Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu aktivitas di pabrik  Kalbe Farma. Foto: EMRAL

Salah satu aktivitas di pabrik Kalbe Farma. Foto: EMRAL

Kalbe Farma Raih Laba Bersih Rp 1,49 Triliun

Jumat, 30 Juli 2021 | 11:22 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) meraih laba bersih pemilik entitas induk mencapai Rp 1,49 triliun pada semester I-2021. Nilai ini meningkat 7,9% dari semester I-2020 yang mencapai Rp 1,38 triliun.

Chief Financial Officer Kalbe Farma Bernadus Karmin Winata mengatakan, peningkatan kinerja ini seiring dengan kegiatan bisnis yang mulai membaik dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada semester I-2021 sebesar 3,1-3,3%, meningkat dibandingkan kuartal I-2021 yang sempat mengalami kontraksi.

"Kami akan menjaga pertumbuhan dengan melakukan inovasi melalui penyediaan layanan dan produk yang lebih terjangkau yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia," jelas Bernadus dalam keterangan resmi, Jumat (30/7).

Perseroan beradaptasi dengan mengeluarkan produk kesehatan seperti herbal, suplemen, vitamin dan obat-obatan. Perseroan juga mengeluarkan produk nutrisi yang lebih terjangkau dan layanan tes serta diagnostik yang berhubungan dengan pandemi Covid-19.

Perseroan menggabungkan strategi pengelolaan portofolio produk, mengelola efektivitas kegiatan penjualan dan pemasaran, melakukan transformasi pemanfaatan teknologi digital, serta memonitor biaya-biaya operasional lainnya untuk mempertahankan tingkat laba bersih.

"Selain itu, Kalbe terus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat untuk internal maupun eksternal serta melakukan edukasi kepada pasar melalui berbagai saluran komunikasi," terang dia.

Adapun penjualan bersih pada semester I-2021 tercatat sebesar Rp 12,37 triliun atau bertumbuh 6,6% dari semester I-2020. Peningkatan penjualan ditopang oleh divisi distribusi dan logistik yang mencatat peningkatan penjualan bersih sebesar 15,6% dari Rp 3,75 triliun menjadi Rp 4,34 triliun serta menyumbang 35,1% terhadap total penjualan bersih perseroan.

Divisi obat resep membukukan peningkatan penjualan sebesar 5,4% dari Rp 2,56 triliun menjadi Rp 2,7 triliun serta menyumbang 21,9% dari total penjualan bersih Kalbe. Divisi Produk kesehatan meraih peningkatan penjualan sebesar 3,1%  menjadi Rp 2 triliun dengan kontribusi sebesar 16,2% terhadap total penjualan bersih.

Penjualan bersih divisi nutrisi tercatat sebesar Rp 3,32 triliun pada semester I-2021 atau menurun sebesar 0,5% dari pencapaian pada tahun sebelumnya dan menyumbang 26,9% dari total penjualan bersih Kalbe pada semester pertama tahun 2021.

Laba usaha meningkat 7,3% menjadi Rp 1,84 triliun pada semester I-2021. Rasio laba usaha terhadap penjualan meningkat menjadi 14,9% dari 14,8% pada periode yang sama pada tahun sebelumnya. Laba sebelum pajak penghasilan pada semester I-2021 sebesar Rp 1,92 triliun atau bertumbuh 6,6% dengan margin laba sebelum pajak penghasilan mencapai 15,6%, stabil dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Melihat kondisi ekonomi yang mulai  membaik, perseroan merevisi target pertumbuhan penjualan bersih tahun 2021 menjadi sebesar 7-10% dengan proyeksi pertumbuhan laba bersih sekitar 7-10%. 

Perseroan juga mempertahankan anggaran belanja modal sebesar Rp 1 triliun yang akan digunakan untuk perluasan kapasitas produksi dan distribusi. Rasio pembagian dividen dipertahankan pada rasio 45%-55%, dengan memperhatikan ketersediaan dana dan kebutuhan pendanaan internal.

Perseroan juga melakukan inovasi melalui PT Kalbe Genexine Biologics dengan melakukan kolaborasi riset dan uji klinis  dengan pihak ketiga untuk produk Novel di beberapa negara di Asia Tenggara, Australia dan Timur Tengah.

Selain itu, Perseroan juga telah mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan dan BPOM untuk melakukan uji klinis fase 2B/3 vaksin Covid-19 – GX-19N. Vaksin ini adalah hasil kolaborasi kerjasama dengan Genexine dari Korea Selatan. Uji Klinis mulai dilakukan pada awal bulan Juli 2021 dan diharapkan bisa dipasarkan pada kuartal keempat tahun ini.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN