Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan di pabrik Kalbe Farma. Foto: dok

Kegiatan di pabrik Kalbe Farma. Foto: dok

Kalbe-Genexine dan Pengembangan Vaksin Covid-19

Kamis, 23 Juli 2020 | 04:28 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Pengembangan vaksin Covid-19 bersama perusahaan asal Korea Selatan, Genexine Inc, serta pembukaan kembali aktivitas ekonomi seiring pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB), menjadi sentimen positif terhadap kinerja PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Perseroan juga didukung oleh diversifikasi bisnis yang baik, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, serta berjalannya riset dan teknologi.

Analis Ciptadana Sekuritas Asia Robert Sebastian mengungkapkan, pengembangan vaksin Covid-19 oleh Kalbe Farma dan Genexine telah memasuki fase pertama uji klinis di Korea Selatan, yang ditargetkan selesai bulan ini.

Kemudian, pengujian fase kedua vaksin ditargetkan pada Agustus di Indonesia, dengan jangka waktu dipersingkat menjadi enam bulan dari biasanya membutuhkan waktu satu tahun.

Setelah itu, pengujian vaksin dilanjutkan fase ketiga dengan jangka waktu pengujian tiga tahun. Namun, karena vaksin ini sangat dibutuhkan dunia, pengujian kemungkinan diperpendek menjadi paling lama dua tahun.

Dengan durasi waktu pengujian yang dibutuhkan, diperkirakan vaksin tersebut siap diproduksi secara massal awal tahun 2022.

“Keikutsertaan Kalbe dalam pengembangan vaksin Covid-19 bisa menjadi katalis positif bagi pergerakan harga saham dan kinerja keuangan perseroan,” tulis Robert dalam risetnya, baru-baru ini.

Kalbe Farma. Foto: IST
Kalbe Farma. Foto: IST

Selain faktor tersebut, pertumbuhan kinerja keuangan Kalbe didukung oleh investasi yang sedang dilaksanakan. Tahun ini, perseroan menyiapkan belanja modal senilai Rp 1 triliun dan telah diserap sebanyak Rp 600 miliar untuk membiayai relokasi pabrik Bintang Toedjoe dan Saka Farma ke Cikarang.

Dana tersebut juga digunakan untuk membangun gudang baru PT Enseval Putra Megatrading dan PT Global Chemindo Megatrading. Sisanya untuk membiayai produksi suplemen baru kesehatan.

Pertumbuhan kinerja keuangan Kalbe, menurut Robert, juga bakal didukung oleh peluncuran produk baru.

Belum lama ini, perseroan telah meluncurkan produk vitamin Prove D3. Produk ini memiliki prospek cerah di tengah tingginya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan akibat pandemi Covid-19.

Kalbe Farma. Foto ilustrasi: dok B1
Kalbe Farma. Foto ilustrasi: dok B1

Apalagi, perseroan memiliki keunggulan dalam riset dan pengembangan produk baru. Berbagai faktor tersebut mendorong Ciptadana Sekuritas untuk merekomendasikan beli saham KLBF dengan target harga Rp 1.770. Target harga tersebut merefleksikan pengembangan vaksin Covid-19 dan pembukaan kembali ekonomi seiring relaksasi PSBB.

Target harga tersebut juga menggambarkan rata-rata harga saham perseroan dalam lima tahun terakhir dengan PE 30 kali. Saat ini, PE KLBF sebesar 26,1 kali dan diperkirakan mencapai 24,8 kali pada 2021. Target itu juga mempertimbangkan proyeksi kenaikan laba bersih Kalbe Farma menjadi Rp 2,63 triliun pada 2020 dibandingkan realisasi tahun lalu senilai Rp 2,5 triliun.

Pendapatan perseroan juga diharapkan bertumbuh dari Rp 22,63 triliun menjadi Rp 24,22 triliun.

Sementara itu, analis Mirae Asset Sekuritas Mimi Halimin mengungkapkan, Kalbe Farma memiliki outlook pertumbuhan kinerja keuangan dan saham yang menjanjikan ke depan. Hal ini didukung oleh sejumlah faktor, seperti Kalbe Farma merupakan perusahaan farmasi dan produk kesehatan yang memiliki diversifikasi bisnis yang baik.

Kalbe Farma, ungkap dia, didukung riset dan teknologi yang kuat untuk pengembangan produk obat maupun kesehatan dalam jangka panjang. Sedangkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan yang bakal berdampak positif terhadap pertumbuhan belanja produk kesehatan, seperti nutrisi dan suplemen.

Terkait pandemi Covid-19, Mimi menegaskan bahwa hal itu meningkatkan belanja masyarakat terhadap produk kesehatan, seperti multivitamin dan suplemen.

“Kami menilai bahwa kebiasaan baru ini akan membawa sentimen positif terhadap kinerja keuangan perseroan tahun ini dan ke depannya,” tulis Mimi dalam risetnya.

Mirae Asset Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhadap upaya perseroan bersama dengan Genexine dalam pengembangan vaksin Covid-19.

Menurut Mimi, upaya perseroan tersebut akan menjadi sentiment positif terhadap kinerja keuangan Kalbe Farma dalam jangka panjang. Mirae Asset Sekuritas mempertahankan rekomendasi trading buy saham KLBF dengan target harga Rp 1.650.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan ekspektasi kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 2,65 triliun tahun ini dibandingkan perolehan tahun lalu senilai Rp 2,5 triliun. Penjualan perseroan juga diharapkan meningkat dari Rp 22,63 triliun menjadi Rp 24,21 triliun sepanjang 2020.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius.
Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius.

Sebelumnya, Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan, Kalbe Farma akan merancang proyek kesehatan baru dengan mitra eksisting asal Korea Selatan, Genexine, tahun ini. Kedua perusahaan sebelumnya telah menjalin kerjasama strategis di bidang bioteknologi sejak 2015. Perseroan akan meningkatkan kerja sama dengan Genexine.

“Kerja sama dengan Genexine memungkinkan penggunaan banyak teknologi baru dalam bidang bioteknologi. Tentu dalam penerapannya kami diskusi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), akademisi, dan pelaku industri,” jelas dia.

Pada 2015, Kalbe Farma dan Genexine mendirikan perusahaan patungan bernama PT Kalbe Genexine Biologics untuk membangun pabrik obat, termasuk bahan baku obat di Delta Silikon 3 Cikarang, Jawa Barat. Dari pabrik tersebut rencananya bakal ada 10 calon produk dengan basis bioteknologi.

Salah satu kegiatan di pabrik Kalbe Farma. Foto: IST
Salah satu kegiatan di pabrik Kalbe Farma. Foto: IST

Selain untuk kebutuhan dalam negeri dan mengurangi bahan baku impor, produk ini juga akan dipasarkan ke luar negeri. Hingga kuartal I-2020, Kalbe Farma mencetak laba bersih sebesar Rp 669,26 miliar atau naik 12,46% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 595,07 miliar.

Meningkatnya laba bersih perseroan didorong oleh peningkatan penjualan perseroan yang tercatat naik 8,02% menjadi Rp 5,79 triliun hingga Maret 2020 dari kuartal I-2019 sebesar Rp 5,26 triliun.

Divisi obat resep perseroan menjadi penopang utama total penjualan perseroan dengan membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 5,3% menjadi Rp 1,3 triliun, serta menyumbang 24,1% dari total penjualan bersih.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN