Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Virus Korona di Tiongkok. Foto ilustrasi: IST

Virus Korona di Tiongkok. Foto ilustrasi: IST

Ketidakpastian Global Meningkat di Tengah Sebaran Korona Hingga Keluar Tiongkok

Thereis Kalla, Selasa, 25 Februari 2020 | 11:43 WIB

JAKARTA, investor.id - Ketakutan akan virus korona membuat ketidakpastian global makin meningkat. Terlebih, wabah ini terus melangkah lebih jauh dengan menyebar ke luar wilayah Tiongkok.

Italia setidaknya telah melaporkan enam kematian yang terjadi akibat korona. Tidak hanya di Italia, namun Iran, Afghanistan, Bahrain, dan Kuwait, semuanya melaporkan kasus pertamanya terkait dengan wabah virus korona.  

Kematian akibat virus korona juga terjadi di Iran, setidaknya 12 orang terkena infeksi dari virus ini. Sedangkan di Korea Selatan, kasus yang terinfeksi sudah lebih dari 600 orang dengan enam di antaranya mengalami kematian.

Tabel kasu Korona di Luar Tiongkok. Sumber: bbc.com
Tabel kasu Korona di Luar Tiongkok. Sumber: bbc.com

World Health Organization (WHO) mengatakan, kasus-kasus baru yang terjadi membuat situasi dan kondisi menjadi memprihatinkan. Hingga saat ini, obat percobaan yang dilakukan oleh Gilead Sciences Inc mungkin akan menjadi harapan untuk menanggulangi wabah ini. Sejauh ini, korban meninggal di seluruh dunia sudah sebanyak 2.624 orang, dengan total kasus sebanyak 79.440.

Sebaran Virus Korona di seluruh dunia hingga 20 Februari 2020. Sumber: CNBC
Sebaran Virus Korona di seluruh dunia hingga 20 Februari 2020. Sumber: CNBC

Dampak dari virus Korona dirasakan Pasar Eropa yang mengalami penurunan terbesar sejak Juni 2016, S&P 500 juga mengalami penurunan terdalam sejak February 2018, dan imbal hasil US Treasury 10 year juga turun ke level terendah sejak 2016.

“Hal inilah yang membuat dunia khawatir bahwa wabah virus korona belum berakhir, dan justru malah semakin kuat yang membuat pertumbuhan ekonomi global mengalami pelemahan yang berpotensi melambatkan aktivitas ekonomi,” jelas Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya pada Selasa (25/2).

Kantor Berita Xinhua merilis foto Presiden Tiongkok Xi Jinping (kiri) sedang bertemu warga setempat selama inspeksi pencegahan dan pengendalian virus novel korona di Komunitas Anhuali, Beijing, pada 10 Februari 2020. ( Foto: JU PENG / XINHUA / AFP )
Kantor Berita Xinhua merilis foto Presiden Tiongkok Xi Jinping (kiri) sedang bertemu warga setempat selama inspeksi pencegahan dan pengendalian virus novel korona di Komunitas Anhuali, Beijing, pada 10 Februari 2020. ( Foto: JU PENG / XINHUA / AFP )

Presiden Tiongkok Xi Jinping menyatakan, ada bahaya wabah virus Korona di dekat Ibu Kota pemerintahan Tiongkok. Oleh karenanya, pemerintah Tiongkok terus berupaya untuk menanggulangi epidemik ini. Pasalnya, keamanan dan stabilitas Ibu Kota memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap keseluruhan pekerjaan partai dan negara.

Menurut Xi Jinping, wabah virus Korona menggambarkan bahwa ini merupakan sisi kehidupan yang paling sulit sejak Partai Komunis berkuasa selama 70 tahun yang lalu. Dirinya terus berusaha mendesak para pejabat untuk bekerja semampu mereka untuk mencegah dan mengendalikan epidemi.

Beralih ke dalam negeri, kebijakan pelarangan penyeberangan bagi kendaraan atau truk dengan kelebihan muatan dan over dimensi (Odol) yang rencananya akan diberlakukan mulai 1 Mei 2020 menjadi pokok pembicaraan bagi pelaku bisnis.

“Kami melihat hal tersebut akan berdampak pada biaya operasional yang dinilai akan meningkat, sehingga berdampak pula pada harga produk, di tangan konsumen. Saat ini banyak pelaku usaha yang menyiasatinya dengan mengoptimalkan muatan hingga overload. Dari sisi keamanan dan keselamatan sebenarnya cukup rentan,” kata Pilarmas Sekuritas.

Menurut Pilarmas Sekuritas, selama ini infrastruktur yang dibangun belum memberikan dampak besar terhadap penurunan biaya logistik. Hal itu membuat harga produk yang sebelumnya dikirim menggunakan kendaraan yang mengaplikasikan Odol, menjadi lebih mahal ketika ketentuan pelarangan Odol diberlakukan.

Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal
Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) mencermati dampak pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berdampak dengan penyebaran virus Korona. BI memprediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2020 hanya bertengger di level 4,9% atau lebih rendah dari periode sama tahun lalu yaitu 5,07%.

“Epidemi tersebut tentunya akan menggangu perekonomian dalam negeri karena akan menghambat dari sisi volume perdagangan, dan harga komoditas dunia, serta pergerakan aliran modal ke dalam negeri,” pungkas Pilarmas Sekuritas.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN