Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Astra International. Foto: DEFRIZAL

Astra International. Foto: DEFRIZAL

Katalis Positif Astra di Bisnis Otomotif

Rabu, 24 Februari 2021 | 06:25 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Pembebasan pajak penjualan atas barang mewah (PpnBM) untuk mobil, penurunan rasio uang muka, dan pemulihan ekonomi akan menjadi katalis positif terhadap bisnis otomotif PT Astra International Tbk (ASII) tahun ini.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri mengungkapkan, keputusan pemerintah membebaskan PpnBM untuk mobil bermesin di bawah1.500 cc dengan kandunganlokal di atas 70% bakal mendorong peningkatan volume penjualan mobil nasional, khususnya produk tertentu yang diproduksi di dalam negeri.

“Kami memperkirakan insentif pajak tersebut bakal memacu peningkatan penjualan mobil dalam negeri. Insentif ini juga bertujuan untuk meningkatkan volumeproduksi dan penjualan mobildengan target peningkatan10%,” tulis Stefanus dalam risetnya.

Kebijakan pemerintah akan membuat volume penjualan mobil segmen MPV bawah dan SUV bawah akan meningkat. Berdasarkan perhitungan, harga jual mobil jenis tersebut bisa turun berkisar 7,1-7,7%. Diskon terbesar akan diperoleh mobil sedan dengan mesin di bawah 1.500 cc dari sebelumnya PpnBM sebesar 30% menjadi 0%.

Harga saham ASII dalam satu dekade terakhir, prospek saham ASII, dan kinerja keuangan Astra International
Harga saham ASII dalam satu dekade terakhir, prospek saham ASII, dan kinerja keuangan Astra International

Pemerintah sebelumnya telah memberikan insentif PpnBM pembelian mobil dengan kapasitas di bawah 1.500 cc dengan tingkat kandungan lokal mencapai 70% ke atas. Insentif berupa pembebasan PpnBM untuk periode Maret- Mei 2021.

Kemudian, diskon PpnBM diberikan sebesar 50% untuk pembelian mobil Juni- September dan terakhir diskon 25% untuk pembelian mobil Oktober-Desember 2021.

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight untuk saham-saham otomotif.

Adapun ASII direkomendasikan beli dengan target harga Rp 7.800. Target harga tersebut menggambarkan pemulihan ekonomi nasional, serta peningkatan harga jual komoditas perkebunan dan tambang yang bisa berdampak positif terhadap peningkatan permintaan mobil.

Pandangan senada diungkapkan analis Trimegah Sekuritas Hasbie dan Willinoy Sitorus dalam risetnya. Menurut mereka, Astra International merupakan produsen mobil yang paling diuntungkan dalam penerapan insentif pajak tersebut. Sebab, jumlah produk perseroan terbanyak mendapatkan insentif.

Selain insentif PpnBM untuk mobil, pemerintah merelaksasi uang muka menjadi 0% untuk pembelian mobil secara kredit. Meski demikian, hal itu masih perlu dikaji lebih jauh seberapa besar dampak relaksasi tersebut, menyusul sejumlah perusahaan pembiayaan masih kaku dalam pengenaan uang muka kredit pembelian mobil ini.

Astra International. Foto: DEFRIZAL
Astra International. Foto: DEFRIZAL

Hasbie dan Willinoy memperkirakan rata-rata penurunan harga jual produk mobil MPV oleh Astra International sekitar 7-12%. “Kami menilai bahwa insentif pajak, optimism terhadap pulihnya ekonomi, berlanjutnya distribusi vaksin Covid-19, dan momen Lebaran diharapkan menjadi sentiment positif terhadap penjualan mobil tahun ini,” jelas mereka.

Terkait realisasi penjualan mobil nasional sepanjang Januari 2021 yang mencapai 53 ribu unit, Hasbie dan Willinoy mengungkapkan bahwa itu terjadi penurunan sebesar 34% dari realisasi bulan yang sama tahun 2020 dan turun sekitar 7,4% dibandingkan Desember 2020.

Adapun penjualan mobil oleh Astra International mencapai 26,8 ribu unit, sehingga pangsa pasar penjualan perseroan mencapai 50,7% pada Januari 2021 atau mendatar dari realisasi tahun 2020 sekitar 50,7%.

Salah satu aktivitas di pabrik Astra International. Foto: dok.
Salah satu aktivitas di pabrik Astra International. Foto: dok.

Penurunan volume penjualan mobil domestik diperkirakan berlanjut hingga Februari, seiring dengan aksi tunggu konsumen atas penerapan insentif PpnBM mulai Maret 2021. Namun, penurunan penjualan Januari dan Februari tersebut diharapkan bisa terbantu dengan kebijakan PpnBM dan sejumlah sentiment positif lainnya.

Sebab itu, Trimegah Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ASII dengan target harga Rp 7.500. Target harga tersebut juga mempertimbangkan peluang kinerja keuangan perseroan yang lebih baik tahun ini dibandingkan realisasi tahun 2020.

Laba bersih Astra International diproyeksi meningkat menjadi Rp 18,74 triliun pada 2021 dibandingkan target 2020 yang senilai Rp 17,42 triliun.

Pendapatan perseroan juga diharapkan meningkat dari target tahun lalu Rp 170,03 triliun menjadi Rp 209,33 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN