Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan di pabrik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Foto: dok.

Kegiatan di pabrik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Foto: dok.

Kekuatan Sido Muncul yang Bikin Kinerjanya Sesuai Ekspektasi

Parluhutan Situmorang, Kamis, 23 April 2020 | 05:31 WIB

JAKARTA, investor.id - Peningkatan margin keuntungan sejalan dengan pengoperasian pabrik ekstrak dan kenaikan harga jual produk tahun lalu membuat kinerja keuangan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) pada kuartal I-2020 sesuai ekspektasi. Meski demikian, ekspor perseroan diproyeksi turun tahun ini akibat lockdown di sejumlah negara terkait pandemi Covid-19.

Sido Muncul membukukan kenaikan pendapatan sebesar 2,4% menjadi Rp 730,71 miliar pada kuartal I-2020 dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 713,67 miliar. Namun, perolehan tersebut turun sebesar 22,2% dibandingkan pencapaian pada kuartal IV-2019 senilai Rp 938,82 miliar.

Walaupun penjualan hanya tumbuh tipis, perseroan justru berhasil mencetak kenaikan laba bersih sebesar 10,9% menjadi Rp 231,53 miliar pada kuartal I-2020 dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 208,86 miliar.

Begitu juga dibandingkan kuartal IV-2019 terjadi peningkatan sebesar 1% dari Rp 229,24 miliar. Kenaikan laba didukung oleh pertumbuhan margin keuntungan bersih (net margin) perseroan dari 29,3% pada kuartal I-2019 dan 24,4% pada kuartal IV-2019 menjadi 31,7% pada kuartal I-2020.

“Realisasi pendapatan tersebut setara dengan 23% dari total target tahun ini. Sedangkan pencapaian laba bersih merepresentasikan 28% dari target yang kami tetapkan terhadap Sido Muncul, yaitu senilai Rp 818,44 miliar,” tulis analis Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto dalam risetnya, baru-baru ini.

Kegiatan di pabrik Sido Muncul. Foto: dok ID
Kegiatan di pabrik Sido Muncul. Foto: dok ID

Dia menegaskan, besarnya pertumbuhan laba bersih Sido Muncul dibandingkan dengan pendapatan pada kuartal I-2020 sebagai dampak keberhasilan perseroan menekan beban pokok penjualan yang berimbas terhadap peningkatan margin keuntungan perseroan.

“Pencapaian tersebut sudah sesuai dengan harapan kami dan consensus analis,” jelas Natalia.

Sebelumnya, Sido Muncul menaikkan rata-rata harga jual pada 2019. Perseroan juga didukung oleh kehadiran pabrik ekstrak baru yang berimbas terhadap pertumbuhan margin keuntungan. Peningkatan margin keuntungan juga didukung oleh segmen penjualan obat herbal dengan margin kotor (gross margin) mencapai 66% dan segmen makanan serta minuman (F&B) menjadi 34%.

“Namun, dengan diberlakukannya lockdown di beberapa negara, seperti Filipina, Malaysia, dan Nigeria, membuat penjualan obat herbal perseroan mengalami penurunan. Hal ini ditunjukkan data penurunan kontribusi ekspor terhadap total pendapatan dari 5% menjadi 2%,” ungkap Natalia.

Danareksa Sekuritas memilih untuk merevisi turun rekomendasi saham dari buy menjadi hold. Begitu juga dengan target harga saham SIDO yang dipangkas dari Rp 1.470 menjadi Rp 1.330. Pemangkasan target harga tersebut didasarkan atas perkiraan PE perseroan sebesar 22,1 kali tahun ini atau sudah mendekati PE sektor barang konsumsi 24,1 kali pada 2020.

Sido Muncul. Foto: IST
Sido Muncul. Foto: IST

Sedangkan sentimen positif yang bisa menopang kenaikan harga saham perseroan, yaitu ekspektasi pemangkasan pajak perusahaan sebesar 3% tahun ini. Apabila hal tersebut diterapkan, laba bersih perseroan bisa terangkat 5,4% tahun ini.

Target harga saham tersebut juga telah mempertimbangkan posisi kas internal perseroan yang kuat, rasio dividen yang tinggi, manajemen perseroan yang solid, serta perseroan masih memiliki kapasitas yang cukup untuk mengejar pertumbuhan kinerja keuangan.

Sementara itu, analis Sinarmas Sekuritas Paulina dalam risetnya menyebutkan bahwa Sido Muncul diperkirakan mampu untuk mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan hingga tahun ini.

Pertumbuhan didukung oleh perluasan fokus perseroan untuk meningkatkan ketersediaan produk di pasar domestik dan luar negeri. Pertumbuhan perseroan juga akan didukung oleh penambahan jumlah outlet hingga 30%, peningkatan insentif bagi tenaga pemasaran perseroan, dan strategi marketing lainnya.

Paulina menambahkan, peluncuran produk baru akan menopang pertumbuhan kinerja keuangan perseroan ke depan. Perseroan membidik penambahan variasi produk lagi jenis Tolak Angin dan Tolak Linu setelah sebelumnyamenuntaskan peluncuran produk Susu Jahe.

“Perseroan kemungkinan meluncurkan beberapa produk dan variasi produk untuk menangkap kebutuhan pasar,” jelas dia.

Meski demikian, keinginan perseroan untuk memperbesar pangsa pasar luar negeri dengan target 6-7% terhadap total penjualan bisa berimbas terhadap kenaikan biaya iklan dan pemasaran.

Diperkirakan belanja iklan dan pemasaran perseroan bisa mencapai 12% dari total pendapatan perseroan. Berbagai faktor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi add saham SIDO dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 1.400. Target harga tersebut mempertimbangkan berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan sejalan dengan ekspansi bisnis.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN