Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Multipolar Technology Tbk. Foto: Istimewa

PT Multipolar Technology Tbk. Foto: Istimewa

Kembangkan Data Center, Multipolar Technology Jajaki Mitra Strategis

Kamis, 17 Juni 2021 | 17:52 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, Investor.id – PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) tengah menjajaki mitra strategis pemain di industri data center. Hal itu tak lepas dari kian besarnya permintaan data center di Indonesia.

Presiden Direktur Multipolar Technology Wahyudi Chandra mengatakan, potensi permintaan data center di Indonesia sangat menjanjikan, sehingga perseroan tertarik ekspansi di bisnis ini melalui entitas anak usahanya PT Graha Teknologi Nusantara (GTN).

“Kami berharap dengan adanya kemitraan ini, perseroan bisa berkembang lebih cepat dan lebih baik lagi,” ujarnya dalam public expose insidentil Multipolar Technology, Kamis (17/6).

Dari 15 ribu meter persegi lahan yang dimiliki perseroan, Wahyudi menyebutkan, sudah terbangun sekitar 10 ribu meter persegi, yaitu mencakup 2 lantai gedung data center dan perkantoran. Di kawasan tersebut juga dibangun satu gedung sarana pendukung.

Dari fasilitas yang sudah ada, Wahyudi mengatakan, untuk lantai satu sudah siap untuk dijual dengan total 1.500 rak. Sedangkan lantai dua masih memerlukan instalasi perangkat pendukung sebelum siap untuk dijual. "GTN data center memiliki fokus lebih ke arah komersial. Jadi kami membuka diri untuk semua segmen,” kata dia.

Seiring kesadaran akan pentingnya data center yang tersertifikasi, Wahyudi mengatakan, perseroan membidik beberapa sektor yang potensial. Di antaranya sektor finansial, seperti bank dan perbankan, hingga perusahaan rintisan (startup) dan bisnis digital lainnya.

"Kami melihat beberapa sektor yang akan didekati, seperti perusahaan finansial, bank, dan insurance. Kami juga memfokuskan pasar bisnis startup dan bisnis yang terkait dengan digital. Seperti inisiatif dari pemerintah e-learning, e-health itu potensi yang bisa perseroan dekati ke depan,” ucap Wahyudi.

Laba Tumbuh

Sementara itu, emiten teknologi ini berhasil membukukan laba periode berjalan sebesar Rp 28,14 miliar hingga kuartal I-2021 atau tumbuh 1,10% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 27,83 miliar. Kenaikan didorong pertumbuhan penjualan bersih dan pendapatan jasa yang sebesar Rp 556,93 miliar atau naik 9,43% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 508,92 miliar.

Penyumbang terbesar pendapatan berasal dari penualan perangkat keras dan perangkat pendukungnya Rp 253,46 miliar atau naik 5,85% dari periode kuartal I-2020, lalu jasa teknologi Rp 127,96 miliar atau naik 40,63%, IT Outsourcing Rp 122,51 miliar atau turun 2,44%, perangkat lunak Rp 42,19 miliar atau naik 3,70%, dan lain-lain Rp 10,81 miliar atau turun 11,53%.

Wahyudi mengatakan, melihat kinerja yang cukup baik pada kuartal I-2021 ini, Multipolar Technology optimistis target kinerja keuangan dapat dicapai hingga akhir tahun ini. Tahun ini, perseroan membidik pertumbuhan pendapatan dan laba sekitar 8-10%, dibandingkan pencapaian tahun lalu.

Pertumbuhan didukung ekspektasi penjualan porsi komersial sebesar 19% pada 2021 atau naik sedikit dari 2020, sektor publik dari 5% menjadi 8%. Selain di finansial dan telko, perseroan ingin mengembangkan di sektor publik seperti pendidikan, kesehatan, lalu komersial seperti farmasi dan asuransi. “Untuk kuartal II dan full year perseroan, perseroan optimis bisa mencapai target yang diberikan pemegang saham,” ujarnya.

Tahun lalu, Multipolar Technology membukukan laba yang terakumulasi tercatat sebesar Rp 461,30 miliar.

Tahun ini, untuk meningkatkan kinerja, anak usaha PT Multipolar Tbk (MLPL) tersebut, mengalokasikan belanja modal (capex expenditure/capex) Rp 163 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp 8 miliar akan dialokasikan untuk Multipolar Technology dan Rp 155 miliar untuk anak usaha. Dana yang dialokasikan untuk keperluan usaha tersebut saat ini sudah terealisasi sebanyak Rp 32 miliar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN