Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PD Pembangunan Sarana Jaya menggandeng PT Totalindo dalam pengerjaan pembangunan rumah Down Payment (DP) Rp 0 di Pondok Kelapa, Jakarta Timur.. Foto: IST

PD Pembangunan Sarana Jaya menggandeng PT Totalindo dalam pengerjaan pembangunan rumah Down Payment (DP) Rp 0 di Pondok Kelapa, Jakarta Timur.. Foto: IST

Kejar Target Kontrak Rp 3 Triliun, Totalindo Ikut Jadi Developer

Muhammad Ghafur Fadillah, (Frans)  Sabtu, 22 Februari 2020 | 14:05 WIB

AKARTA, investor.id - PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS)  menargetkan  kontrak baru tahun 2020 mencapai Rp 3 triliun. Direktur Utama Totalindo Eka Persada Eko Wardoyo menjelaskan, demi memuluskan rencana tersebut perseroan akan turut berperan sebagai developer dengan konsep profit sharing agar mendapatkan keuntungan tambahan.

“Kami mengharapkan keuntungan tambahan, sehingga pada developer kami mendapatkan keuntungan karena dalam KSO (Kerjasama Operasi) juga sebagai kontraktor, sehingga keuntungan multiply,” jelasnya usai Paparan Publik Insidentil di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Jumat (21/20).

Adapun Eko menjelaskan hal itu dilakukan perseroan lantaran persaingan kontraktor properti yang saat ini semakin ketat di tengah melemahnya bisnis di bidang properti. Namun pada saat ditanyakan mengenai akuisisi landbank, perseroan lebih memilih melakukan dengan kerjasama operasi ketimbang melakukan pembebasan lahan. 

“Dengan menjadi developer kita bisa mendapatkan margin sekitar 20-30% dibandingkan dengan menjadi kontraktor kami hanya bisa dapatkan margin 5-10% itu pun masih margin kotor,” paparnya.

Saat ini perseroan juga sedang fokus mengerjakan proyek-proyek Carry Over tahun 2019 yakni 31 Sudirman Suites Makassar dengan nilai investasi sebesar Rp 88 miliar miliar, Nuansa Cilangkap senilai Rp 938 miliar, kemudian Kingland Avenue Apartment senilai Rp 237 miliar dan Pondok Kelapa Village Tower B dengan total nilai pengerjaan sebesar Rp 938 miliar.

“Untuk proyek Pondok Kelapa VIllage Tower A saat ini sudah diserahterimakan dengan Pemerintah DKI, saat ini kami sudah mulai mengerjakan Tower B yang direncanakan selesai tahun 2022,” ujarnya.

Selain itu, Eko melanjutkan perseroan sudah menerima pembayaran apartemen South Hills yang telah diselesaikan perseroan dan sedang dalam masa pemeliharaan. Sebelumnya apartemen mewah tersebut diduga dimiliki oleh Benny Tjokro, salah satu tersangka dugaan kasus korupsi Jiwasraya.

"Investor tidak perlu khawatir lagi karena sudah dibayar 100%," kata dia.

Terkait rencana Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMEHTD) perseroan menyatakan wait and see lantaran harga saham perseroan yang saat ini jatuh hingga menembus harga Rp 50 per saham. Adapun rencana tersebut telah mendapatkan persetujuan para pemegang saham pada RUPS yang digelar perseroan pada 23 Desember 2019 lalu.

“Kami akan menunggu kondisi pasar lebih baik, agar saham yang kami keluarkan nanti di exercise dengan baik oleh para pemegang saham, kami masih punya waktu hingga 12 bulan kedepan,” pungkasnya.

Menilik laporan keuangan perseroan per kuartal III-2019 pendapatan perseroan tercatat menurun 45% menjadi Rp 631 miliar dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 1,15 triliun. 

"Penurunan tersebut dikarenakan kami membayar denda dikarenakan keterlambatan pembayaran pajak pada 2016 sampai 2018 yang harus dibayarkan pada tahun 2019 dengan pokok sebesar Rp 64 miliar, dengan beban denda 33 miliar, sehingga kami langsung negatif," paparnya. (fur)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN