Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek Indonesia. Foto: SP/Ruht Semiono

Bursa Efek Indonesia. Foto: SP/Ruht Semiono

Kena Sanksi BEI, BNI Sekuritas Sampaikan Surat Keberatan

Gita Rossiana, Jumat, 9 Agustus 2019 | 21:50 WIB

JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan sanksi peringatan tertulis dan denda senilai Rp 250 juta kepada PT BNI Sekuritas. Perusahaan efek tersebut dinilai menyajikan laporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) secara tidak akurat.

Keputusan ini dikeluarkan pada 6 Agustus 2019. Direktur BEI Laksono Widodo dan Kristian S. Manulang menandatangani keputusan tersebut. MKBD merupakan ukuran kecukupan modal bagi perusahaan sekuritas untuk beroperasi. Semakin besar MKBD, maka semakin baik karena perusahaan memiliki kemampuan operasional yang besar.

Plt Direktur Utama BNI Sekuritas Geger Maulana menjelaskan, ketidakakuratan perhitungan MKBD BNI Sekuritas disebabkan perbedaan sudut pandang mengenai aturan pasar modal yang berlaku atas  pencatatan setoran modal yang baru saja dilakukan oleh pemegang saham.

"Perbedaan perhitungan bukan karena masalah likuiditas di BNI Sekuritas. Posisi MKBD BNI Sekuritas per 7 Agustus 2019 adalah Rp 288,3 miliar yang sangat cukup untuk melayani kebutuhan transaksi seluruh nasabah BNI Sekuritas," kata Geger kepada Investor Daily di Jakarta, Jumat (9/8).

BNI Sekuritas telah menyampaikan surat keberatan kepada Bursa Efek Indonesia mengenai hal tersebut. "Namun, kami akan terus berkonsultasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mencegah terulangnya kejadian tersebut," papar dia.

Baru-baru ini, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menyuntikkan dana sebesar Rp 225 miliar kepada BNI Sekuritas. Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan bisnis brokerage dan investment banking.

Sekretaris Perusahaan BNI Sekuritas Meiliana menjelaskan, penambahan modal tersebut dilakukan dengan pembelian saham dalam bentuk simpanan. Pembelian saham ini setara dengan 75% saham BNI Sekuritas. "Penambahan modal tersebut menambah modal disetor BNI Sekuritas dari Rp 133,13 miliar menjadi Rp 433,13 miliar," kata Meiliana dalam keterangan resmi.

Lebih lanjut, BNI juga bersedia untuk membeli sisa 25% saham yang tidak diambil oleh pemegang saham lainnya. Apabila hal tersebut dilakukan, maka kepemilikan saham BNI di BNI Sekuritas bisa meningkat menjadi 92,32%. Sedangkan sisanya dimiliki oleh SBI Financial Services Co Ltd. "Penambahan modal ini juga tidak mengubah pemegang saham pengendali, BNI tetap menjadi pemegang saham pengendali," tutur dia.

Direktur BNI Sekuritas Geger N Maulana menjelaskan, tambahan modal tersebut akan digunakan untuk mengembangkan bisnis inti perseroan. "Kami dalam pengembangan brokerage dan investment banking business, baik dalam hal capacity maupun capability yang berkualitas," jelas dia.

Geger menjelaskan, pihaknya akan mengembangkan brokerage ritel dan institusional supaya bisa meningkatkan volume transaksi saham dan pendapatan tetap.

"Dalam pengembangan bisnis investment banking, BNI Sekuritas bisa meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya dalam pengembangan pasar modal dan advisory business di primary capital market," ungkap dia. Selain itu, pihaknya juga akan memperkuat dukungan operasional dan  infrastruktur IT serta SDM yang profesional.

"Penguatan infrastruktur dilakukan dengan terus memperbaiki proses bisnis untuk pengembangan bisnis diimbangi dengan layanan prima kepada para nasabah kami," ujar dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN