Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi. Foto: TheDigitalWay (Pixabay)

Ilustrasi. Foto: TheDigitalWay (Pixabay)

Korporasi Incar Dana Rp 38,5 Triliun dari Emisi Surat Utang

Rabu, 7 Oktober 2020 | 07:22 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Sebanyak 30 emiten dari berbagai sektor tengah menyiapkan penawaran surat utang senilai total Rp 38,59 triliun. Sementara itu, total nilai penerbitan surat utang sepanjang tahun ini tetap diprediksi pada level moderat Rp 100 triliun.

Berdasarkan mandat pemeringkatan yang diperoleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) hingga 30 September 2020, sektor konstruksi menjadi yang paling tinggi dari sisi nilai emisi surat utang. Sebanyak lima perusahaan konstruksi menargetkan dana Rp 5,3 triliun, kemudian sektor pembiayaan yang sebanyak dua perusahaan dengan target Rp 4,4 triliun, dan empat bank mengincar emisi hingga Rp 3,95 triliun.

Selanjutnya, tiga perusahaan manufaktur membidik emisi surat utang Rp 1,8 triliun, dua emiten yang merupakan induk dari beberapa perusahaan mengincar dana Rp 1,38 triliun, dan dua perusahaan properti merancang penerbitan surat utang Rp 1,25 triliun.

Adapun secara akumulasi, sektor keuangan non-bank, barang konsumsi, pelabuhan, jalan tol, perkebunan, multifinance, kimia, pulp and paper, jasa penyediaan fiber optik, telekomunikasi, lembaga keuangan khusus, dan transportasi menargetkan emisi surat utang Rp 20,5 triliun. Setiap sektor tersebut mewakili satu emiten.

Sementara itu, data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sejak awal tahun hingga 25 September adalah 81 penerbitan dari 53 emiten senilai Rp 65,43 triliun.

Head of Fixed Income Research PT Mandiri Sekuritas Handy Yunianto mengatakan, nilai penerbitan surat utang pada kuartal IV-2020 diprediksi cukup tinggi, seiring dengan kebutuhan pelunasan kembali (refinancing) utang korporasi. Faktor ini turut didukung oleh biaya dana atau cost of fund yang masih cukup rendah, tercermin dari turunnya risk free imbal hasil surat utang negara (SUN).

“Kami memperkirakan realisasi penerbitan surat utang korporasi sepanjang 2020 masih bisa menyentuh Rp 100 triliun,” jelas dia kepada Investor Daily, Selasa (6/10).

Handy menegaskan, Pefindo memang memiliki pangsa pasar pemeringkat rating yang besar untuk obligasi korporasi. Namun, selain Pefindo, masih ada lembaga pemeringkat lain seperti Fitch Ratings Indonesia. Sehingga, pihaknya meyakini ada potensi nilai penerbitan yang lebih besar dari mandat Pefindo per 30 September 2020.

Realisasi penerbitan surat utang, lanjut dia, bisa lebih marak pada kuartal IV apabila terjadi perbaikan pertumbuhan ekonomi. Hal ini bisa menambah faktor pendorong selain masih rendahnya yield SUN.

Penawaran

Sementara itu, sejumlah emiten melangsungkan penawaran obligasi sejak awal Oktober untuk membiayai ekspansi dan pelunasan utang. Semisal, PT Federal International Finance (FIF) yang menggelar Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) IV Tahap II senilai Rp 1,5 triliun. Obligasi ini dijadwalkan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Oktober.  Sementara, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menuntaskan masa penawaran surat berharga komersial (SBK) senilai Rp 1 triliun pada 7 Oktober.

Kemudian, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR), bagian dari Sinarmas, menawarkan Obligasi Berkelanjutan II SMART Tahap II Tahun 2020 senilai Rp 1,4 triliun.  Penawaran obligasi akan berlangsung pada 15-19 Oktober.

Perseroan akan menggunakan dana sekitar 42% dari emisi obligasi untuk belanja modal, yakni untuk membiayai penyelesaian penambahan kapasitas pabrik biodiesel yang berlokasi di Tarjun, Kalimantan Selatan. Selanjutnya sekitar 29% lainnya untuk pembayaran angsuran pokok utang bank jangka panjang perseroan.

Emiten Grup Sinarmas lain, yakni PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), menawarkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II senilai Rp 875 miliar. Perseroan turut menggelar penawaran selama 15-19 Oktober. Pada periode sama, PT Indonesia Infrastruktur Finance menawarkan obligasi senilai Rp 1,5 triliun.

Emiten pembiayaan lain, PT Bussan Auto Finance Indonesia Tbk (BAFI) menawarkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap II senilai Rp 485 miliar. Masa penawaran umum akan berlangsung pada 15 Oktober. Sekitar 50% dana hasil penerbitan sukuk digunakan untuk melunasi pinjaman perseroan dan 50% untuk menunjang kegiatan pembiayaan konsumen perseroan yang berbasis syariah.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN