Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Krakatau Steel. Foto: Defrizal

Krakatau Steel. Foto: Defrizal

Krakatau Steel Incar Dana Rp 3 Triliun dari Rights Issue

Rabu, 24 November 2021 | 00:07 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue pada 2022 dengan mengincar dana segar Rp 3 triliun.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim memastikan bahwa tahun depan perseroan akan menggelar rights issue. "Waktunya kami masih memperhitungkan antara kuartal II atau III. Besarnya US$ 200 juta atau Rp 3 triliun atau kurang lebih Rp 2,8 triliun sekian," kata dia dalam paparan publik, Selasa (23/11).

Ia melanjutkan, dana yang terhimpun dari aksi korporasi tersebut akan dipakai untuk menekan beban utang agar ke depan posisi keuangan perusahaan bisa lebih baik. Bahkan akhir tahun ini, perseroan akan menutup utang sekitar US$ 200 juta atau setara Rp 2,8 triliun dan US$ 500 juta atau Rp 7,1 triliun pada tahun depan. "Urutannya kami atur sedemikian rupa supaya sesuai dengan rencana restrukturisasi di awal," imbuh Silmy.

Selain rights issue, emiten plat merah tersebut juga sedang dalam proses untuk menerbitkan Obligasi Wajib Konversi (OWK) sebesar Rp 800 miliar. "Sedang proses karena OWK ini hubungannya dengan Kementerian Keuangan dan OWK akan dikonversi setelah 7 tahun," papar Silmy.

Tahun depan, Krakatau Steel menargetkan penjualan dapat tumbuh sebesar 26%. Dari sisi profitabilitas, perseroan akan terus berupaya melakukan perbaikan agar hasilnya lebih baik dibandingkan tahun ini. Tentunya ditopang dengan roadmap yang sudah disiapkan untuk mencapai posisi ideal.

Sementara itu, dari sisi aset, Krakatau Steel masih fokus mencari mitra stategis dalam rencana divestasi subholding PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) yang dulu menyandang nama PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC).

Silmy menyebut dua mitra strategis telah menyatakan minat. Pertama, Indonesia Investment Authority (INA) yang merupakan bentukan Kemenkeu dan Kementerian BUMN. Kedua, Perusahaan Pengelola Aset (PPA). "Sedang memasuki proses tahap akhir untuk finalisasi deal-nya agar hasilnya berjalan seperti apa yang kami tawarkan di awal dengan kepemilikan 40% di KSI," terangnya.

Kemudian untuk tahun depan, perseroan akan mengoptimalisasikan subholding Krakatau Baja Konstruksi (KBK) dan beberapa fixed aset melalui penyertaan atau penggabungan dengan aset di KSI. “Jadi, nanti Krakatau Steel akan menjadi satu holding company yang sangat ramping yang fokus di bisnis baja dan infrastruktur. Ini proses ultimate dari restrukturisasi di Krakatau Steel,” ujar Silmy.

Sementara itu, hingga kuartal III-2021, Krakatau Steel mencatatkan laba bersih sebesar Rp 853 miliar. Hal itu melanjutkan tren peningkatan laba perseroan, setelah mencetak laba bersih Rp 326 miliar pada 2020, lalu Rp 329 miliar pada kuartal I-2021 dan Rp 475 miliar pada semester I-2021.

Adapun laba bersih Krakatau Steel hingga kuartal III-2021 ditopang oleh peningkatan penjualan, efisiensi, dan kontribusi anak perusahaan. Hal itu merupakan hasil transformasi secara menyeluruh di Krakatau Steel Group.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN