Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Kembangkan Energi Terbarukan, Anak Usaha Nusantara Infrastructure (META) Raih Pembiayaan Rp 375 Miliar

Selasa, 28 Desember 2021 | 20:24 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Inpola Meka Energi (IME) yang merupakan anak usaha PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) di sektor energi terbarukan menerima dukungan Fasilitas Pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah dengan skema pembiayaan Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI sebesar Rp 375 miliar.

SMI merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pembiayaan infrastruktur yang seluruh modalnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia di bawah Kementerian Keuangan. Penandatanganan telah dilakukan oleh Direksi IME dan SMI pada 7 Desember 2021 di Kantor SMI.

Direktur Utama PT Inpola Meka Energi (IME) Hartawan Indriadi mengatakan, fasilitas pinjaman yang ditandatangani tersebut ditujukan untuk memperkuat sisi finansial Perusahaan dalam hal pengembangan bisnis di sektor energi terbarukan yakni Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Lau Gunung yang berlokasi di di Desa Lau Gunung, Kecamatan Tanah Pinem, Sumatera Utara dengan total kapasitas 15 MW. “Dengan adanya dukungan pembiayaan baru dari SMI, diharapkan bahwa kinerja pembangkit dapat terus meningkat dan bekerja secara efisien,” paparnya dalam keterangan resmi, Selasa (28/12/2021).

Pemberian fasilitas pembiayaan ini memiliki jangka waktu pembiayaan selama 9 tahun. Dalam perjanjian kerja sama ini, PT Bank Syariah Indonesia Tbk bertindak sebagai agen penampungan.

Disampaikan, sejak resmi mulai beroperasi (Commercial Operating Date/COD) mulai 16 Desember 2020, penjualan listrik PLTA Lau Gunung mencapai rata-rata 5 MW (Mega-Watt) per-jam pada periode awal beroperasi dan diharapkan akan mencapai rata-rata 9 MW (Mega-Watt) per- jam di bulan Desember 2021.

PLTA Lau Gunung melayani sekitar 10.000 Masyarakat di Kabupaten Dairi dan Karo melalui jaringan listrik PLN. Keberadaan PLTA Lau Gunung mampu mendukung berbagai kegiatan sehari-hari masyarakat dari sisi pendidikan, perekonomian, industri dan kegiatan lainnya melalui pendistribusian listrik ke berbagai tempat di wilayah Sumatera Utara. Selain itu, listrik yang dihasilkan PLTA Lau Gunung juga diharapkan dapat memperkuat sistem interkoneksi kelistrikan di Wilayah Sumatera Utara dan utamanya mendukung program pemerintah pusat untuk meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan dan mengurangi emisi karbon.

Direktur Utama PT Nusantara Infrastructure Tbk., Ramdani Basri, menambahkan, pihaknya berharap dalam waktu dekat PLN dapat merealisasikan penandatanganan peningkatan Perjanjian Jual-Beli Listrik dengan IME menjadi 15 MW dan selanjutnya META akan melakukan investasi tambahan untuk pengembangan transmisi 150 kV bagi PLTA Lau Gunung. “Hal ini merupakan langkah nyata PT Nusantara Infrastructure Tbk bersama dengan SMI dan PLN dalam mewujudkan upaya pengurangan emisi karbon melalui pemanfaatan sumber daya energi terbarukan,” imbuhnya.

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : PR

BAGIKAN