Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Refleksi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Refleksi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Keterlibatan Abu Dhabi Investment Kerek Valuasi GoTo

Senin, 25 Oktober 2021 | 12:08 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - Keputusan Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) terlibat dalam penggalangan dana sebelum proses penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham GoTo (Gojek-Tokopedia) dinilai memberikan keuntungan besar bagi ekosistem digital terbesar di Indonesia itu. Dengan investasi senilai US$ 400 juta, masuknya ADIA bakal meningkatkan valuasi bisnis GoTo yang saat ini mencapai US$30 miliar.

Ekonom dan Ahli Keuangan Universitas Prasetiya Mulya Agus Salim mengatakan, suntikan investasi ADIA melalui pra- IPO-nya GoTo menjadi salah satu tolok ukur keyakinan investor terhadap rencana IPO GoTo.

“Ini menunjukkan adanya confidence investor atas valuasi dan rencana IPO GoTo, sehingga mereka berani untuk menyuntikan investasinya. Yang kedua, keyakinan bahwa IPO itu akan sukses,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (25/10).

Melalui penggalangan dana pra-IPO, GoTo dikabarkan membidik jumlah investasi sekitar US$ 1,5-2 miliar. Dengan dana sebesar itu, GoTo bakal memiliki likuiditas jumbo pasca-IPO yang rencananya dilakukan pada awal tahun depan.

Menurut Agus, keberhasilan pra-IPO GoTo akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan teknologi itu di pasar modal. Pasalnya, GoTo sebagai ekosistem digital memiliki model bisnis yang berbeda dibandingkan emiten yang sudah ada. Terlebih, GoTo didukung oleh jutaan pelaku usaha yang menciptakan transaksi ekonomi ratusan triliun rupiah setiap tahunnya.

“Secara umum kalau dilihat dari sisi ekonomi IPO GoTo akan menguntungkan. Akan banyak investor yang berinvestasi di perusahaan-perusahaan teknologi dengan model bisnis yang kuat, seperti GoTo. Yang terpenting dengan GoTo menjadi perusahaan publik hal itu akan menjadikan perusahaan lebih transparan dan proses bisnisnya semakin baik,” tuturnya.

Sementara itu, Reuters memperkirakan valuasi GoTo sudah mencapai US$ 32 miliar. Valuasi tersebut merupakan lompatan besar mengingat saat melakukan kolaborasi bisnis Mei lalu, valuasi Gojek dan Tokopedia baru sekitar US$ 18 miliar. Reuters menilai masuknya sovereign wealth fund sekelas ADIA akan sangat strategis bagi IPO GoTo.

Sebelumnya GoTo Group telah menandatangani perjanjian dengan anak usaha Abu Dhabi Investment Authority, yang menjadikan ADIA memimpin penggalangan dana pra-IPO GoTo dengan investasi sebesar US$ 400 juta.

Transaksi tersebut menjadi investasi pertama oleh Departemen Private Equities ADIA ke dalam perusahaan teknologi Asia Tenggara, dan sekaligus investasi terbesarnya di Indonesia.

“Kami bangga menyambut ADIA sebagai investor terbaru di perusahaan dan yang pertama dalam penggalangan dana pra-IPO kami, selagi kami menyiapkan bisnis untuk pertumbuhan eksponensial untuk tahun-tahun mendatang. Dukungan dengan skala seperti ini menegaskan keyakinan kami bahwa Indonesia dan Asia Tenggara akan menjadi tujuan besar selanjutnya untuk investasi teknologi,” kata CEO GoTo Group Andre Soelistyo.

Andre menambahkan, perseroan selalu meyakini bahwa kesuksesan datang selama tetap berkomitmen dalam menjalankan misi memberdayakan kemajuan, dengan fokus meningkatkan taraf hidup dan membantu untuk membangun mata pencaharian di negara-negara tempat beroperasi. 

Editor : Trimurti (trimurti@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN