Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Kalbe Farma Tbk. Foto: Perseroan.

PT Kalbe Farma Tbk. Foto: Perseroan.

Kalbe dan Genexine Jalin Perjanjian Lisensi US$ 1,1 Miliar

Kamis, 18 Februari 2021 | 18:02 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) melalui anak usahanya, PT Kalbe Genexine Biologics (KGBio), menandatangani perjanjian lisensi dengan Genexine Korea Selatan untuk mengembangkan dan komersialisasi obat imuno-onkologi GX-I7 atau Efineptakin Alpha. Perjanjian lisensi ini mencapai US$ 1,1 miliar.

Nilai keseluruhan lisensi tersebut termasuk upfront payment US$ 27 juta, uji klinik, registrasi, komersialisasi serta royalti sebesar 10% terhadap pendapatan penjualan. Lisensi akan dibayarkan bertahap sesuai milestone, setelah produk mencapai penjualan yang ditargetkan.

Adapun lisensi pengembangan dan komersialisasi obat ini meliputi wilayah Timur Tengah, Oceania, India, Afrika dan seluruh Asia kecuali Tiongkok, Jepang dan Korea.

Presiden Direktur Kalbe Genexine Biologics Sie Djohan mengatakan, Efineptakin Alpha merupakan long-acting interleukin-7 yang menggunakan platform teknologi hyFc Genexine. Kesepakatan lisensi obat GX-I7 antara KGBio dan Genexine merupakan kesepakatan yang sangat strategis dan penting bagi KGBio untuk membangun portofolio produk.

“Kesepakatan ini bisa membuat perseroan menyediakan produk therapeutic yang inovatif untuk 655 juta populasi di Asia Tenggara melalui jaringan penjualan dan pemasaran Kalbe dan terus dikembangkan di wilayah India, Oceania dan Timur Tengah,” kata Sie Djohan dalam keterangan resmi, Kamis (18/2).

Melalui lisensi ini, lanjut dia, akan terbangun kolaborasi antara KGBio dengan banyak mitra global. Alhasil, KGBio bisa berkembang ke level berikutnya, untuk menjadi perusahaan bioteknologi terkemuka di Asia Tenggara.

Sementara itu, CEO Genexine Dr Sung mengatakan, kesepakatan lisensi dengan KGBio telah membuktikan produk GX-I7 memiliki nilai yang tinggi. Pihaknya akan terus berkolaborasi secara aktif dengan mitra global untuk membuktikan obat GX-I7 diakui sebagai obat imuno-onkologi yang inovatif.

“Selain uji klinik GX-I7 yang dilakukan sebagai obat imuno-onkologi, KGBio juga sedang melakukan uji klinik fase-2 untuk obat Covid-19 di Indonesia, dengan harapan mengurangi resiko pasien Covid-19 ke kondisi yang lebih parah,” jelas dia.

Seperti diketahui, KGBio telah mendapat persetujuan pelaksanan uji klinik dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM). GX-I7 adalah satu-satunya long-acting interleukin-7 dalam pengembangan di dunia yang dapat meningkatkan jumlah limfosit absolut. Peningkatan jumlah limfosit oleh GX-I7 inilah yang dapat mencegah perburukan kondisi pasien Covid-19 mild atau asimtomatik. Contohnya, pada populasi rentan seperti orang tua dengan mengaktivasi T-cells dan sistem imun pada tahap awal infeksi Covid-19.

Sesuai rencana, KGBio juga berniat melakukan kombinasi uji klinik GX-I7 dengan anti-PD1 HLX10 untuk meningkatkan dan memperluas nilai dari keseluruhan pipeline.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN