Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Kino Indonesia Tbk (KINO)

PT Kino Indonesia Tbk (KINO)

Kino bakal Masuki Tahun yang Menguntungkan

Selasa, 22 Desember 2020 | 07:09 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Kino Indonesia Tbk (KINO) bakal memasuki tahun yang menguntungkan pada 2021. Hal itu akan didukung oleh permintaan terhadap seluruh produk perseroan, yang diperkirakan meningkat seiring membaiknya pasar.

Analis Trimegah Sekuritas Heribertus Ariando dan Darien Sanusi mengungkapkan, penjualan seluruh produk perseroan seperti perawatan tubuh (personal care), minuman, dan produk farmasi diprediksi bertumbuh tahun depan. Pertumbuhan paling pesat diharapkan datang dari produk personal care.

“Di antara seluruh segmen perseroan, produk personal care menunjukkan penurunan terendah tahun ini dibandingkan segmen minuman dan farmasi. Sebab itu, produk personal care akan pulih lebih baik pada 2021,” tulis Heribertus dan Darien dalam risetnya.

Salah satu pabrik PT Kino Indonesia Tbk (KINO).
Salah satu pabrik PT Kino Indonesia Tbk (KINO).

Penjualan produk personal care tersebut diperkirakan tumbuh 9% tahun depan dibandingkan tahun ini yang diprediksi turun 1%. Sedangkan penjualan minuman diharapkan naik 7% pada 2021 dibandingkan tahun ini yang diperkirakan turun 13%.

Selama ini, penjualan produk farmasi telah menjadi pendongkrak utama pertumbuhan pendapatan perseroan. Namun, tahun ini kondisinya berbalik, terutama setelah Filipina menerapkan lockdown dalam menanggulangi pandemic Covid-19.

“Penjualan produk farmasi perseroan diperkirakan tetap tergerus setidaknya hingga awal tahun 2021 akibatlockdown di Filipina,” ungkap Heribertus dan Darien.

Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas menurunkan target kinerja keuangan Kino Indonesia tahun 2020 dan 2021. Perkiraan laba bersih tahun 2020 diturunkan dari Rp 297 miliar menjadi Rp 225 miliar. Pemangkasan tersebut sejalan dengan proyeksi penurunan penjualan perseroan dari Rp 5,09 triliun menjadi Rp 4,2 triliun.

Begitu juga dengan perkiraan laba bersih perseroan tahun 2021 dipangkas dari Rp 375 miliar menjadi Rp 249 miliar. Sedangkan perkiraan penjualan perseroan tahun 2021 direvisi turun dari Rp 5,58 triliun menjadi Rp 4,59 triliun. Pemangkasan target kinerja tersebut juga mempertimbangkan rendahnya realisasi perseroan hingga kuartal III-2020 atau masih di bawah estimasi Trimegah Sekuritas.

Meski demikian, Trimegah Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham KINO dengan target harga direvisi turun dari Rp 4.500 menjadi Rp 3.800. Target harga tersebut mempertimbangkan perkiraan PE tahun 2021 sekitar 22 kali.

Capex 2021

Kino Indonesia. Foto: Perseroan.
Kino Indonesia. Foto: Perseroan.

Sebelumnya, Presiden Direktur Kino Indonesia Harry Sanusi mengatakan, perseroan akan lebih konservatif dalam menyusun rencana kerja tahun depan. Perseroan memperkirakan jumlah belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2021 tidak jauh berbeda tahun ini sekitar Rp 320 miliar.

Menurut dia, pandemi Covid-19 membuat utilisasi produksi perseroan menjadi turun, sehingga untuk mengatasi hal tersebut perseroan akan lebih konservatif dalam merencanakan capex.

“Kami bisa mengombinasikan utilitas yang belum maksimal, sehingga capex tahun depan tidak terlalu agresif,” jelas dia, belum lama ini.

Harry menegaskan, langkah tersebut seiring dengan strategi perseroan yang fokus untuk melakukan efisiensi terhadap operasional produksi agar tidak meningkatkan beban kinerja keuangan.

Selain itu, pihaknya fokus meningkatkan produksi pada produk-produk yang tengah dibutuhkan masyarakat di tengah pandemi, salah satunya produk sanitasi.

“Kebetulan kami punya produk berbasis sanitasi, sehingga itu akan mendongkrak atau mem-balance produk yang terdampak pandemi,” ujarnya.

Adapun produk pada segmen personal care menjadi yang paling terdampak pandemi, terutama produk-produk yang berkaitan dengan kecantikan. Sebab, di tengah pandemi, permintaan terhadap produk perawatan kecantikan menjadi turun seiring dengan keterbatasan gerak masyarakat yang membuat produk ini tidak terlalu dibutuhkan masyarakat.

Pabrik Kino Indonesia. Foto: IST
Pabrik Kino Indonesia. Foto: IST

Hingga kuartal III-2020, laba periode berjalan Kino Indonesia sebesar Rp 118,64 miliar, anjlok 67,52% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 365,29 miliar.

Sedangkan penjualan perseroan mencapai Rp 3,11 triliun, turun 11,9% dari Rp 3,48 triliun.

Secara rinci, penjualan ini disumbang oleh segmen perawatan tubuh sebesar Rp 1,58 triliun. Kemudian, pos minuman dan makanan berkontribusi masing-masing Rp 1,18 triliun dan Rp 290,95 miliar.

Kemudian, sektor farmasi senilai Rp 40,81 miliar dan makanan hewan Rp 11,09 miliar. Beban pokok penjualan juga turun 14,05% atau setara dengan Rp 1,59 triliun, sehingga laba kotor yang diperoleh Kino Indonesia pada akhir kuartal III-2020 mencapai Rp 1,51 triliun.

Meski begitu, peningkatan beban bunga sebesar 60,98% dan administrasi bank hingga 117,28% menekan laba bersih perseroan menjadi Rp 160,76 miliar sampai September tahun ini dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 441,74 miliar

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN