Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kimia Farma. Foto: IST

Kimia Farma. Foto: IST

Kimia Farma Siap Distribusikan Vaksin Covid-19

Selasa, 6 Oktober 2020 | 13:19 WIB
Thereis Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) siap mendistribusikan vaksin Covid-19 ke seluruh Indonesia. Sarana penunjang yang dimiliki perseroan telah memenuhi standar dan protokol World Health Organization (WHO) terkait distribusi vaksin.

Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo mengatakan, pihaknya siap melakukan distribusi vaksin melalui anak usaha perseroan, yaitu Kimia Farma Trading Distribution. Anak usaha perseroan memiliki 49 cabang yang tersebar di Indonesia dengan sarana penunjang cold storage dengan tingkat suhu 2-8 derajat celcius.

“Kalau seandainya nanti distribusi vaksin di seluruh Indonesia, tentunya sertifikasi itu meliputi cold storage di setiap cabang, itu artinya Kima Farma siap melakukan distribusi vaksin,” ujar Verdi dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI, kemarin.

Sementara itu,  Direktur Utama Biofarma Honesti Basyir mengungkapkan, kolaborasi uji klinis vaksin Covid-19 dengan Sinovac memiliki komitmen pasokan sekitar 260 juta vaksin. Secara terperinci, sebanyak 15 juta dosis ditargetkan tersedia pada November-Desember 2020, 35 juta dosis pada Januari-Maret 2021, dan 210 juta dosis pada April-Desember 2021.

“Distribusi ini perlu penanganan serius, karena harus melalui protokol dan standar sesuai WHO,” ujar Honesti.

Selain dengan Sinovac, lanjut Honesti, saat ini Kimia Farma bekerja sama dengan Group 42 (G42) asal Uni Emirat Arab. Proses uji klinis tahap III vaksin ditargetkan selesai Desember 2020. Komitmen tentatif pasokan vaksin dari kolaborasi G42 sekitar 10 juta dosis.

Tak sampai di situ, kolaborasi produksi vaksin juga dilakukan dengan produsen vaksin dari Tiongkok, yaitu CanSino Biologics Inc. CanSino menargetkan uji klinis tahap III vasksin buatannya selesai pada Desember 2020. CanSino mengklaim memiliki kapasitas produksi hingga 300 juta dosis dan akan diperbesar. “Juga terbuka melakukan transfer teknologi dan produksi di Indonesia,” katanya.

AstraZeneca Plc pun tak ingin ketinggalan dengan menargetkan penyelesaian uji klinis tahap III pada Desember 2020. Perusahaan farmasi Inggris-Swedia ini mengklaim punya kapasitas produksi hingga 3 miliar dosis per tahun pada 2021 dengan menggunakan skema contract manufacturing organization (CMO). Permintaan pasokan vaksin dari Indonesia kepada Astra Zeneca sebanyak 100 juta dosis.

Tak ketinggalan, Novavax Inc menawarkan kerja sama ke Indofarma untuk menjadi distributor vaksin Novavax. Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut menyatakan bisa memasok sampai 100 juta dosis.

Lebih lanjut, Kimia Farma saat ini sudah mampu memproduksi obat untuk penanganan Covid-19, yaitu Favipiravir yang dapat dipergunakan untuk terapi Covid–19. Verdi mengatakan untuk Favipiravir, sudah dapat diproduksi sendiri oleh Kimia Farma dan merupakan produk pertama di Indonesia yang dikembangkan sendiri oleh Badan Usaha Milik Negera (BUMN).

“Produk Favipirapir merupakan produksi yang pertama di Indonesia dan diproduksi Kimia Farma, akan tersedia bulan Oktober ini,” jelas Verdi.

Editor : Totok Subagyo (totok_hs@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN