Menu
Sign in
@ Contact
Search
Corporate Secretary PT Bank Central Asia (BCA) Tbk Raymon Yonanto dalam Public Expose Live 2022, Rabu (14/9/2022).

Corporate Secretary PT Bank Central Asia (BCA) Tbk Raymon Yonanto dalam Public Expose Live 2022, Rabu (14/9/2022).

Kapan Bank Digital BCA IPO? Ini Bocorannya

Rabu, 14 September 2022 | 13:34 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyatakan akan terus siap untuk melakukan tambahan modal ke PT Bank Digital BCA (blu by BCA Digital), anak usaha perseroan di bisnis bank digital. Penambahan modal tersebut seiring dengan rencana perseroan untuk BCA Digital yang dapat melantai di Bursa Efek Indonesia melalui mekanisme penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

Corporate Secretary PT Bank Central Asia (BCA) Tbk Raymon Yonanto mengatakan, ada banyak hal yang menjadi pertimbangan untuk Blu menjadi perusahaan go public, salah satunya dari segi size dan profitabilitas. Blu sendiri baru berdiri 1 tahun dan memiliki potensi yang besar.

Baca juga: BCA (BBCA) Bidik Jumlah Nasabah Tembus 30 Juta pada Tahun Depan

“Kita bantu perkembangan mereka (Blu) dulu, nanti lihat kedepan, kalau bisnisnya sudah bagus, pertumbuhannya bagus, sudah profit  baru kemungkinan besar kita akan masuk ke pasar. Itupun tergantung perekonomian. Jadi, belum ada target (IPO). Lihat dulu kedepannya. Harus dibesarin dulu banknya,” katanya dalam Public Expose Live 2022, Rabu (14/9/2022).

Tahun lalu, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja sempat mengungkapkan, BCA sedang melakukan persiapan IPO secara matang agar Bank Digital BCA nantinya diminati investor. “Kalau kita mau menyajikan sesuatu, harus yang bermutu, berkualitas baik. Oleh sebab itu kita mempersiapkan. Kalau mau cepat IPO sih sebenarnya bisa, tetapi untuk Bank BCA Digital ini kita persiapkan secara matang 1 tahun ke depan," ungkapnya.

Baca juga: Harga BBM dan Suku Bunga Naik, BCA (BBCA) Justru Turunkan Bunga KPR dan KKB Jadi Segini

Sementara itu, Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim menambahkan, BCA selaku induk usaha BLU, pada akhir tahun lalu baru saja menyuntikkan dana segar sehingga modal BLU saat ini sudah mencapai Rp 4 triliun.

“Tapi, kalau peraturan meminta kita untuk meningkatkan modal lagi, kita akan mendukung dan jika bisnisnya berkembang dengan cepat, BCA bank yang banyak memiliki capital akan mendukung aktivitas di bank digital kami,” tambah Raymond.

Baca juga: Tak Mau Ketinggalan dengan IHSG, Saham BBCA dan BMRI juga Cetak Rekor Baru

Untuk informasi, Bank Digital BCA kini telah memiliki lebih dari 806.000 nasabah di usianya yang genap 1 tahun pada 22 Juli 2022. Selama setahun beroperasi, blu telah berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 4,4 triliun.

Dari total DPK tersebut, blu juga telah menyalurkan kredit lewat chanelling, joint financing, dan penyaluran langsung ke nasabah sebesar Rp 1,75 triliun.

Anak usaha Bank BCA ini telah melayani sebanyak 15,4 juta transaksi selama satu tahun dengan total transaksi sebesar Rp 36 triliun. Jumlah transaksi keuangan di platform blu by BCA Digital ini di antaranya berasal dari pembelian dan pembayaran QRIS serta tagihan sebesar Rp 161 miliar.

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com