Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kereta cepat model CR400AF. Foto: PT KCIC

Kereta cepat model CR400AF. Foto: PT KCIC

KAI Dapat PMN Rp 4,3 T, Jadi Berapa Saham WIKA dan JSMR di Proyek Kereta Cepat?

Rabu, 12 Januari 2022 | 11:10 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah resmi memperoleh kucuran penyertaan modal negara (PMN) untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung senilai Rp 4,3 triliun pada penghujung tahun 2021. Dana tersebut akan digunakan untuk pemenuhan base equity konsorsium BUMN Indonesia pada proyek kereta cepat, yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

Base equity itu perlu dipenuhi agar dana dari China Development Bank (CDB) dapat dicairkan sehingga pembangunan proyek kereta cepat tetap dapat dilakukan.

Baca juga: Sinergi PTPN, Pelindo dan KAI Optimalkan Terminal Multipurpose Kuala Tanjung dan KEK Sei Mangkei

Sebagaimana diketahui, PSBI bersama konsorsium badan usaha Tiongkok membentuk perusahaan patungan, yaitu PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang menjadi pelaksana pembangunan dan penyelenggaraan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Porsi saham PSBI di KCIC mayoritas sebanyak 60%, sedangkan sisanya konsorsium dari Tiongkok 40%.

Dalam PSBI, selain PT KAI, ada pula PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN),

Sebelumnya, Wijaya Karya menjadi pemimpin konsorsium BUMN pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan menguasai 38% saham, lalu KAI dan PTPN masing-masing 25%, serta Jasa Marga 12%.

Akan tetapi, sesuai Peraturan Presiden (Perpres) No. 93 Tahun 2021, KAI kini dipercaya menjadi pimpinan konsorsium BUMN proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Peraturan itu juga menetapkan bahwa pemerintah dapat memberikan PMN kepada pimpinan konsorsium BUMN.

Dengan beralihnya posisi pimpinan konsorsium BUMN ini kepada KAI dari WIKA, tentu akan berdampak pada persentase kepemilikan saham masing-masing BUMN di PSBI. Termasuk, pada persentase saham yang dimiliki WIKA dan JSMR.

Baca juga: Ada PTPP, WSKT, WIKA!  Konsorsium Jasa Marga (JSMR) Resmi Terima Surat Menang Lelang Tol Gedebage-Tasik-Cilacap

Saat dikonfirmasi, Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengatakan, porsi saham masing-masing BUMN pada konsorsium nasional penggarap proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung masih dalam perhitungan dan belum final.

“(Besaran saham KAI, WIKA, JSMR, dan PTPN di PSBI) masih dalam perhitungan,” ungkap Didiek kepada Investor Daily, Rabu (12/1).

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung per 28 Desember 2021 progresnya telah mencapai 79,65% dan ditargetkan dapat beroperasi pada Desember 2022

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN