Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Michael Steven, Founder and CEO PT Kresna Graha Investama Tbk. Foto: Investor Daily/UTHAN

Michael Steven, Founder and CEO PT Kresna Graha Investama Tbk. Foto: Investor Daily/UTHAN

Kresna Investama Bikin Joint Venture dengan Perusahaan Tiongkok

Thereis Love Kalla, Rabu, 22 Januari 2020 | 16:06 WIB

JAKARTA --PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) tengah menjajaki kerja sama pendirian perusahaan patungan (joint venture/ JV) dengan perusahaan investasi asal Tiongkok, Black Panther Capital. 

Founder dan CEO Kresna Graha Investama Michael Steven mengungkapkan, rencana JV tersebut tengah dipersiapkan, dan kemungkinan akan direalisasikan sekitar tiga sampai enam bulan ke depan. “Tiga sampai enam bulan, saat ini kita sedang mempersiapkannya, “ ujarnya di Jakarta, Rabu (22/1).

Menurut Michael, nantinya aksi korporasi ini juga dapat dilakukan melalui anak usaha atau perusahaan yang berada dalam Grup Kresna. “Terutama perusahaan-perusahaan teknologi yang kita miliki,” ungkapnya.

Michael menjelaskan, Black Panther Capital sudah biasa berinvestasi pada perusahaan – perusahaan berstatus unicorn yang berada di Tiongkok. “Seperti di Tencent, Tiktok, terus di Pintoto, Alibaba semacam itu. Mereka ingin masuk ke Indonesia, bekerja sama dengan Kresna, untuk membawa unicorn-unicorn itu ke Indonesia, dan sama-sama membuat unicorn-unicorn baru di Indonesia,” kata dia.

Tentang jumlah kepemilikan dalam kerja sama ini, Michael menyatakan, hal itu masih akan dibahas lebih lanjut oleh Kresna dan Black Panther Capital. “Kita belum bahas sampai tahap itu, maunya kita sama sama aja, 50:50, tapi kita lihat nanti,” tutur Michael.

Founder & CEO Black Panther Capital Alice Zhang, mengatakan, kerja sama dengan Kresna diharapkan dapat membuka jalan lebih luas lagi bagi investor di Tiongkok agar dapat berinvestasi di Indonesia. “Besaran capital market di Tiongkok jauh lebih besar dibanding di Indonesia. Saya pikir, banyak investor di Tiongkok yang tertarik untuk ke Indonesia, karena memiliki sekitar 200 juta investor,” ungkapnya.

Alice mengungkapkan, saham-saham perusahaan teknologi yang ada pada Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki harga yang sangat murah. Menurut dia peluang tersebut harus dapat dimanfaatkan dengan baik, terlebih Black Panther fokus berinvestasi pada perusahaan-perusahaan teknologi.

Lebih lanjut, Alice menargetkan perusahaan hasil JV dengan Kresna dapat melakukan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/ IPO) saham di BEI. “Harapannya nanti JV, Kresna-Panther akan dapat mencatatkan diri di BEI dalam waktu dua tahun. Harapannya kita dapat membuat sebuah rekor,” ungkapnya.

Kendati demikian, Alice enggan menjelaskan secara detail jumlah nilai investasi dalam aksi korporasi tersebut. “Kira-kira kita akan investasi di sepuluh perusahaan. Mungkin nanti saat saya ke sini lagi akan saya jelaskan,” kata Alice.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN