Menu
Sign in
@ Contact
Search
Irfan Setiaputra. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama)

Irfan Setiaputra. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama)

Kapan Gembok Saham GIAA Dibuka? Bos Garuda Angkat Bicara

Minggu, 2 Oktober 2022 | 14:01 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menargetkan saham perseroan bisa kembali diperdagangkan pada Desember 2022. Adapun Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham GIAA sejak 18 Juni 2021.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan otoritas terkait suspensi saham GIAA. “Masih komunikasi terus,” kata dia kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Irfan optimistis saham GIAA dapat kembali diperdagangkan pada tahun ini, harapannya paling lambat Desember. “Iya (Desember)," ujarnya.

Baca juga: Disiapkan, Tiga Skenario dalam Rights Issue Garuda (GIAA)

Sempat beredar kabar bahwa suspensi saham GIAA bakal dibuka pada November 2022, sebab Kementerian Keuangan menjadwalkan rights issue Garuda Indonesia pada November 2022.

Namun, menurut Irfan, mengaitkan pencabutan suspensi saham dengan rencana rights issue kurang tepat. Sebab ada banyak alasan lain yang perlu dipenuhi perseroan agar ‘gembok’ saham perseroan dibuka. Karena itu, dia menyatakan bahwa pencabutan suspensi belum bisa dilakukan pada November 2022.

Terkait hal itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan bahwa BEI akan mempertimbangkan untuk membuka suspensi saham GIAA jika perseroan telah mendapat putusan kasasi dari Mahkamah Agung terkait putusan PKPU serta memenuhi seluruh kewajiban penyebab suspensi efek, termasuk pelaksanaan public expose insidentil.

Baca juga: Tak Kira-kira! Garuda (GIAA) Cetak Laba Bersih Rp 57 Triliun, kok Bisa?

“Dalam keterbukaan informasi GIAA pada 11 Agustus 2022 juga dijelaskan rencana rights issue, yang akan dilaksanakan setelah adanya putusan Mahkamah Agung terhadap permohonan kasasi. Sampai saat ini, belum terdapat putusan kasasi dari MA," ungkap Nyoman.

Belakangan ini juga sempat heboh Garuda Indonesia membukukan laba bersih sebesar US$ 3,8 miliar atau setara Rp 57 triliun pada semester I-2022. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo pun buka suara.

Baca juga: Ada Maskapai Bertarif Murah Baru nih! Siap Terbang Mulai 6 Oktober

Pria yang akrab disapa Tiko ini menjelaskan bahwa perolehan laba bersih GIAA tersebut merupakan hasil dari pembalikan liabilitas atau utang setelah perseroan menuntaskan proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

"Ada berita Garuda mencetak Rp 57 triliun. Sebenarnya itu laba buku karena itu ada pembalikan dari liabilitas setelah PKPU kemarin," jelas Tiko.

Dia menargetkan, persoalan keuangan yang dialami GIAA dan BUMN lainnya, seperti Jiwasraya, diharapkan tuntas pada tahun ini.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com