Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Waskita Precast. Foto ilustrasi: Defrizal

Waskita Precast. Foto ilustrasi: Defrizal

Kantongi Kontrak Rp 1,49 T di Kuartal III, Waskita Precast Targetkan Kontrak Baru Rp 5 T

Senin, 26 Oktober 2020 | 22:01 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -PT  Waskita  Beton  Precast Tbk  (WSBP) menargetkan kontrak baru senilai Rp 5 triliun di akhir tahun 2020. Kontrak senilai Rp 1,49 triliun sudah berhasil dikantongi di akhir kuartal III.

"Potensi kontrak di tahun 2020 insyaallah sudah ada titik terang. Kita akan menuju Rp 5 triliun di akhir tahun 2020 untuk kontrak baru. Rinciannya, eksternal ada Rp 3,3 triliun meliputi Rp 1,5 infrastruktur tol di Jawa, Rp 1,3 triliun tol di Sumatera, dan Rp 500 miliar dari non-tol. Sementara dari pasar internal ada Rp 1,7 triliun," kata Direktur Utama WSBP Moch. Cholis Prihanto dalam Konferensi Pers Public Expose secara virtual, Senin (26/10).

Untuk di Jawa, Cholis menambahkan bahwa WSBP sudah melakukan pendekatan intensif bahkan disusul dengan adanya penandatanganan MoU. Sedangkan di Sumatera sudah ada proyek sebelumnya dan akan disusul untuk kontrak-kontrak baru.

Di pasar internal, WSBP juga akan melayani proyek-proyek di mana induk atau Waskita Group sudah memenangkan konsesi beberapa tol di Jawa dan Sumatera termasuk proyek lanjutan.

Hingga akhir September 2020, tercatat kontrak baru yang berhasil diraih WSBP senilai Rp 1,49 triliun yang komposisinya

terdiri dari kontrak internal atau Grup Waskita Karya senilai 32,7% dan 67,3% dari pasar eksternal.

"Kita juga akan memperluas ekspansi bisnis pada produk yang bersifat mass product yang bisa disiapkan produksinya dan bisa dipakai di manapun. Hal ini menjadi strategi bisnis karena dengan mass product, kapasitas pabrik akan terbantu," imbuh Cholis. 

Terdapat tiga jenis produk yang disiapkan yakni tiang listrik, bantalan jalan kereta api, dan rumah precast modular. Di samping itu, WSBP juga sudah mempunyai sertifikat untuk mengikuti tender-tender baik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) (BUMN) maupun tender swasta di beberapa kota.

Di sektor kereta api, misalnya. Waskita Precast mempunyai dua sertifikat dan sudah melakukan track pada Narrow Gauge N67 dan Standar Gauge S45. Termasuk sudah mulai memproduksi stok untuk Departemen Perhuhungan (Dephub) dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

Bahkan dalam waktu dekat, kata Cholis, tender untuk Dephub dan PT Kereta Api ini sudah ada. Begitu pula dengan PLN yang akan ada tender Kontrak Harga Satuan (KHS) di mana WSBP juga sudah siap masuk di dalamnya. 

Jenis produk ketiga yang akan dikembangkan WSBP adalah rumah precast modular. Mengingat tingginya kebutuhan rumah di tanah air utamanya rumah susun, maka WSBP menyiapkan produk rumah precast modular. 

Selain memperluas ekspansi bisnis dan mengeluarkan produk baru, Cholis bilang WSBP juga menerapkan strategi efisiensi dengan melakukan integrasi dan clustering unit usaha, serta restrukturisasi fasilitas perbankan.

Alami kontraksi signifikan

Sementara itu, Direktur Perusahaan WSBP Mohamad Nur Sodiq menyampaikan bahwa kondisi kinerja perusahaan pada kuartal II sangat dipengaruhi kondisi perekonomian baik di tingkat global maupun domestik yang belum beranjak dari kondisi Covid-19.


Menurutnya, Covid-19 secara umum memengaruhi kinerja infrastruktur di mana bisnis WSBP juga sangat terpengaruh. Sebab, banyak produk WSBP yang mendukung kontraktor ataupun para jasa konstruksi yang tentunya terdampak akibat pelambatan ekonomi ataupun adanya beberapa area yang diprioritaskan di tempat lain

"Secara keseluruhan kinerja kita sampai Juni atau kuartal II, kita memperoleh kontrak baru senilai Rp 931 miliar. Sedangkan untuk total nilai kontrak yang kita kelola dan kerjakan sebesar Rp 5,602 triliun. Sehingga kita mendapatkan pemasukan sampai 30 Juni 2020 sebesar Rp 1,1 triliun dengan net profit mencapai Rp 5 miliar," ungkapnya.

Jika dibanding priode-periode sebelumnya, periode kali ini perusahaan mengalami kontraksi cukup signifikan. Meski begitu, Sodiq mengaku optimis karena akhir September lalu WSBP bisa kembali memperoleh kontrak senilai Rp 1,49 triliun yang sebagian  besar berasal dari proyek eksternal di  antaranya Tol Binjai Pangkalan, Tol  Padang - Sicincin dan Tol Prabumulih - Muara Enim.

"Performance kita di kuartal III untuk pencapaian kontrak, mudah-mudahan bisa segera diselesaikan sehingga menambah performance kita di 2020," tutup Sodiq secara virtual, Senin (26/10).  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN