Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

KIJA Tertekan Selisih Kurs, Rugi Bersih Membengkak Jadi Rp 105,6 Miliar

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 11:21 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Jababeka Tbk (Jababeka/KIJA) melaporkan perolehan kinerja semester I-2021 dengan mencatatkan laba bersih Rp 105,6 miliar. Kerugian meningkat signifikan dibandingkan rugi bersih yang diderita sebesar Rp 12,4 miliar pada periode yang sama tahun 2020.

Manajemen Jababeka menyebut, penyebab utama kerugian ini disebabkan oleh pergerakan selisih kurs dimana Perseroan membukukan rugi selisih kurs sebesar Rp 112,5 miliar pada semester 1-2021 dibandingkan rugi selisih kurs sebesar Rp 66,1 miliar di periode yang sama tahun 2020.

Semenmtara itu posisi EBITDA Perseroan pada semester 1-2021 tercatat sebesar Rp 330,5 miliar, turun 12% dibandingkan Rp 375,2 miliar pada semester 1-2020. “Sebagian besar sejalan dengan penurunan pendapatan dan laba kotor,” papar Sekretaris Perusahaan Jababeka, Muljadi Suganda yang dikutip dari laporan keterbukaan informasi publik lewat BEI, Sabtu (28/8/2021).

Sementara itu laba kotor KIJA tercatat turun 12% menjadi Rp 435,9 miliar di semester 1-2021. Pada saat yang sama, marjin laba kotor konsolidasi Perseroan untuk paruh pertama tahun 2021 tercatat sebesar 39%, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan 40% pada semester 1 2020.

Muljadi mengatakan, penurunan laba kotor disebabkan oleh turunnya total pendapatan sebesar 11% dibandingkan periode yang sama tahun 2020 menjadi Rp 1,11 triliun.

Penurunan pendapatan terbesar diderita oleh divisi bisnis Land Development & Property Perseroan yang mencapai 34% menjadi Rp 436,3 miliar di semester 1-2021, dari Rp 663,1 miliar di tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan penjualan produk industri, yang meliputi tanah matang dan tanah dengan bangunan pabrik, masing-masing dari Rp 528,9 miliar dan Rp 30,8 miliar pada semester 1-2020 menjadi masing-masing Rp 217,5 miliar dan Rp 19,1 miliar pada semester 1 2021.

Sebagai tambahan, penjualan tanah matang dari Cikarang dan Kendal masing-masing sebesar Rp 31,6 miliar dan Rp 495,4 miliar pada semester 1-2020 dibandingkan dengan Rp 37,8 miliar dan Rp 185,2 miliar pada semester 1-2021.

Sementara pendapatan bisnis Infrastruktur tercatat meningkat 15% menjadi Rp 630,4 miliar pada semester pertama tahun 2021, dibandingkan Rp 548,1 miliar pada periode yang sama tahun 2020.

Dikatakan Muljadi, semua segmen infrastruktur mengalami peningkatan pada semester 1-2021 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 dengan Bekasi Power sebagai kontributor utama peningkatan ini, yang mengalami peningkatan pendapatan sebesar Rp 53,8 miliar karena pembangkit listrik beroperasi lebih banyak di semester 1-2021 dibandingkan tahun sebelumnya.

Selanjutnya, terjadi peningkatan volume peti kemas yang ditangani di dry port, naik 17% dari 31.506 TEU di semester 1-2020 menjadi 36.717 TEU di semester 1-2021. Selain itu, penyediaan volume air bersih dari layanan infrastruktur Perseroan mengalami peningkatan sebesar 5% dari 6,6 juta meter kubik pada semester 1 2020 menjadi 6,9 juta meter kubik pada semester 1-2021, sedangkan volume pengolahan air limbah menurun sebesar 2% pada periode yang sama, namun menunjukkan trend positif.

Bisnis Leisure & Hospitality tercatat membukukan peningkatan pendapatan menjadi Rp 49,7 miliar pada semester pertama 2021, dari Rp 40,3 miliar di tahun sebelumnya. Peningkatan ini merupakan terutama hasil dari kinerja subsegmen golf dan pariwisata. Segmen golf berkontribusi 65% terhadap total pendapatan pilar Leisure & Hospitality di semester pertama tahun 2021.

Dikatakan, pendapatan berulang yang dihasilkan dari bisnis infrastruktur sebesar 56% dari total pendapatan pada semester pertama tahun 2021, dibandingkan dengan 44% pada semester pertama tahun 2020. “Kontribusi yang lebih tinggi ini terutama disebabkan oleh berkurangnya kontribusi dari pilar Land Development & Property pada semester 1 2021 dibandingkan tahun sebelumnya,” imbuhnya.  

Dalam hal penjualan real estat secara marketing, Perseroan mencatat Rp 526,0 miliar pada semester pertama tahun 2021, lebih dari dua kali lipat dibandingkan Rp 255,5 miliar pada semester 1-2020. Marketing sales dari Cikarang menyumbang 74%, Kendal dan lain-lain 26%. Penjualan dari produk industri (tanah dan tanah dengan standar bangunan pabrik) memberikan kontribusi sebesar 73%, sedangkan segmen residensial/komersial dan lainnya memberikan kontribusi sisanya sebesar 27%.

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN