Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kalbe Farma. Foto ilustrasi: dok B1

Kalbe Farma. Foto ilustrasi: dok B1

Kalbe Farma Bidik Pertumbuhan Penjualan Hingga 9%

Thereis Kalla, Jumat, 24 Januari 2020 | 22:37 WIB

JAKARTA, investor.id  – PT Kalbe Farma Tbk mengincar pertumbuhan penjualan di kisaran 7%-9% pada tahun ini. Untuk merealisasikan target tersebut perseroan berencana akan mengeluarkan beberapa produk baru untuk mendorong kinerjanya.

“Direncanakan, sales tahun ini tumbuh sekitar 7%-9%. Sedangkan, laba tergantung kepada stabilitas rupiah,” ujar President Direktur Kalbe Farma Vidjongtius kepada Investor Daily, Jumat (24/1).

Vidjongtius menambahkan, untuk memuluskan kinerja perseroan di tahun ini, perseroan akan memperluas jaringan distribusi, dan memperkuat sumber daya manusia (SDM) dalam menunjang operasional perusahaan. Selain itu, perseroan juga akan memanfaatkan aplikasi online untuk mewujudkan marketing yang efektif.

Perseroan menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/ capex) sebesar Rp 1 triliun untuk tahun kerja 2020.

“Capex tahun ini, disiapkan sekitar Rp 1 triliun untuk menyelesaikan beberapa pabrik yang sedang dibangun di Cikarang. Sumber dananya berasal dari kas internal,” ujar Vidjongtius.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius.
Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius.

Di sisi lain, Kalbe juga akan mengeluarkan beberapa produk barunya di tahun ini. “Rencana produk baru selalu ada setiap tahun, sekitar lima sampai sepuluh new items,” tutur Vidjongtius.

Hingga kuartal III 2019, perseroan membukukan penjualan neto sebesar Rp 16,82 triliun naik 7,3% dibanding periode sama tahun 2018 sebesar Rp 15,67 triliun. Sedangkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk naik 6,11% menjadi Rp 1,91 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 1,80 triliun per September 2018.

Menurut Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kalbe Bernadus Karmin Winata, pertumbuhan positif perseroan disebabkan kebijakan perseroan dalam menerapkan kenaikan harga pada produknya.

“Di tengah kondisi yang menantang, Perseroan mampu membukukan pertumbuhan positif, dengan menerapkan kenaikan harga sebesar 3 - 5% secara selektif pada produk nutrisi,” katanya.

Adapun saat ini, perseroan melalui anak usahanya PT Kalbe Genexine Biologics tengah mengembangkan obat bioteknologi paten Efepeotin alfa (EPO-HyFc), yaitu obat yang digunakan untuk terapi anemia pasien ginjal kronis. Pengembangan obat Efepeotin alfa kini telah memasuki fase tiga untuk menguji apakah obat telah memiliki efektivitas dan aman untuk digunakan. Sebelumnya uji klinis Efepeotin alfa telah melewati fase satu dan dua dengan hasil yang telah diakui secara internasional.

Salah satu kegiatan di pabrik Kalbe Farma. Foto: IST
Salah satu kegiatan di pabrik Kalbe Farma. Foto: IST

Presiden Komisaris Kalbe Farma Irawati Setiady mengungkapkan, penelitian obat baru tersebut diharapkan dapat menginisiasi penelitian-penelitian lainnya. “Kalbe berharap penelitian ini dapat menginisiasi lebih banyak lagi penelitian untuk obat baru yang memberikan kontribusi bagi peningkatan kesehatan di masyarakat Indonesia,” katanya.

Seperti diketahui, perseroan menjalin kerja sama dengan perusahaan obat biologi asal Korea Selatan, Genexine Inc dalam mengembangkan dan membuat bahan baku obat-obatan bioteknologi. Keduanya pun bersama -sama mendirikan PT Kalbe Genexine Biologics.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA