Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mitra10. Foto: PT Catur Sentosa Adiprana Tbk.

Mitra10. Foto: PT Catur Sentosa Adiprana Tbk.

Kian Solid, Catur Sentosa Targetkan Pertumbuhan 10%

Senin, 24 Mei 2021 | 06:40 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) optimistis pertumbuhan kinerja lebih kuat pada 2021. Perseroan menargetkan pertumbuhan konsolidasi sebesar 10% tahun ini. Segmen distribusi diproyeksikan tumbuh 6% dan segmen ritel tumbuh 15%.

Catur Sentosa merupakan perusahaan distribusi terbesar dan terkemuka untuk bahan bangunan, kimia dan consumer goods (FMCG). Perseroan adalah pemilik jaringan gerai ritel modern terbesar bahan bangunan & home improvement Mitra10 dan home furnishing Atria. Pada kuartal I-2021, pertumbuhan konsolidasi Catur Sentosa diprediksi mencapai 13%.

“Manajemen yakin dengan masih tingginya kebutuhan akan rumah tinggal dan renovasi bakal tetap mendorong tumbuhnya pendapatan perseroan. Selain itu, membaiknya penanganan Covid-19, termasuk program vaksinasi, dipercaya akan menjadi salah satu katalis positif bagi masyarakat dan dunia usaha untuk secara bertahap bersama-sama memulihkan perekonomian nasional,” kata Sekretaris Perusahaan Catur Sentosa Adiprana Idrus H. Widjajakusuma dalam keterangan tertulis, akhir pekan lalu.

Mengenai pengembangan jaringan Mitra10, perseroan menargetkan untuk memiliki 50 gerai pada 2022-2023. Dengan demikian, pada akhir 2021, Mitra10 akan memiliki 42 jaringan toko di seluruh Indonesia. Adapun 8 toko baru akan dirampungkan pada tahun-tahun selanjutnya yang sempat tertunda karena pandemi.

Untuk mendukung rencana tersebut, Catur Sentosa menyiapkan belanja modal (capex) sebesar Rp 500 miliar tahun ini. Sebanyak 80% dari capex tersebut dialokasikan untuk membiayai ekspansi ritel modern Mitra10 dan Atria. Perseroan menargetkan membuka 4 superstore baru Mitra10 dan merelokasi 1 Mitra10 di Kalimalang (Bekasi). Adapun kota yang menjadi target ekspansi tahun ini adalah Banjarmasin (Kalsel), Palembang (Sulsel), Tegal, dan Semarang (Jateng).

“Pertumbuhan gerai Mitra10 dan Atria juga dibarengi dengan strategi peningkatan sistem supply chain dan logistik yang lebih baik. Dengan begitu, segmen distribusi juga akan meningkat pendapatannya dan terintegrasi dengan ekspansi segmen ritel modern,” jelas Idrus.

Selain pengembangan agresif di segmen ritel modern, kontribusi private brand juga menjadi penting karena dapat meningkatkan marjin yang lebih baik, yang akan berujung pada peningkatan profitabilitas. Kontribusi private brand di segmen ritel sudah mencapai 26%, sedangkan di segmen distribusi sekitar 22%.

Tahun lalu, pendapatan konsolidasi Catur Sentosa mencapai Rp 12,7 triliun, tumbuh 4,8% dibandingkan 2019. Segmen distribusi tumbuh positif 3,8% menjadi Rp 8,33 triliun dan segmen ritel modern tumbuh 7,2% menjadi Rp 4,52 triliun.

Gross profit perseroan juga meningkat dari 14,9% pada 2019 menjadi 15,6% pada 2020 atau tumbuh 9,4%. Begitu juga dengan pertumbuhan signifikan yang terjadi pada net profit perseroan menjadi Rp 90 miliar pada 2020 atau tumbuh 97% dibandingkan 2019 yang hanya sebesar Rp 46 miliar.

Pertumbuhan segmen distribusi ditopang oleh tumbuhnya pendapatan distribusi bahan bangunan yang tersebar di 40 kota besar dan segmen ritel modern yang bersumber dari entitas anak, Mitra10 dan Atria, yang tumbuh positif berkat ekspansi agresif pembukaan toko baru. Pencapaian pada 2020 tersebut merupakan pencapaian yang sangat positif mengingat perekonomian global termasuk Indonesia terimpit pandemi Covid-19, sehingga menurut BPS terjadi kontraksi pertumbuhan ekonomi sebesar 2,07%.

Sepanjang 2020, meski tertekan isu pandemi, segmen distribusi dan ritel yang didominasi oleh bahan bangunan tetap menunjukkan pertumbuhan pendapatan positif. Hal ini mengingat tingginya demand masyarakat atas kebutuhan primer, yakni tempat tinggal, baik renovasi tempat tinggal maupun membangun hunian baru.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN