Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Bank Bukopin Tbk (BBKP). Foto: IST.

PT Bank Bukopin Tbk (BBKP). Foto: IST.

KB Kookmin Bank Siap Borong Saham Bukopin via 'Rights Issue'

Farid Firdaus, Senin, 18 Mei 2020 | 09:06 WIB

JAKARTA, investor.id – KB Kookmin Bank berkomitmen menambah modal PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) melalui penawaran umum terbatas (PUT) V atau rights issue yang rencananya dilaksanakan pada akhir semester I-2020. Bank dari grup konglomerasi keuangan asal Korea Selatan tersebut kini menguasai 22% saham Bank Bukopin.

KB Kookmin Bank sebelumnya pernah menjadi pembeli siaga (standby buyer) PUT IV Bank Bukopin yang digelar pada Juli 2018. Ketika itu, KB Kookmin Bank membeli sebanyak 2,56 miliar saham pada harga Rp 570 per saham. Setelah transaksi tersebut, KB Kookmin Bank menjadi pemegang saham terbesar kedua Bank Bukopin setelah PT Bosowa Corporindo.

Direktur Manajemen Risiko Bank Bukopin Jong Hwan Han mengatakan, KB Kookmin Bank memiliki keinginan kuat untuk mendukung penambahan modal Bank Bukopin pada 2020. Hal ini sebagai upaya pemegang saham untuk memperkuat permodalan bank dan membantu pengembangan bisnis ke depannya.

Saat ini, KB Kookmin Bank dalam tahap persiapan final secara internal termasuk menyediakan dana di escrow account untuk keperluan PUT V Bank Bukopin. “Ke depan, KB Kookmin Bank juga membuka kemungkinan menambah modal Bank Bukopin melalui skema lainnya,” jelas Hwan Han dalam keterangan resmi, Minggu (17/5).

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Bukopin Eko Rachmansyah Gindo mengatakan, proses rights issue saat ini telah memasuki proses penelaahan dokumen tahap akhir di regulator, sehingga tinggal menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dari aksi korporasi ini, perseroan berharap akan memperkuat struktur permodalan untuk menghadapi tantangan dan rencana bisnis ke depan.

Masuknya tambahan modal dari KB Kookmin Bank, lanjut Eko, diharapkan dapat membantu pengembangan bisnis Bank Bukopin yang fokus pada segmen ritel, yaitu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan segmen konsumer. Hal ini akan ditopang dengan pengembangan digital banking ke depannya.

Menurut Eko, profil bisnis inilah yang menjadi daya tarik Bank Bukopin bagi KB Kookmin Bank, yang merupakan bank komersial terbesar di Korea Selatan. Saat ini, KB Kookmin Bank memiliki cabang di beberapa negara lain di Asia, Eropa hingga Amerika Serikat (AS). Induk usaha perseroan yakni KB Financial Group merupakan emiten yang terdaftar di bursa efek New York, AS (NYSE).

“Dengan masuknya tambahan modal yang akan segera direalisasikan ini diharapkan bisa optimal untuk mendukung bisnis utama Bank Bukopin yang konsisten mengembangkan segmen UMKM,” jelas dia.

Per Desember 2019, di antara 21 bank dengan aset terbesar di Tanah Air, Bank Bukopin menempati posisi teratas dalam penyaluran kredit UMKM dengan komposisi sebesar 57,4% dari total kredit yang diberikan. Dua bank pada peringkat bawahnya memiliki porsi kredit UMKM sebesar 48,4% dan 24,9% dari total kredit. “Segmen UMKM merupakan salah satu motor penggerak terpenting bagi Bank Bukopin yang memfokuskan bisnisnya pada segmen Ritel,” tambah Eko.

Per Desember 2019 dan Maret 2020, rasio kecukupan penyediaan modal minimum Bank Bukopin dinilai telah memenuhi ketentuan regulator sesuai profil risiko. Masuknya suntikan modal dari KB Kookmin Bank dan pemegang saham lainnya berpotensi meningkatkan rasio permodalan Bank Bukopin.

Marak Rights Issue

Pada Juni-Juli 2020 diperkirakan sejumlah emiten bank akan ramai menggelar rights issue. Semisal, PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB) akan melakukan aksi penambahan modal melalui PUT III dengan mengincar dana segar hingga Rp396,1 miliar.

Perseroan bersiap menerbitkan 1,32 miliar saham baru pada harga Rp 300 per saham. Penambahan modal tersebut dilakukan guna mewujudkan rencana perseroan untuk naik kelas menjadi Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) II.

Sementara itu, PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) akan menerbitkan 5 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp 197 per saham. Distribusi saham bakal dilaksanakan pada 29 Juni, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 Juni 2020. Periode perdagangan saham ditargetkan berlangsung selama 30 Juni-8 Juli 2020. Sementara periode pelaksanaan selama 2 Juli-10 Juli 2020.

Hal serupa juga dilakukan PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (MCOR) yang mengincar dana rights issue hingga Rp 3,19 triliun. Perseroan akan menawarkan 21,28 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 150 per saham.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN