Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Papan IHSG. Foto ilustrasi: dok. Investor Daily

Papan IHSG. Foto ilustrasi: dok. Investor Daily

Kondisi Global Pengaruhi Perusahaan yang akan IPO

Rabu, 14 Agustus 2019 | 06:42 WIB

JAKARTA, investor.id – Sejumlah perusahaan diperkirakan telah mempertimbangkan kembali jadwal penawaran umum saham perdana (initial public of fering/IPO) saham. Hal ini menyusul adanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS)-Tiongkok dan isu global lainnya.

Plt Direktur Utama PT BNI Sekuritas Geger Maulana menjelaskan, tahun ini pihaknya mendapatkan mandat dari PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni untuk menangani IPO anak usahanya, yakni Rumah Sakit (RS) Pelni.

Saat ini, RS Pelni sedang dalam proses mendapatkan persetujuan dari regulator sebelum melakukan IPO. Namun Geger belum bisa menjelaskan jadwal IPO RS Pelni tersebut. Pasalnya, melalui koordinasi antara Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan Pelni, kedua pihak bersepakat untuk mengevaluasi kembali jadwal IPO dan ukuran IPO RS Pelni.

"Hal ini dilakukan karena melihat kondisi pasar modal dan perekonomian pasca pemilihan presiden dan perang dagang yang masih bergerak volatil. Melihat situasi global, lokal dan politik tersebut sepertinya ada penundaan dari Kementerian BUMN," ungkap dia.

Evaluasi mengenai waktu IPO ini tidak hanya ditujukan untuk RS Pelni, namun juga kepada perusahaan BUMN dan anak usaha BUMN lain yang akan melakukan aksi korporasi. Geger menjelaskan, selain menangani IPO RS Pelni, BNI Sekuritas juga menangani IPO anak usaha BUMN lain yang bergerak di bidang infrastruktur, energi dan gas, kelistrikan, pelabuhan, penerbangan, dan telekomunikasi.

Di sisi lain, Direktur Investment Banking PT Danareksa Sekuritas Boumediene M Sihombing mengungkapkan, adanya gejolak di perekonomian global mempengaruhi keinginan calon emiten untuk IPO. "Calon emiten masih ada sedikit kekhawatiran di global," terang dia.

Namun terlepas dari hal itu semua, Boumediene mengungkapkan, pihaknya saat ini masih berharap IPO yang ditangani bisa berjalan sesuai harapan. Saat ini, Danareksa Sekuritas sedang menangani IPO sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang manufaktur.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN