Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nippon Indosari. Foto: DAVID GITA ROZA

Nippon Indosari. Foto: DAVID GITA ROZA

Konsistensi Pertumbuhan Nippon Indosari

Sabtu, 9 Mei 2020 | 04:50 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) diproyeksikan mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan di tengah pandemi Covid-19. Ekspektasi tersebut didukung oleh kuatnya brand produk perseroan dan penetrasi pasar di sejumlah peritel.

Tren berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan Nippon Indosari didukung oleh keberhasilan perseroan yang konsisten mencetak peningkatan volume penjualan di seluruh channeling, baik pasar umum (general trade) dan pasar modern (modern trade) masingmasing sebesar 14% dan 26% pada kuartal I-2020,” tulis analis Sinarmas Sekuritas Paulina dalam risetnya, baru-baru ini.

Produsen roti merek Sari Roti tersebut mencatatkan kontribusi penjualan melalui ritel modern sebesar 74,4% terhadap total penjualan perseroan pada kuartal I-2020. Lonjakan tersebut didukung oleh gencarnya perluasan gerai penjualan perseroan di sejumlah ritel modern.

Sedangkan penjualan ekspor perseroan justru turun sebesar 19% pada kuartal I-2020. Penurunan dipengaruhi oleh kebijakan Pemerintah Filipina terkait penanganan pandemic Covid-19.

Pada kuartal I-2020, Nippon Indosari membukukan kenaikan pendapatan sebesar 15,3% menjadi Rp 913 miliar dibandingkan periode sama 2019 yang sebesar Rp 792 miliar. Laba bersih tumbuh 20% dari Rp 65 miliar menjadi Rp 78 miliar.

Nippon Indosari
Nippon Indosari

Kenaikan laba sejalan dengan pertumbuhan penjualan dan peningkatan margin keuntungan bersih (net margin) sebesar dari 8,2% menjadi 8,5%.

Selain konsistensi pertumbuhan penjualan perseroan, produk roti besutan Nippon Indosari mudah didapatkan konsumen, karena telah menjadi penetrasi utama produk roti di ritel modern.

Selain itu, brand roti perseroan sudah terkenal di masyarakat, sehingga mempermudah penjualan perseroan di tengah kebijakan pembatasan sosial (social distancing) oleh pemerintah.

Berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan di tengah pandemi, menurut Paulina, bakal didukung oleh keputusan perseroan untuk mengubah strategi penjualan selama pandemic dengan meningkatkan inventori produk di kawasan permukiman setelah penurunan trafik orang ke sekolah dan kantor.

Perseroan juga memfokuskan penjualan produk yang bergerak cepat yang mewakili sebesar 80% dari total penjualan. Perseroan juga sedang membangun pabrik roti baru di Banjarmasin dan Pekanbaru dengan target penyelesaian akhir 2020.

“Pabrik baru tersebut diharapkan mendongkrak kapasitas produksi perseroan sebesar 10-18%,” ungkap Paulina.

Sementara itu, terkait dengan pandemi, Nippon Indosari telah menurunkan ekspektasi peningkatan penjualannya menjadi sebesar 18% tahun ini dibandingkan tahun lalu.

“Perseroan juga kemungkinan menunda kenaikan rata-rata harga jual sebesar 2% hingga akhir tahun, seiring dengan penurunan daya beli masyarakat,” jelas Paulina.

Berbagai faktor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ROTI degan target harga Rp 1.420. Target harga tersebut mengimplikasikan perkiraan PE tahun ini sekitar 25,8 kali.

Target tersebut juga menggambarkan Nippon Indosari sebagai perusahaan yang defensif, yaitu perusahaan yang mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Sinarmas Sekuritas menargetkan kenaikan pendapatan Nippon Indosari sebesar 15,9% menjadi Rp 3,86 triliun pada 2020 dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 3,33 triliun.

Nippon Indosari
Nippon Indosari

Laba bersih juga diperkirakan ber- tumbuh menjadi Rp 343 mililar pada 2020 dibandingkan perolehan tahun lalu senilai Rp 301 miliar.Sementara itu, analis Trimegah Sekuritas Darien Sanusi dan Heribertus Ariando mengungkapkan, Nippon Indosari merupakan perusahaan yang tetap tangguh di tengah ketidakpastian situasi akibat Covid-19. Hal ini ditunjukkan oleh keberhasilan perseroan mencetak pertumbuhan penjualan sebesar 15% yang didukung penjualan melalui ritel tradisional dan modern.

“Bahkan penjualan produk perseroan melalui supermarket dan hypermarket melampaui perkiraan. Sedangkan penjualan melalui minimarket cenderung stabil,” tulis Darien dan Heribertus dalam risetnya.

Pertumbuhan kinerja keuangan perseroan juga didukung oleh inisiatif untuk mengurangi dampak negative wabah Covid-19 terhadap kinerja keuangan. Di antaranya, memperkenalkan mekanisme penjualan langsung melalui aplikasi WhatsApp untuk ritel tradisional, peningkatan inventori produk ke kawasan perumahan penduduk dan peningkatan kehadiran perseroan di seluruh gerai e-commerce dan ritel modern.

“Perseroan juga sudah berhasil mengamankan harga pembelian tepung terigu sebagai bahan baku produk perseroan hingga semester I-2020 dari fluktuasi nilai tukar dan harga jual komoditas terigu,” ungkap Darien dan Heribertus.

Karena itu, Trimegah Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ROTI dengan target harga Rp 1.700. Target harga tersebut mengimplikasikan target PE tahun ini sekitar 30 kali.

Target harga tersebut sudah sesuai dengan perkiraan Trimegah Sekuritas. Trimegah Sekuritas menargetkan kenaikan pendapatan Nippon Indosari menjadi Rp 3,93 triliun tahun ini dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 3,33 triliun. Laba bersih juga diharapkan bertumbuh dari Rp 301 miliar menjadi Rp 354 miliar.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Nippon Indosari Sri Mulyana mengatakan, pihaknya meraih fasilitas kredit senilai Rp 1 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Pinjaman tersebut akan dimanfaatkan perseroan sebagai modal kerja. BCA memberikan dua jenis fasilitas, yakni time loan revolving senilai Rp 500 miliar dengan suku bunga 8,5% per tahun dan berjangka waktu hingga 11 Desember 2020.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN