Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung melintas di dekat layar elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. . Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pengunjung melintas di dekat layar elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. . Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

PASAR MODAL INDONESIA GENAP BERUSIA 43 TAHUN

Kejar Kualitas Emiten, Jangan Hanya Kuantitas

Senin, 10 Agustus 2020 | 14:21 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com) ,Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA. investor.id – Otoritas pasar modal dan otoritas bursa perlu lebih fokus mengejar kualitas emiten, bukan hanya kuantitas, dengan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG). Jika diisi emiten-emiten berkualitas, bursa domestik akan lebih tahan guncangan, lebih sehat, lebih likuid, serta mampu menciptakan perdagangan efek yang wajar, efisien, dan teratur. Pasar modal yang berkualitas dan kredibel akan menarik lebih banyak masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal.

Kecuali meningkatkan good governance, otoritas pasar modal dan otoritas bursa perlu lebih gencar memberikan insentif sebagai pemanis (sweetener) untuk menarik lebih banyak korporasi besar, berfundamental kuat, dan berkelas multinasional agar melantai di bursa saham domestik.

Di sisi lain, otoritas perlu terus meningkatkan edukasi dan perlindungan kepada para investor, serta melakukan inovasi produk agar para investor memiliki lebih banyak pilihan investasi di pasar modal dalam negeri.

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Presidium Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) Prihatmo Hari Mulyanto, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Octavianus Budiyanto, Wakil Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Bobby Gafur Umar, serta pengamat pasar modal Budi Frensidy dan Fendy Susiyanto. Mereka dihubungi Investor Daily secara terpisah di Jakarta, akhir pekan lalu, berkenaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-43 Pasar Modal Indonesia yang jatuh pada Senin (10/8) hari ini.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi, Direktur Indonesia Securities Investor Protection Fund (SIPF) Widodo, dan Plt Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Yunita Linda Sari sepakat bahwa GCG merupakan kunci peningkatan kualitas pasar modal. Itu sebabnya, otoritas pasar modal dan otoritas bursa terus berupaya menegakkan GCG di kalangan emiten demi terciptanya pasar modal domestik yang tangguh, efisien, dan berkualitas.

Perkembangan jumlah emten dan kapitalisasi pasar
Perkembangan jumlah emten dan kapitalisasi pasar

Pasar modal Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, baik dari sisi jumlah emiten, jumlah penggalangan dana, maupun dari sisi jumlah investor. Kapitalisasi pasar (market cap) emiten yang anjlok akibat pandemi Covid-19, juga beranjak naik.

Jumlah IPO sahan Indonesia tertinggi di Asean
Jumlah IPO sahan Indonesia tertinggi di Asean

Ke depan, pasar modal domestic memiliki potensi sangat besar untuk terus berkembang, mengingat di Indonesia terdapat sekitar 5.000 perusahaan berkelas korporasi yang layak menjadi perusahaan tercatat di bursa (listed company). Dengan posisi jumlah emiten saat ini yang mencapai 701 perusahaan, berarti emiten di pasar modal Indonesia baru sekitar 14% dari potensinya.

Perkembangan jumlah investor berdasarkan single investor identificatuin
Perkembangan jumlah investor berdasarkan single investor identificatuin

Begitu pula dengan jumlah investor saham. Indonesia dihuni 271 juta jiwa penduduk, dengan jumlah kelas menengah yang potensial menjadi investor pasar modal mencapai 75 juta orang. Berarti, jumlah investor saham baru 0,44% dari populasi atau baru 1,6% dari potensinya.

Pergerakan IHSG YTD
Pergerakan IHSG YTD

Berdasarkan survei Bloomberg, pasar saham dan obligasi Indonesia paling digemari investor global tahun ini, menempat peringkat pertama di dunia, mengalahkan negara-negara emerging markets yang lain, seperti Tiongkok, Rusia, India, Meksiko, dan Brazil. (git/der/fur)  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN