Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Foto: Perseroan.

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Foto: Perseroan.

UNTUNG BERKISAR US$ 40-50 JUTA

Krakatau Steel Pangkas Biaya Operasional 41% Menjadi US$ 200,8 Juta di 2020

Minggu, 24 Januari 2021 | 15:11 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) berhasil memangkas biaya operasional sebesar 41% menjadi US$ 200,8 juta pada 2020, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 337,4 juta. Penurunan biaya tersebut tercapai setelah perseroan menjalankan program transformasi dan restrukturisasi.

Efisiensi biaya bersamaan dengan peningkatan volume penjualan produk berpotensi membuat Krakatau Steel meraup untuk laba bersih senilai US$ 40-50 juta pada 2020. Pertumbuhan kinerja keuangan tersebut diharapkan berlanjut dalam beberapa tahun mendatang, seiring masih berjalannya efisiensi dan ekspektasi perbaikan ekonomi Indonesia.

Corporate Secretary Krakatau Steel Pria Utama mengatakan, sejak dimulainya transformasi dan restrukturisasi perseroan sejak akhir 2018, program efisiensi yang dijalankan Krakatau Steel memberikan dampak siginifikan terhadap penurunan biaya operasional Krakatau Steel. Perseroan sukses memangkas biaya operasional sebesar 41% dari US$ 337,4 juta pada 2019 menjadi US$ 200,8 juta pada 2020.

Sejumlah komponen biaya yang berhasil diturunkan terdiri atas biaya energi, biaya utility, biaya consumable, biaya sparepart, maupun biaya operasional lainnya. “Atas upaya optimalisasi rantai pasokan dan menjaga kehandalan produksi, Krakatau Steel berhasil menurunkan biaya energi hingga 47% menjadi US$ 20,5 juta pada 2020, dibandingkan tahun sebelumnya US$ 38 juta,” ujarnya melalui siaran pers diterima Investor Daily di Jakarta, Minggu (23/1).

Sedangkan penurunan biaya terbanyak yang berhasil dicapai perseroan adalah biaya consumable terpangkas hingga 59% dari US$ 40,6 juta menjadi US$ 16 juta pada 2020. Biaya sparepart turun 56% menjadi US$ 4,5 juta tahun 2020, dibandingkan tahun 2019 senilai US$ 11 juta. Biaya utility juga turun 27% dari US$ 53,5 juta menjadi US$ 39,2 juta.

“Penurunan biaya ini merupakan sebuah pencapaian luar biasa yang dilakukan Krakatau Steel. Komitmen kami untuk bertransformasi dan memperbaiki kinerja terus kami jalankan agar Krakatau Steel semakin kuat di pasar baja nasional maupun regional,” lanjut Pria.

Krakatau Steel juga sukses menjalankan efisiensi organisasi melalui penerapan optimalisasi tenaga kerja dan strategi negative growth. Pada 2020, perseroan berhasil menekan biaya tenaga kerja organik sebesar 33% menjadi US$ 61,6 juta, dibandingkan tahun sebelumnya mencapai US$ 92,2 juta. Selain itu, biaya tenaga kerja outsourcing terpangkas signifikan, yaitu sebesar 74% menjadi US$ 9,8 juta tahun 2020, dibandingkan tahun 2019 mencapai US$ 38 juta.

Lebih rinci, dia mengatakan, penurunan biaya outsourcing Jasa Borongan sebesar 67% dari US$ 5,3 juta menjadi US$ 1,7 juta tahun 2020. Hal ini merupakan bagian dari strategi efisiensi biaya tenaga kerja outsourcing yang memprioritaskan kepentingan peningkatan penjualan dan pendapatan.

Pria menambahkan, perseroan akan terus melanjutkan inisiatif efisiensi yang telah berjalan dalam beberapa tahun ini. Efisiensi tentu akan menekan beban pokok penjualan, sehingga daya saing produk baja Krakatau Steel mengalami peningkatan.

“Dengan semakin kompetitif serta didukung strategi pemasaran yang baik, kami yakin mampu untuk meningkatkan volume penjualan tahun 2021 yang diharapkan berimbas terhadap kinerja yang lebih baik lagi. Tahun 2020, Krakatau Steel optimistis meraup keuntungan berkisar di US$ 40-50 juta”, tutup Pria.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN