Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indosat Ooredoo. Foto: Defrizal

Indosat Ooredoo. Foto: Defrizal

Kinerja Indosat Melompat, Posisi Nomor Dua

Sabtu, 27 Februari 2021 | 04:31 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Indosat Tbk (ISAT) menunjukkan pertumbuhan yang memuaskan sepanjang 2020. Pendapatan data seluler naik pesat sebesar 11,6% menjadi Rp 23,1 triliun dibandingkan 2019 yang senilai Rp 20,67 triliun. Pertumbuhan pendapatan seluler tersebut jauh di atas rata-rata industri. Adapun total pendapatan tahun lalu meningkat 6,9% menjadi Rp 27,9 triliun.

Adapun laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) Indosat pada 2020 melonjak 16% menjadi Rp 11,4 triliun. Manajemen Indosat menilai bahwa lompatan kinerja tersebut didukung oleh peningkatan pendapatan serta fokus perusahaan pada efisiensi operasional. Marjin EBITDA tercatat sebesar 40,9%atau menguat 3,2 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, Indosat mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan seluler sebesar 1,7% menjadi 60,3 juta pelanggan per akhir 2020, dengan pendapatan rata-rata per pelanggan(ARPU) naik menjadi Rp 31,9 ribu dari sebelumnya Rp 27,9 ribu. Kenaikan didorong oleh peningkatan trafik data yang signifikan hingga 52,8% pada 2020.

Hal itu memposisikan Indosat tetap sebagai operator telekomunikasi terbesar kedua dari sisi jumlah pelanggan.

“Terjadi peningkatan jumlah pelanggan dan volume trafik data. Pertumbuhan ini memungkinkan perusahaan untuk membukukan pertumbuhan pendapatan seluler di atas ratarata pasar serta peningkatan market share yang signifikan,” kata Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama, presiden direktur & CEO Indosat.

Tahun ini, menurut dia, kegiatan daring seperti bekerja dan belajar dari rumah diproyeksikan berlanjut dan akan menjadi gaya hidup di Indonesia. Karena itu, Indosat akan terus melengkapi dan mempermudah kehidupan digital pelanggan.

“Kami akan melanjutkan peningkatan dan perluasan jaringan perusahaan dengan fokus pada pengembangan 4G/ LTE dan jaringan video grade untuk memberikan layanan internet yang semakin baik kepada pelanggan. Peningkatan jaringan ini merupakan bagian dari upaya perseroan untuk mendukung transformasi digital Indonesia yang sejalan dengan rencana ekonomi digital pemerintah Indonesia serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” jelas Ahmad Al-Neama.

Dia optimistis terhadap kontinuitas pertumbuhan perseroan 2021. Peningkatan pendapatan sesuai dengan rata-rata industri, marjin EBITDA pada kisaran batas bawah level 40%, serta belanja modal yang disiapkan Rp 8 triliun.

Nomor Dua

Harga saham ISAT satu dekade terakhir.
Harga saham ISAT satu dekade terakhir.

Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis memberikan pandangan positif atas keberhasilan Indosat dalam membukukan peningkatan pendapatan yang kuat di tengah situasi yang sulit. Perseroan juga berhasil menempatkan dirinya sebagai operator telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia berdasarkan jumlah pelanggan dan pendapatan.

Berdasarkan data, pendapatan perseroan tumbuh 6,9% menjadi Rp 27,92 triliun pada 2020 dibandingkan 2019 yang senilai Rp 26,11 triliun. Tingkat pertumbuhan dan pendapatan perseroan jauh di atas PT XL Axiata Tbk (EXCL) dengan tingkat pertumbuhan 3,5% dari Rp 25,13 triliun menjadi Rp 26 triliun.

Begitu juga dengan jumlah pelanggan, Indosat mencatatkan peningkatan jumlah pel anggan sebesar 1,7% dari 59,3 juta menjadi 60,3 juta pelanggan dengan ARPU campuran meningkat menjadi Rp 31,9 ribu.

Sedangkan jumlah pelanggan XL mencapai 57,89 juta pada kuartal IV-2020 dengan rerata ARPU campuran naik menjadi Rp 36 ribu.

Alhasil, Indosat lebih unggul. Niko juga memberikan pandangan positif terhadap Indosat terkait pengembangan jumlah menara BTS 4G dibandingkan 3G dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data, jaringan BTS 4G Indosat telah mencapai 62.900 unit hingga akhir 2020 dibandingkan tahun sebelumnya 48.000 unit. Jumlah tersebut jauh di atas BTS 4G yang dimiliki XL yang sebanyak 54.300 unit sampai akhir tahun lalu.

Kemudian, trafik data Indosat melonjak 52,8% dari 3.211 petabytes menjadi 4.907 petabytes hingga akhir 2020. Indosat kembali mengalahkan XL dengan data trafik hanya bertumbuh 46,7% dari 3.320 petabytes menjadi 4.869 petabytes.

“Dengan posisi sebagai operator nomor dua, negosiasi antara perseroan dan Hutchison 3 bakal lebih kuat,” tulis Niko dalam risetnya.

Sebab itu, BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham ISAT dari Rp4.600 menjadi Rp 7.000 dengan rekomendasi beli. Target harga tersebut juga mempertimbangkan penjualan 4.000 menara telekomunikasi dan merger dengan Hutchison 3.

Target harga tersebut merefleksikan proyeksi BRI Danareksa Sekuritas terhadap peningkatan laba bersih Indosat tahun 2021 menjadi Rp 1,76 triliun dibandingkan tahun lalu yang mencatat rugi bersih senilai Rp 717 miliar.

Pendapatan perseroan juga diproyeksikan meningkat menjadi Rp 30,31 triliun pada 2021 dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 27,92 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN