Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Kalbe Farma Tbk. Foto: Perseroan.

PT Kalbe Farma Tbk. Foto: Perseroan.

Kalbe Farma Kuasai 76,17% Saham Kalbe Genexine Biologics

Jumat, 22 Januari 2021 | 17:21 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id -  PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) meningkatkan kepemilikan saham pada PT Kalbe Genexine Biologics menjadi 76,17% dari sebelumnya 60%. Sisanya 23,83% saham dimiliki oleh Genexine Inc (Korea Selatan). Adapun nilai transaksi dari penambahan saham tersebut mencapai Rp 550,72 miliar. Ini merupakan bagian dari restrukturisasi bisnis Kalbe Farma.

Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma Lukito Kurniawan Gozali menjelaskan, akuisisi saham Kalbe Genexine Biologics dilakukan dengan memasukkan aset (inbreng) saham Innogene Kalbiotech Pte Ltd senilai Rp 138,09 miliar. Selain itu, akuisisi dilakukan dengan inbreng saham PT Kalbio Global Medika sebesar Rp 412,63 miliar. "Transaksi ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional perseroan," ujar Lukito dalam keterangan tertulis, Jumat (22/1).

Sementara itu, berdasarkan prospektus yang disampaikan perseroan, akuisisi ini bagian dari restrukturisasi bisnis biofarma yang ada di Kalbe Farma. Dengan konsolidasi ini, Kalbe Farma bisa menciptakan sinergi usaha yang lebih baik, sekaligus mempersiapkan pengembangan pada masa mendatang.

Restrukturisasi bisnis tersebut menjadikan Innogene Kalbiotech dan Kalbio Global Medika menjadi anak usaha Kalbe Genexine. Sebelumnya, Kalbiotech dan Kalbio Global Medika langsung berada di bawah Kalbe Farma.

Sebelumnya, Kalbe Farma melalui Kalbe Genexine Biologics telah mendapat persetujuan pelaksanan uji klinik (PPUK) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Persetujuan ini diperoleh untuk melaksanakan uji klinik fase kedua obat GX-17. Obat ini adalah obat immunotherapeutic yang akan dikembangkan sebagai pengobatan pasien Covid-19.

Persetujuan ini dikeluarkan berdasarkan data keamanan dan efektivitas dari studi sebelumnya yang telah dilakukan oleh Genexine bersama IMAB di Korea Selatan. "GX-17 adalah satu-satunya obat long-acting interleukin-7 dalam pengembangan di dunia yang dapat meningkatkan jumlah limfosit absolut," kata Direktur Kalbe Farma Sie Djohan.

Menurut Djohan, peningkatan jumlah limfosit inilah yang dapat mencegah perburukan kondisi pasien Covid-19 mild atau asymptomatic. Hal ini terutama pada populasi rentan seperti orang tua dengan mengaktivasi T-cells dan sistem imun pada tahap awal infeksi Covid-19. “Kami berharap pengembangan GX-17 ini dapat membantu melindungi masyarakat khususnya para lanjut usia yang rentan terhadap efek Covid-19," kata dia.

Lebih lanjut Djohan menyatakan, apabila studi ini berhasil, GX-17 bisa menyelamatkan banyak orang dan juga bisa mengurangi beban sistem kesehatan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Uji klinik fase dua ini akan merekrut 210 subjek penderita mild dan asymptomatic Covid-19 dengan usia di atas 50 tahun untuk menganalisa keamanan dan kefektifan GX-17 dibanding dengan placebo.

Lebih lanjut, GX-17 akan diberikan sebagai injeksi tunggal bersama dengan standar terapi dalam tujuh hari sejak ditemukannya gejala dan akan dimonitor selama total 9 minggu, termasuk 1 minggu untuk seleksi, 4 minggu pengobatan dan 4 minggu follow up. Uji klinik fase 2 ini diperkirakan memakan waktu 6 bulan.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN