Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Botol kecil berstiker tulisan vaksin dan jarum suntik medis. ( Foto ilustrasi: REUTERS / Dado Ruvic )

Botol kecil berstiker tulisan vaksin dan jarum suntik medis. ( Foto ilustrasi: REUTERS / Dado Ruvic )

Kalbe Farma Diuntungkan Produksi Vaksin Covid-19

Rabu, 12 Agustus 2020 | 12:58 WIB
Parluhutan Situmorang


JAKARTA, Investor.id – CIMB Sekuritas menyebutkan dalam risetnye di Jakarta, belum lama ini, bahwa sebanyak lima dari 160 perusahaan farmasi dan institusi global telah memasuki fase uji coba vaksin-19. Bahkan, satu dari lima perusahaan tersebut menargetkan vaksin bisa diluncurkan pada September 2020.

Kelima perusahaan tersebut adalah Sinovac dari Tiongkok dengan target produksi kuartal I-2021, AstraZeneca dari Inggris dengan target produksi September 2020, Moderna dari Amerika Serikat dengan target peluncuran awal 2021, BioNtech and Pfizer dari Jerman dan AS dengan target peluncuran akhir 2020, dan Sinopham target peluncuran akhir 2020.

Analis Patricia Gabrela mengatakan, kelima perusahaan global tersebut memiliki kapasitas produksi mencapai 4,5-5 miliar dosis tahun 2021. Angka tersebut masih jauh dari kebutuhan vaksin dunia mencapai 10,4 juta dosis tahun depan. “Kapasitas produksi vaksin kelima perusahaan tersebut hanya mencapai 43-48% dari total kebutuhan global tahun depan,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Bagaimana dengan Indonesia, dia mengatakan, tergolong kompleks dengan populasi mencapai 270 juta jiwa, kapasitas produksi vaksin masih tergolong rendah. Namun demikian, dua perusahaan farmasi Tanah Air telah bekerja sama dengan beberapa produsen vaksin dunia untuk pengembangan di Indonesia, seperti Sinovac menggandenga Biofarma dan Genexine bekerja sama dengan Kalbe Farma. Biofarma juga bekerja sama dengan Badan riset dan inovasi nasional untuk pengembangan vaksin yang ditargetkan pada kuartal II-III tahun 2021.

Selain Biofarma, dia mengatakan, Kalbe Farma menjadi satu-satunya perusahaan swasta yang akan mendapatkan manfaatkan dari kerja sama pengembangan vaksin Covid-19 tersebut. “Kami memperkirakan pemerintah akan melibatkan perusahaan swasta produksi massa vaksin tersebut tahun depan dengan kebutuhan mencapai 360 jut dosis, sehingga hal ini menjadai peluang bagi perusahaan swasta di luar Biofarma dengan target mencapai 250 juta dosis. Kalbe Farma merupakan perusahaan farmasi swasta yang paling berpeluang menjadi rekan pemerintah untuk memproduksi vaksin tersebut,” terangnya.

Peluang besar dari pengembangan vaksin Covid-19 tersebut mendorong CIMB Sekuritas untuk menargetkan kinerja keuangan perseroan akan melonjak tahun depan dengan perkiraan pertumbuhan mencapai 16-58%, sehingga saham KLBF direkomendasikan add dengan target harga Rp 2.000.

 

 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN