Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor memantau pergerakan saham melalui aplikasi smartphone. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Investor memantau pergerakan saham melalui aplikasi smartphone. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Kapitalisasi Naik Menjadi Rp 249,81 triliun, Asing Kembali Koleksi Saham ARTO

Rabu, 28 Juli 2021 | 16:24 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - Pemodal asing lanjutkan koleksi (net buy) saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) senilai Rp 6,87 miliar di tengah lonjakan harga saham tersebut Rp 800 (4,60%) menjadi Rp 18.200. Sedangkan pemodal asing sepanjang hari ini merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham di seluruh pasar hingga Rp 329,75 miliar.

Penjualan bersih saham tersebut mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/7), sebanyak 8,53 poin (0,14%) menjadi 6.088,52. Lima saham dengan net sell terbanyak adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 192,38 miliar, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) sebanyak Rp 100,87 miliar, PT BFI Finance Tbk (BFIN) Rp 78,57 miliar, PT MNC Studios International Tbk (MSIN) Rp 73,92 miliar, dan PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) senilai Rp 42,90 miliar.

Sedangkan beberapa saham lainnya yang mencetak pembelian bersih (net buy) oleh investor asing, yaitu saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) Rp 64,14 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 56,58 miliar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) senilai Rp 55,09 miliar, PT Sido Muncul Tbk (SIDO) Rp 24,83 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 24,50 miliar.

Terkait lonjakan harga saham ARTO, menjadikan kapitalisasi saham bank ini iktu merangkak naik menjadi Rp 249,81 triliun atau berada diurutan kelima setelah saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 272,57 miliar. Sedangkan urutan pertama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 729,79 triliun, disusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 460,07 triliun, dan ketiga PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 316 triliun.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN