Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kalbe Farma. Foto ilustrasi: dok B1

Kalbe Farma. Foto ilustrasi: dok B1

Juli, Kalbe Siap Luncurkan Obat Herbal Covid-19

Jumat, 12 Juni 2020 | 11:26 WIB
Thereis Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) ikut mengirimkan dua produk obat herbal biodiversitas Indonesia untuk uji klinik sebagai produk imunomodulator penanganan pasien Covid-19.

Direktur Kalbe Farma Sie Djohan mengatakan, dua produk yang akan mengikuti uji klinik ini, yaitu produk berbahan dasar cordyceps militaris dan kombinasi ekstrak jahe merah, meniran, sambiloto, dan sembung. “Kalbe berkomitmen mendukung pemerintah melalui produk herbal dalam mengatasi dan menanggulangi Covid-19, salah satunya melalui inovasi dan penelitian obat herbal sebagai imunomodulator dalam penanganan pasien Covid-19,” kata dia.

Uji klinik tersebut, menurut dia, merupakan kerja sama antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kalbe Farma, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI). LIPI sebagai koordinator uji klinik obat herbal Indonesia juga bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melaksanakan uji klinik di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.

Pelaksanaan uji klinik dimulai sejak 8 Juni 2020 dan didukung oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Puskes TNI, dan Litbangkes Kemenkes. Sesuai rencana, uji klinik akan selesai pada Agustus 2020.

Menurut Djohan, Kalbe telah memiliki produk berbasis bahan baku jamur cordyceps militaris. Proses kultur jaringan, ekstraksi, sampai dengan pembuatan produk berbasis jamur cordyceps militaris dilakukan di Indonesia. Selama ini, jamur cordyceps dipercaya dapat menjaga sistem kekebalan tubuh dan mengobati gangguan pernapasan.

Sebagai tanaman obat tradisional, lanjut Djohan, cordyceps mengandung banyak nutrisi, seperti protein, asam amino esensial, peptida, vitamin (B1, B2, B12, E, dan K), asam lemak, mineral, serta zat aktif cordycepin dan adenosine. Sedangkan produk lain yang digunakan dalam uji klinik adalah produk yang berasal dari kombinasi herbal, yang berbahan dasar ekstrak jahe merah, meniran, sambiloto, dan sembung.

“Bahan herbal alami Indonesia telah dipercaya dapat menjaga daya tahan tubuh. Produk dengan kombinasi herbal ini akan diluncurkan ke konsumen bulan Juli 2020,” ujarnya.

Djohan menambahkan, pihaknya telah melakukan kajian literatur terhadap produk herbal unggulan yang memiliki efektifitas, keamanan, dan memiliki nilai konten lokal serta ketersediaan bahan baku. “Harapan kami produk herbal ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam membantu memperkuat imunitas tubuh dan bermanfaat untuk dapat tetap produktif saat new normal ini,” ujar dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN