Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kalbe Farma. Foto ilustrasi: dok B1

Kalbe Farma. Foto ilustrasi: dok B1

Kalbe Farma Tambah Modal Anak Usaha Emos Global Digital

Nabil Alfaruq, Rabu, 1 Juli 2020 | 15:55 WIB

JAKARTA, Investor.id- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menambah modal ditempatkan dan disetor entitas anak usaha, yakni PT Emos Global Digital (EGD), senilai Rp 11,5 miliar. Tambahan tersebut membuat modal ditempatkan dan disetor perusahaan tersebut naik menjadi Rp 36,5 miliar.

Corporate Secretary Kalbe Farma Lukito Kurniawan Gozali mengatakan, aksi peningkatan modal tersebut dilakukan bersama PT Enseval Putera Megatrading (EPMT) dengan modal yang diberikan sebanyak Rp 11,5 miliar kepada EGD. “Modal yang dimiliki sebelumnya sejumlah Rp 25 miliar, dengan adanya aksi korporasi ini maka berubah menjadi Rp 36,5 miliar,” ujar dia dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (1/7).

Emos Global Digital merupakan perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh Kalbe Farma secara langsung sejumlah 16.250 saham dan secara tidak langsung melalui PT Enseval Putera Megatrading sejumlah 8.750 saham. Masing-masing saham bernilai nominal Rp 1 juta, sehingga nilai nominal saham keseluruhannya sejumlah Rp 25 miliar.

Dengan demikian, komposisi kepemilikan saham perseroan berubah menjadi 16,245 saham dengan nominal sejumlah Rp 16,42 miliar atau sebesar 45% saham. Kemudian, EPMT kini memiliki sebanyak 20,075 lembar saham dengan nominal sejumlah Rp 20,07 miliar atau 55% saham.

Sebelumnya, Kalbe Farma tengah mengirimkan dua produk obat herbal biodiversitas Indonesia untuk uji klinik sebagai produk imunomodulator penanganan pasien Covid-19. Kedua produk ini berbahan dasar cordyceps militaris dan kombinasi ekstrak jahe merah, meniran, sambiloto, dan sembung.

“Kalbe berkomitmen mendukung pemerintah melalui produk herbal dalam mengatasi dan menanggulangi Covid-19, salah satunya melalui inovasi dan penelitian obat herbal sebagai imunomodulator dalam penanganan pasien Covid-19,” ujar Direktur Kalbe Farma Sie Djohan.

Uji klinik tersebut, merupakan kerja sama antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kalbe Farma, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI). LIPI sebagai koordinator uji klinik obat herbal Indonesia juga bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melaksanakan uji klinik di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.

Pelaksanaan uji klinik sudah dimulai sejak 8 Juni 2020 dan didukung oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Puskes TNI, dan Litbangkes Kemenkes. Sesuai rencana, uji klinik akan selesai pada Agustus 2020.

Disisi lain, Kalbe Farma juga telah mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk membagikan dividen sebesar Rp 937,5 miliar tahun buku 2019 atau Rp 20 per saham. Jumlah dividen tersebut setara dengan 37% dari realisasi laba bersih tahun lalu.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengakui bahwa rasio dividen 2019 yang dibagikan mengalami penurunan, dibanding dividen tahun buku 2018 mencapai 50% dari laba bersih. Penurunan tersebut sebagai upaya perseroan dalam menghadapi ketidakpastian selama 2020 dari dampak pandemi Covid-19. Alhasil, perseroan melakukan inisiatif meningkatkan cadangan arus kas sepanjang tahun ini.

Perseroan memperkirakan, dampak dari pandemi akan terlihat pada laporan keuangan kuartal II-2020. Jika nanti ada pemulihan ekonomi serta membaiknya kinerja perseroan di semester II-2020, maka tak menutup kemungkinan bagi perseroan untuk membagikan dividen interim.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN