Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kalbe Farma. Foto ilustrasi: dok B1

Kalbe Farma. Foto ilustrasi: dok B1

Kalbe Farma dalam Pusaran Kurs Rupiah

Parluhutan Situmorang, Rabu, 8 April 2020 | 08:03 WIB

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditambah kemungkinan terganggunya suplai bahan baku akan menekan tingkat pertumbuhan keuntungan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) tahun ini. Sedangkan pertumbuhan penjualan diperkirakan tetap stabil di tengah pandemi virus Korona (Covid-19).

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mimi Halimin memperkirakan, Kalbe Farma tetap membukukan pertumbuhan penjualan, meskipun dilanda ketidakpastian akibat pandemi Covid-19. “Meski demikian, kami memproyeksikan tingkat pertumbuhan laba yang lebih konservatif akibat pelemahan nilai tukar rupiah yang signifikan, karena berimbas terhadap keuntungan masingmasing divisi perseroan,” tulis dia dalam risetnya, baru-baru ini.

Salah satu kegiatan di pabrik Kalbe Farma. Foto: IST
Salah satu kegiatan di pabrik Kalbe Farma. Foto: IST

Mimi mengungkapkan, penjualan divisi obat resep Kalbe Farma diperkirakan hanya tumbuh sekitar 7% tahun ini. Margin kotor bisnis ini diperkirakan turun menjadi 52% dibandingkan pencapaian 2019 sekitar 53,3%. Divisi ini berkontribusi sebesar 22,8% terhadap total penjualan perseroan sepanjang tahun lalu.

Kinerja divisi consumer health, menurut dia, diperkirakan pulih tahun ini dengan pertumbuhan mencapai 5%. Pertumbuhan didukung peningkatan penjualan di pasar bebas. Sebagaimana diketahui, penjualan divisi ini menyumbang sebesar 15,3% terhadap total penjualan Kalbe Farma tahun lalu. Divisi nutrisi juga diperkirakan membuahkanhasil lebih baik dengan target kenaikan penjualan mencapai 8% tahun ini. Gross profit margin divisi ini diharapkan mencapai 54% tahun ini.

Divisi nutrisi berkontribusi sebesar 39,3% terhadap total penjualan perseroan. Begitu juga dengan divisi logistik dan distribusi, ungkap Mimi, diproyeksikan mengalami pertumbuhan penjualan sebesar 7% tahun ini. Divisi ini menangani pendistribusian dan logistik produk Grup Kalbe, prinsipal, perdagangan bahan baku, dan alat-alat kesehatan. Divisi ini berkontribusi sebesar 32,6% terhadap total pendapatan perseroan tahun lalu.

Meski demikian, Mimi memangkas target pendapatan dan laba bersih Kalbe Farma tahun ini. Penjualan perseroan diperkirakan hanya tumbuh 7% menjadi Rp 24,2 triliun atau setara dengan perkiraan manajemen perseroan yang mencapai 6-8% tahun ini.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius.
Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius.

Sedangkan laba bersih perseroan tahun ini direvisi turun hanya naik 0,2% atau cenderung mendatar menjadi Rp 2,5 triliun. Rendahnya pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh perkiraan merosotnya margin keuntungan perseroan, seiring berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

Sebab itu, Mimi memangkas turun target harga saham KLBF dari Rp 1.460 menjadi Rp 1.380, dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target baru tersebut mengimplikasikan perkiraan PE tahun ini sekitar 25,8 kali. Target ini telah mempertimbangkan kebijakan pemerintah terkait program jaringan kesehatan nasional dan perubahan nilai tukar rupiah. Sementara itu, Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa manajemen Kalbe Farma masih mengkaji lebih jauh dampak pandemi Covid-19 terhadap perseroan, khususnya suplai material bahan baku produksi obat.

Sedangkan langkah yang diterapkan perseroan untuk memitigasi kejadian tersebut dengan mengamankan pasokan bahan baku dengan memanfaatkan dua vendor.

“Berdasarkan perkiraan kami, wabah tersebut kemungkinan baru berakhir Juni 2020 dan berpotensi mengakibatkan ketidaktersediaan sejumlah bahan baku. Manajemen Kalbe juga telah menyebutkan kemungkinan kehilangan pendapatan berkisar Rp 100-200 miliar tahun ini,” ungkap analis Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto dalam riset.

Meski dipengaruhi sentimen negatif pandemi Korona, Kalbe Farma tetap optimistis terhadap pertumbuhan pendapatan sebesar 6-8% dan laba bersih mencapai 5-6% tahun ini.

Perseroan juga bakal didukung sentimen positif oleh peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat setelah wabah, yang bisa berimplikasi positif terhadap penjualan perseroan ke depan. Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham KLBF dengan target harga Rp 1.800.

Sebelumnya, Direktur Utama Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan, Kalbe Farma akan menambah stok bahan baku untuk mengantisipasi dampak pandemi Covid-19 terhadap kinerja perseroan. Perseroan akan membeli bahan baku dari Tiongkok, India, Jepang, dan Eropa agar stok bahan bakunya tetap terjaga.

“Kami sekarang sedang menginventarisir dampak, seperti bahan baku apa yang perlu ditambah persediaannya. Jika seandainya wabah ini berkepanjangan, kita punya stok. Sebab kita tidak tahu pasti kapan selesainya wabah ini. Tapi kami berharap jangka pendek,” ujarnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN