Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa BEI I Gede Nyoman Yetna. (ist)

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa BEI I Gede Nyoman Yetna. (ist)

Kapitalisasi Pasar Emiten BUMN 25% Lebih

Senin, 8 Februari 2021 | 14:05 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id) ,Harso Kurniawan (harso@investor.co.id) ,Ester Nuky

JAKARTA, investor.id – Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna, mengatakan saat ini, sudah ada 15 BUMN dan banyak juga anak/cucu usaha BUMN yang tercatat di bursa. Secara fundamental, perusahaan tersebut secara umum mencatatkan kinerja keuangan yang baik.

“Sejak penawaran umum perdana atau IPO saham, rata-rata perusahaan mencatatkan kenaikan performa yang cukup signifikan. Ini baik dari sisi pertumbuhan aset, pendapatan, maupun laba bersih,” kata dia dalam pernyataan resmi pada Jumat (5/2).

Harga saham emiten BUMN dan anak serta IHSG
Harga saham emiten BUMN dan anak serta IHSG

Kinerja emiten BUMN juga tercermin dari valuasi perusahaan tersebut di pasar. Nyoman menyebut, rata-rata emiten BUMN dan anak usahanya mencatatkan valuasi yang terus tumbuh secara jangka panjang sejak IPO. Ke depan, Nyoman berharap kinerja emiten BUMN terus meningkat dengan tetap selalu memperhatikan regulasi dan ketentuan yang berlaku, serta mengedepankan transparansi kepada investor publik.

“BEI juga menyambut baik BUMN dan entitas anak untuk dapat melakukan IPO serta menjadi perusahaan tercatat di BEI. Kami dengan senang hati memberikan dukungan kepada BUMN dan entitas anak untuk mendapatkan informasi terkait dengan IPO lewat serangkaian kegiatan edukasi/pendampingan kepada manajemen dan tim perusahaan,” kata dia.

Anggaran Infrastruktur 2015-2021
Anggaran Infrastruktur 2015-2021

Nyoman mengatakan, pelaku pasar sangat menanti IPO yang akan dilakukan BUMN dan anak usaha BUMN. Animo terhadap saham BUMN juga tercermin dari aktifnya saham-saham yang ditransaksikan oleh para investor.

Hingga kuartal III-2020, sebesar 36,13% nilai transaksi saham di BEI berasal dari transaksi jual-beli saham perusahaan BUMN dan anak usaha BUMN. Emiten pelat merah ini juga memiliki kapitalisasi pasar besar, mencapai 25,8% dari seluruh kapitalisasi pasar perusahaan tercatat di BEI.

Menurut Nyoman, dengan aksi IPO dan mencatatkan saham di bursa, BUMN bisa mendatangkan banyak manfaat bagi berbagai pihak. Dari sisi perusahaan, IPO dapat membantu BUMN untuk memperoleh pendanaan yang berkelanjutan, menciptakan kemandirian perusahaan, meningkatkan profitabilitas, serta memperkuat tata kelola perusahaan.

Market Cap emiten BUMN dan Anak serta IHSG
Market Cap emiten BUMN dan Anak serta IHSG

“Sementara bagi pemerintah, semakin banyaknya perusahaan BUMN go public bisa meningkatkan kinerja perusahaan. Ini pada gilirannya akan meningkatkan kontribusi terhadap APBN dalam bentuk dividen dan pajak bagi negara,” ujar dia.

Berdasarkan data Kementerian BUMN, penerimaan negara yang bersumber dari setoran pajak dan dividen BUMN mencapai Rp 280 triliun. Nilai ini mencapai 18% dari total penerimaan negara dari perpajakan tahun 2019 yang sekitar Rp 1.545,3 triliun.

Tabel Kinerja emiten infrastruktur, konstruksi dan yang terkait. Dan, Tabel Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas.
Tabel Kinerja emiten infrastruktur, konstruksi dan yang terkait. Dan, Tabel Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas.

“Kemudian manfaat lain yang bisa dirasakan dari emiten BUMN adalah dapat menjadi sarana optimalisasi alokasi sumber daya yang tersedia dan penyerapan tenaga kerja. Emiten BUMN juga diharapkan menjadi agen perubahan bagi masyarakat Indonesia, melalui proses pemerataan kepemilikan perusahaan negara.

Sedangkan bagi pasar modal, IPO BUMN juga dapat meningkatkan likuiditas pasar modal dan menambah opsi sarana investasi bagi para investor,” paparnya.

Terkait rencana IPO 8-12 BUMN dan anak/cucu usahanya pada 2021-2023, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, bursa menyambut baik rencana tersebut. Namun, berdasarkan data BEI, hingga kini belum ada calon perusahaan tercatat dari grup BUMN yang masuk daftar rencana IPO saham tahun ini. (fur/tm/esa/mwd)

Baca juga https://investor.id/market-and-corporate/pemerintah-harus-tambah-anggaran-infrastruktur

https://investor.id/market-and-corporate/erick-thohir-targetkan-812-bumn-ipo

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN