Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX). Foto: Perseroan.

PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX). Foto: Perseroan.

Kiat Digital Mediatama Maxima Genjot, Implementasi Sistem Digital

Rabu, 22 Juli 2020 | 05:00 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) berencana genjot implementasi digitalisasi sistem pada para pelanggan/retailer perseroan sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas para pelanggan perseroan di tengah pandemi dan sejumlah inisiasi bisnis baru yang berpotensi mendatangkan pemasukan tambahan bagi perseroan.

Direktur Utama Digital Mediatama Maxima Budiasto Kusuma menjelaskan, langkah tersebut diambil lantaran di tengah situasi pandemi keberadaan produk perseroan dinilai sangat dibutuhkan oleh para pelanggan yang menginginkan keamanan kesehatan dalam bertransaksi.

Strategi ini menjadi salah satu bagian dari  empat inti bisnis dengan Recurring Revenue Model dan Non-recurring Revenue Model yang dimiliki perseroan salah satunya yakni Infrastructure As A Service (IAAS) sebagai perusahaan yang menyediakan jasa End to end Service Support. Secara rinci pihaknya menjelaskan perseroan menyediakan sistem sewa pakai pada layar iklan, chatbot serta maintenance.

“Selain itu kami juga mengembangkan add on service sebagai penunjang infrastruktur di outlet mereka, sehingga retail tinggal tunjuk toko,” jelasnya usai paparan publik virtual, Senin (21/7).

Dia menambahkan dalam lini bisnis Manage Services perseroan menyediakan kami menyediakan platform untuk hardware, instalasi sistem  dan kontrak servis jangka panjang bagi para pelanggan hingga promosi produk yang diharapkan dapat mempermudah para pengelola outlet dalam menjalankan bisnisnya.

Dari sisi periklanan perseroan juga menghadirkan platform untuk mengakomodir retailer untuk mendapatkan revenue sekaligus menyediakan resource yang dibutuhkan oleh para pelanggan.

Terbaru menyikapi pandemi yang memaksa perilaku baru dalam kehidupan atau biasa disebut dengan New Normal, perseroan memandang situasi ini sebagai potensi bisnis yang baru dengan menyediakan peralatan penunjang pada retailer yakni Smart Detection.

Menurut Budi dengan adanya produk terbaru ini retailer dapat memberikan kenyamanan kepada para pelanggan tanpa harus melakukan penambahan sumber daya manusia sehingga lebih efektif. Untuk investasi ini perseroan perkirakan akan mengeluarkan investasi sebanyak Rp 40 miliar

“Sehingga setiap pelanggan yang masuk ke outlet pelanggan kami dapat terdeteksi secara langsung oleh perangkat tersebut, tanpa harus menggunakan sumber daya manusia hanya untuk melakukan Scanning suhu, hal ini juga dapat diterapkan pada perkantoran sehingga potensinya masih besar,” paparnya.

Dengan sejumlah strategi tersebut perseroan berharap pada akhir tahun 2020 dapat bertumbuh hingga 213%, dengan asumsi bisnis yang dijalankan perseroan akan terus bertumbuh mengikuti tren ritel yang saat ini sedang melaju pesat. Ke depannya perseroan juga akan terus meningkatkan berbagai konten agar lebih tepat sasaran. Pihaknya mengatakan pada semester satu layar sudah tersebar mencapai 10700 layar di seantero Indonesia, jumlah ini meningkat dari akhir tahun lalu sebanyak 7.000 layar.

Saat ini perseroan sudah menyiapkan dana sebanyak Rp 260 miliar untuk mendukung rencana tersebut, sepanjang semester I 2020, Digital Mediatama Maxima telah menyerap anggaran belanja modal sebesar Rp 111 miliar yang telah digunakan untuk pembangunan sejumlah gedung sebanyak Rp 98 miliar untuk gedung, Rp 7 miliar untuk IAAS serta pengembangan Software Rp 6 miliar yang bersumber dari dana hasil Initial Public Offering pada Oktober 2019 lalu.

Sebelumnya emiten yang berkode saham DMMX ini membukukan lonjakan laba bersih mencapai 464,06% menjadi Rp 18,05 miliar pada semester I-2020, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 3,20 miliar. Pendapatan perseroan juga terdongkrak 402,65% dari Rp 43,78 miliar menjadi Rp 220,06 miliar.

Pendapatan perseroan terdiri atas trade marketing dengan perolehan Rp 171,25 miliar, penjualan perangkat keras sejumlah Rp 37,09 miliar, jasa pengelolaan Rp 8,13 miliar, sewa pakai infrastruktur sebanyak Rp 2,96 miliar, dan platform bursa iklan 624,48 juta.

Beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp 196,52 miliar hingga akhir Juni 2020, dibandingkan dengan perolehan di semester I-2019 yang tercatat sebanyak Rp 33,20 miliar.

“Dengan demikian, laba kotor yang dibukukan oleh perseroan sebanyak Rp 23,54 miliar, terangkat dari perolehan di periode sama tahun lalu, yakni Rp 10,57 miliar,” ujar manajemen perseroan dalam laporan keuangan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN