Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Alat kesehatan. Foto ilustrasi: IST

Alat kesehatan. Foto ilustrasi: IST

Kian Ekspansif, HEAL Anggarkan Capex Rp 800 Miliar di 2020

Minggu, 12 Januari 2020 | 22:41 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - PT Medikaloka Hermina  Tbk (HEAL) kian ekspansif dengan menganggarkan Capital Expenditure/Capex sebesar Rp 800 miliar yang akan digunakan untuk menambah rumah sakit baru dan pengembangan RS lama yang dimiliki perseroan. Rencana tersebut sejalan dengan rencana perseroan sebelumnya untuk dapat mengelola 40 RS pada akhir 2020.

Direktur Keuangan perseroan, Aristo Setiawidjaja menjelaskan saat ini perseroan sedang membangun rumah sakit baru yang berlokasi di Manado dan Karawang dengan target awal 50 tempat tidur, jumlah tempat tidur tersebut akan bertambah seiring dengan demand yang ada.

"Biasanya setelah berkembang kami akan menambah kembali hingga 200 tempat tidur, perseroan menargetkan di akhir 2020 total tempat tidur yang dimiliki perseroan hingga 4,300 unit, adapun capex tersebut akan bersumber dari cashflow internal perseroan," jelasnya kepada Investor Daily, Minggu (12/01).

Selain untuk penggunaan pembangunan RS baru, Aristo menjelaskan sisa dari capex akan digunakan untuk maintenance, dan penambahan alat medis, namun perseroan masih enggan merinci detailnya. Dengan semua rencana tersebut perseroan menargetkan kenaikan pendapatan hingga 25-27% di akhir tahun 2020.

"Kami belum dapat merinci detail mengenai penambahan alat medis tersebut karena setiap rumah sakit biasanya kebutuhanya berbeda-beda," kata dia.

Lebih lanjut, dengan semua rencana tersebut perseroan menargetkan kenaikan pendapatan hingga 25-27% di akhir tahun 2020. Perseroan menilai Indonesia masih memiliki demand yang tinggi dikarenakan keterbatasan dokter yang ada.

"Kami optimistis target tersebut akan tercapai, ke depannya kami juga melakukan konversi pada semua properti di rumah sakit yang kami miliki agar bisa menerima pasien BPJS, yang diperkirakan akan memakan waktu sekitar 4-6 bulan," pungkasnya.

Sementara itu per kuartal III-2019, emiten yang bergerak di bidang healthcare tersebut membukukan pendapatan sebesar Rp 2,68 triliun atau naik 17,47% dibanding periode yang sama pada 2018 sebesar Rp 2,68 triliun.

Lalu laba bersih perseroan sebesar Rp 210 miliar atau naik 90,56% dibanding tahun sebelumnya pada 2018, yakni Rp 110 miliar.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN