun 2020. Meningkatnya penjualan ayam pedaging menjadi pendorong utama pertumbuhan.

Dalam laporan keuangan yang dikutip oleh Investor Daily terungkap, bahwa lonjakan untung yang diperoleh perseroan ditopang oleh hampir semua segmen. Kontribusi paling besar disumbang oleh segmen penjualan segmen ayam pedaging yang naik signifikan yakni 55,13% menjadi Rp 12,86 triliun, dari sebelumnya hanya menyumbang Rp 8,29 triliun.

Segmen lainnya, seperti penjualan pakan 4.05% menjadi Rp 7,19 triliun dari Rp 6,91 triliun, lalu jualan anak ayam usia sehari juga naik 99,87% menjadi Rp 1,27 triliun dari sebelumnya hanya berhasil menjual Rp 974,71 juta. Pun, segmen ayam olahan menyumbang Rp 3,37 triliun, naik 18,66%.

Secara geografis, pulau Jawa menjadi pelanggan terbesar dengan sumbangsih Rp 15,62 triliun, kedua diisi oleh pulau Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan, Bali, masing-masing menyumbang Rp 6,63 triliun, Rp 2,83 triliun dan 1,27 triliun. Total penjualan ekspor juga bertumbuh menjadi Rp 26,77 triliun dari Rp 20,49 triliun di akhir Juni 2020. Dengan demikian, total penjualan yang diperoleh Charoen Pokphand Indonesia pada semester pertama 2021 berjumlah Rp 25,46 triliun, realisasi ini meningkat 28,78% dari Rp 19,77 triliun di akhir Juni 2020.

Beban pokok juga turut menguat yakni sebanyak Rp 20,19 triliun dari Rp 16,15 triliun. Adapun, laba bruto yang diperoleh perseroan sebanyak Rp 5,27 triliun. Bertumbuhnya laba dan penjualan ini terjadi di tengah meningkatnya sejumlah beban seperti kerugian. Salah satunya perubahan nilai aset sebanyak Rp 8,68 miliar, kemudian beban penjualan dan umum administrasi masing-masing menguat 27,20% dan 12,62%.

Sementara itu, hingga akhir Juni 2020, total aset tercatat sebanyak Rp 34,67 triliun yang terdiri dari Rp 16,47 triliun dan aset tidak lancar Rp 18,19 triliun. Sedangkan, total liabilitas berjumlah Rp 8,50 triliun.

Untuk diketahui, raihan positif ini sejalan dengan proyeksi dari Analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano mengatakan, berlanjutnya program culling (pemusnahan) untuk memangkas kelebihan pasokan ayam di pasaran dan penurunan harga pembelian jagung akan menjadi pendongkrak kinerja keuangan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) tahun ini. Laba bersih perseroan diyakini lebih baik dibandingkan perkiraan semula.

Beberapa faktor utamanya yakni harga jual ayam kembali normal setelah Lebaran. Seperti diketahui, kenaikan harga jual ayam selama Lebaran berdampak positif bagi Charoen Pokphand dengan kenaikan margin keuntungan di tengah penurunan bisnis pakan ternak ayam.

“Namun, memasuki semester II tahun ini, harga jual ayam diperkirakan cenderung normal. Sebaliknya, bisnis pakan ternak cenderung membaik karena didukung oleh penurunan harga pembelian bahan baku jagung, seiring dengan peningkatan produksi dan musim panen,” tulis Victor dalam risetnya.

Mengenai PPKM Darurat yang diterapkan pemerintah, dia menyatakan bahwa itu tidak akan berdampak besar terhadap pasar penjualan ayam pedaging.

Sebab itu, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham CPIN dengan target harga Rp 7.800.Target harga tersebut merefleksikanharga jual ayam yang cenderung stabil dan kapasitas perseroan yang kuat, meski pandemi Covid-19.

Victor memperkirakan peningkatan laba bersih Charoen Pokphand menjadi Rp 4,59 triliun tahun ini dibanding realisasi tahun lalu Rp 3,84 triliun. Pendapatan perseroan juga diharapkan meningkat menjadi Rp 49,7 triliun pada 2021 dibanding raihan tahun lalu Rp 42,51 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN