Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petrosea kembali meraih kontrak penambangan Rp 2,7 triliun

Petrosea kembali meraih kontrak penambangan Rp 2,7 triliun

Kegiatan Operasional Meningkat, Laba Petrosea Naik 29,80%

Minggu, 1 Agustus 2021 | 10:17 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - PT Petrosea Tbk (PTRO) sepanjang semester pertama tahun 2021, membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 11,76 juta pada semester pertama tahun 2021, meningkat 29,80% dibandingkan dengan US$ 9,06 juta pada tahun sebelumnya. Kenaikan laba ini ditopang oleh peningkatan kegiatan operasional di lini bisnis kontrak pertambangan.

Dalam keterangan tertulis, Presiden Direktur Petrosea Hanifa Indradjaya menjelaskan, sepanjang tahun 2021, Petrosea melanjutkan program transformasi digitalnya secara keseluruhan. Langkah ini diwujudkan dengan membangun organisasi yang agile dan memanfaatkan digital tools terkini untuk memungkinkan perusahaan mendapatkan peluang usaha baru, mengembangkan business model baru, serta memperkuat kinerja operasionalnya.

“Meningkatnya laba sejalan dengan pendapatan yang juga meningkat 9,89% menjadi US$ 193,30 juta dari US$ 175,90 juta pada periode yang sama tahun 2020,” jelasnya akhir pekan ini.

Untuk diketahui, tahun 2021, kontrak pertambangan dimana total volume overburden removal meningkat 26,82% secara tahunan  menjadi 58,02 juta, hal yang sama juga terjadi pada coal production meningkat 25,49% menjadi 15,95 juta ton.

Hanifa menambahkan, pada masa pandemi, perusahaan fokus untuk mempercepat proses diversifikasi usahanya dengan menjalankan beberapa peluang bisnis di proyek mineral, seperti emas dan bauksit, serta memperkuat kapabilitas anak perusahaan di sektor pertambangan dan EPC.

Selain itu, Petrosea juga melanjutkan strategi liability management yang efektif. Dimana secara tahunan Petrosea mencatat penurunan debt balance 22,71% dan penurunan beban bunga 46,98%.

“Perseroan juga menerapkan Cash management strategi yang prudent demi mendukung implementasi strategi 3D, yaitu Diversifikasi, Digitalisasi dan Dekarbonisasi,” ujarnya.

Adapun sebelumnya, induk usaha perseroan yakn PT Indika Energy Tbk (INDY) akan memborong saham Nusantara Resources Limited (Nusantara), perusahaan pengelola tambang emas Awak Mas di Luwu, Sulawesi Selatan melalui mekanisme Scheme of Arrangement.

 Direktur Utama PT Indika Energy Tbk, Arsjad Rasjid. (Ist)
Direktur Utama PT Indika Energy Tbk, Arsjad Rasjid. (Ist)

Direktur Utama Indika Energy, Arsjad Rasjid mengatakan, rencana aksi korporasi tersebut merupakan langkah strategis perseroan untuk meningkatkan eksposur di sektor pertambangan emas dan memperkuat diversifikasi bisnis perusahaan.

Indika Energy akan membayar Aus$ 0,35 per saham untuk 168.041.107 saham yang belum dimiliki perusahaan, sehingga total transaksinya sebesar Aus$ 58,8 juta atau setara dengan US$ 45,3 juta untuk sekitar 72% saham di Nusantara.

Rencana transaksi ini tunduk pada pemenuhan persyaratan, antara lain persetujuan pemegang saham Nusantara pada rapat umum pemegang saham yang rencananya akan diselenggarakan pada September 2021, persetujuan pengadilan di Australia, serta pemenuhan kondisi lainnya dalam dokumen sehubungan dengan rencana ini.

“Rencana transaksi ini juga menerima dukungan penuh dari semua anggota Independent Board Nusantara,” kata Arsjad.

Sebagaimana diketahui, perseroan melalui anak usahanya yakni PT Indika Mineral Investindo (IMI), saat ini memiliki sekitar 28% saham di Nusantara serta kepemilikan saham secara langsung di PT Masmindo Dwi Area (Masmindo) yang mengelola tambang emas Awak Mas sebanyak 25%.

Melalui transaksi ini, perseroan akan mengendalikan Masmindo sepenuhnya, sehingga secara efektif meningkatkan eksposur perusahaan di sektor pertambangan emas.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN