Menu
Sign in
@ Contact
Search
Seorang karyawan memantau berbagai instrumen investasi di Global Markets Maybank Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Investor Daily/David Gita Roza)

Seorang karyawan memantau berbagai instrumen investasi di Global Markets Maybank Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Investor Daily/David Gita Roza)

Kenaikan Suku Bunga BI Tak Mampu Menahan Penurunan Harga SUN

Senin, 24 Okt 2022 | 05:31 WIB
Zsazya Senorita (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Harga Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan melanjutkan penurunannya dari pekan lalu, meski Bank Indonesia (BI) telah kembali menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin (bsp) bulan ini. Penurunan harga SUN diperkirakan diikuti kenaikan imbal hasil (yield) 10 tahun ke level 7,8% dalam jangka pendek.

“Pasar obligasi kemungkinan akan menaikkan yield karena kenaikan suku bunga BI jadi acuan buat yield terutama yang jangka pendek,” jelas Senior Economist Samuel Sekuritas Fikri C Permana kepada Investor Daily, Minggu (23/10/2022).

Dia mengatakan, ditambah risiko besar di pasar global, yield SUN akan naik mengikuti tingkat risiko tersebut, sejalan dengan depresiasi rupiah. Kenaikan yield sekaligus penurunan harga SUN pun diperkirakan bisa berlanjut dua pekan ke depan karena the Fed masih berencana menaikkan suku bunga mereka.

Baca juga: Sepekan ke Depan, Saham Bank Masih Bisa Kasih Cuan

Advertisement

“Risiko dari global ini sedikit ditahan melalui cost fo fund, tetapi untuk yield SUN sepertinya masih akan ada kenaikan karena dari US Treasury juga masih akan ada kenaikan yield,” sambung Fikri.

Senada, Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto memperkirakan yield 10 tahun SUN akan bergerak ke level 7,8% dari 7,5% saat ini. Ia menerangkan, yield obligasi Indonesia akan bergerak menyesuaikan rencana the Fed menaikkan suku bunga. Hal ini akan diikuti keluarnya dana investor asing di pasar obligasi Indonesia.

“Makanya salah satu caranya BI menaikkan suku bunga untuk menahan laju itu (capital outflow),” ungkap Ramdhan.

Baca juga: BI Prediksi Inflasi Tahun Ini 6,3% 

Menurut dia, dana asing di pasar obligasi Indonesia tersisa 15% dari total outstanding yang ada, turun bila bandingkan sebelum pandemi yang mencapai 30-40%.

Positifnya, tambah Ramdhan, likuiditas dalam negeri masih tinggi terutama di perbankan Indonesia. Hanya kehati-hatian investor asing masih tinggi untuk masuk ke instrumen seperti SUN. Investor akan lebih percaya, bila kondisi global sudah tenang. “Terutama pergerakan yield US Treasury. Apabila kondisi US Treasury tenang, potensi penguatan akan mulai bertahap masuk ke pasar kita dengan kepercayaan diri investor masuk ke pasar,” tegasnya.

Dihubungi secara terpisah, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai, pasar obligasi pada akhirnya akan memulai fase kenaikan yield secara masif. Hal ini setidaknya akan terjadi hingga akhir tahun dan semester I-2023.

Baca juga: BI Proyeksi Suku Bunga Acuan The Fed Berpotensi Tembus 4,75%

Menurut dia, inflasi yang masih konsisten, ditambah kenaikan tingkat suku bunga terus menerus, pada akhirnya telah membuat yield obligasi 10 tahun melewati titik tertinggi sebelumnya yang berada di 7,5%. Saat ini yield 10 tahun sudah memasuki level 7,65% dan berpotensi naik lagi.

“Oleh sebab itu, mengurangi durasi obligasi jangka panjang dan memindahkannya kepada obligasi berdurasi jangka pendek, akan menjadi salah satu alternatif pilihan investasi yang sangat baik untuk meredam volatilitas saat ini,” jelas Nico akhir pekan lalu.

Namun ia melihat, hal itu masih merupakan respons jangka pendek, karena secara jangka menengah hingga panjang, pergerakan pasar obligasi akan relatif jauh lebih terkendali. Nico memperkirakan, pekan ini pasar obligasi diperkirakan akan mengalami kenaikan yield dengan rentang 7,3-7,5% untuk yield 5 tahun, 7,6-7,7% untuk yield 10 tahun, dan 7,65-7,75%% untuk yield 15 tahun.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com