Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi perusahaan. (Pixabay)

Ilustrasi perusahaan. (Pixabay)

Korporasi Raih Rp 144,9 Triliun dari Surat Utang, Masih Marak!

Minggu, 27 Nov 2022 | 19:40 WIB
Ghafur Fadillah (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Sepanjang Januari hingga Oktober 2022, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat nilai penerbitan surat utang korporasi mencapai Rp 144,9 triliun, meningkat 28,23% dibandingkan tahun lalu yang senilai Rp 113 triliun.

Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin mengatakan, nilai emisi surat utang tersebut melebihi yang jatuh tempo. Dengan demikian, nilai outstanding surat utang korporasi meningkat dari Rp 493,5 triliun menjadi Rp 520,5 triliun.

Baca juga: Perusahaan yang Listing di BEI Tahun Ini Bisa Capai 60, Tembus Target!

Peningkatan nilai penerbitan obligasi korporasi ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan mendorong perusahaan untuk menerbitkan surat utang korporasi.

Advertisement

Selain itu, tingginya penerbitan ini didukung oleh kebutuhan untuk refinancing utang, yaitu memanfaatkan suku bunga rendah di awal tahun untuk mengganti surat utang mahal dengan yang lebih murah.

“PDB riil tumbuh lebih tinggi dengan 5,72% (year on year/yoy) pada kuartal III-2022 dan secara kumulatif 5,3% (yoy) selama tiga kuartal pada 2022, lebih tinggi 3,69% pada tahun 2021. Sementara itu, surat utang jatuh tempo untuk tahun 2022 mencapai Rp 157,04 triliun, naik 25,2% dibandingkan dengan Rp 125,41 triliun pada 2021,” jelas Ahmad kepada Investor Daily, Minggu (27/11/2022).

Baca juga: BEI Pasang Target 57 Perusahaan IPO pada 2023

Menurut dia, secara keseluruhan, penerbitan oleh sektor non-keuangan melampaui sektor keuangan. Sementara, sektor keuangan menghadapi likuiditas yang melimpah, meski baru-baru ini mulai mengetat seiring dengan kebijakan moneter yang lebih ketat. Hal ini membuat sektor keuangan mengurangi kebutuhan untuk menerbitkan obligasi.

“Sedangkan sektor non-keuangan menghadapi peningkatan permintaan seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Mereka membutuhkan lebih banyak dana untuk investasi dan modal kerja mereka,” ujarnya.

Baca juga: 5 Desember, BEI Rilis Papan New Economy

Selama Januari-Oktober 2022, perusahaan pembiayaan menerbitkan surat utang Rp 41,9 triliun, meningkat 6,7% dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 39,26 triliun.

Kemudian, penerbitan oleh perbankan meningkat 83,6% dari Rp 7,68 triliun menjadi Rp 14,09 triliun. Lonjakan penerbitan juga dibukukan oleh emiten di industri pertambangan yang mana mencapai Rp 13,23 triliun, lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2021.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com