Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Kalbe Farma Tbk. Foto: Perseroan.

PT Kalbe Farma Tbk. Foto: Perseroan.

Kalbe bakal Jual Obat ke Eropa

Rabu, 9 September 2020 | 10:11 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencari mitra strategis untuk melancarkan ekspansi distribusi obat dan produk kesehatan di pasar Eropa pada tahun depan. Aksi ini berpeluang menambah kontribusi penjualan ekspor perseroan yang selama ini didominasi pasar Asia dan Afrika.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan, pihaknya tengah mematangkan rencana ekspansi ke Eropa, termasuk mencari informasi perihal negara-negara potensial untuk dirambah. Sementara potensi produk perseroan yang dijual untuk pasar Eropa bervariasi, mulai dari obat biologi hingga suplemen kesehatan.

“Kami mencari mitra untuk kerjasama marketing dan distribusi. Saat ini, tahapannya masih rencana, belum ada pembahasan yang konkrit,” jelas dia kepada Investor Daily.

Vidjongtius menjelaskan, selama ini tantangan merambah pasar Eropa adalah penyesuaian kualitas produk yang harus mengikuti standar tertentu dari otoritas Eropa. Selain itu, terdapat pula faktor dinamika kompetisi pasar. Namun, pihaknya menilai, penjualan ke Eropa dapat memberikan marjin yang lebih baik secara jangka panjang.

Ekspansi ke Eropa dinilai dapat mengembangkan strategi sebagai perusahaan multinasional. Sebagai informasi, sejauh ini perseroan mengelola aktivitas usaha di luar negeri melalui Kalbe International Pte Ltd yang berkantor pusat di Singapura.

Divisi usaha internasional telah menjangkau negara-negara Asean, termasuk Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan Thailand. Di luar itu, perseroan juga merambah pasar Sri Langka, Tiongkok, Timur Tengah, Nigeria dan Afrika Selatan.

Tahun lalu, Kalbe International berhasil membangun fasilitas pabrik pertama di Myanmar guna meningkatkan daya saing di negara tersebut. Sementara di Afrika, produk-produk perseroan yang dinilai meraih penerimaan pasar yang positif antara lain mixagrip, procold, extra joss, dan woods. Sedangkan di Uni Emirat Arab, Kalbe mengandalkan penjualan minuman hydro coco.

Hingga Juni 2020, penjualan bersih ekspor Kalbe mencapai Rp 584,60 miliar, atau naik 3,3% dibanding periode sama tahun lalu Rp 565,70 miliar. Penjualan obat resep ekspor berkontribusi Rp 244,46 miliar, produk kesehatan Rp 239,96 miliar, produk nutrisi Rp 99,93 miliar, dan pendapatan distribusi serta logistik menyumbang Rp 240 juta.

Sebelumnya, Vidjongtius mengatakan, perseroan selalu berupaya meningkatkan anggaran penelitian dan pengembangan (research and development/R&D). Hal bercermin terhadap strategi perusahaan-perusahaan farmasi kelas multinasional yang bisa mengalokasikan 5%-7% dari penjualan untk R&D. Adapun anggaran R&D Kalbe sekitar Rp 250-300 miliar selama setahun.

Kerja sama Kalbe secara internasional juga terefleksikan dari kolaborasi dengan perusahaan asal Korea Selatan, Genexine Inc. Kolaborasi dua perusahaan yang menyita perhatian adalah, uji klinis vaksin Covid-19.   

Saat ini uji klinis fase 1 vaksin berjalan di Korea Selatan. Kemudian, uji klinis fase dua dijadwalkan pada Oktober atau November yang diperkirakan memakan waktu selama enam bulan. Uji klinis dilakukan dengan koordinasi bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Jika berjalan sesuai rencana, hasil akhir produk vaksin bisa tersedia pertengahan 2021.

Manajemen memetakan tiga skenario untuk memproduksi awal vaksin Covid-19. Semisal, produksi skala kecil sebanyak 1-3 juta dosis vaksin, produksi skala menengah berkisar 10 juta dosis, dan skala besar berkisar di atas 25 juta dosis. Produksi skala besar diperkirakan bisa menelan investasi minimal Rp 500 miliar.

Investasi dibutuhkan untuk mendatangkan mesin-mesin impor. Selain itu, nilai investasi juga tergantung dari seberapa cepat vaksin tersebut diharapkan tersedia di pasar.

Vaksin merupakan bisnis baru bagi Kalbe, sehingga vaksin Covid-19 akan menjadi portofolio pertama perseroan. Sebelum pandemi, Kalbe hanya fokus pada empat pilar usaha, yakni divisi obat resep, produk kesehatan, nutrisi, dan distribusi serta logistik. Startegi jangka panjang perseroan adalah banyak mengembangkan produk-produk herbal dari bahan-bahan alami dalam negeri.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN