Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Michael Steven, Founder and CEO PT Kresna Graha Investama Tbk. Foto: Investor Daily/UTHAN

Michael Steven, Founder and CEO PT Kresna Graha Investama Tbk. Foto: Investor Daily/UTHAN

Kresna Segera Investasi di Perusahaan Biotech Amerika

Farid Firdaus, Selasa, 10 Desember 2019 | 21:31 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) melalui anak usahanya, Kresna Biotech Ventures, tengah memfinalisasi rencana investasi pada perusahaan bioteknologi luar negeri, yakni RWDC Industries dan Samumed LLC. Langkah ini sekaligus menandakan perseroan mulai masuk ke bisnis life science dan biotechnology.

Founder dan CEO Kresna Graha Investama Michael Steven mengatakan, sebagai salah satu perusahaan terdepan di sektor digital dan teknologi, perseroan ingin menghadirkan teknologi tercanggih untuk masyarakat Indonesia.

“Hal ini tidak hanya akan meningkatkan perusahaan kami sebagai peluang investasi yang luar biasa menarik, tetapi juga sebagai komitmen perusahaan untuk membawa nilai-nilai positif ke masyarakat dan lingkungan sekitar,” jelas dia dalam keterangan resmi, Selasa (10/12).

Sebagai informasi, RWDC Industries adalah perusahaan biotech berbasis di Singapura dan Amerika Serikat (AS). Perusahaan ini memanfaatkan alam untuk menghasilkan bahan-bahan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. RWDC mempunyai misi menggantikan plastik sekali pakai berbahan dasar minyak dengan plastik yang dapat terurai (biodegradable) dan terbuat dari bahan-bahan yang aman dan berkelanjutan.

Sementara itu, Samumed LLC merupakan perusahaan biotech dari San Diego. Perusahaan ini melakukan penelitian dan pengembangan medis terkemuka untuk regenerasi tingkat jaringan tubuh. Samumed mengembangkan terapi untuk mengatasi berbagai penyakit degeneratif, ilmu pengobatan regeneratif dan onkologi.

Adapun Kresna melalui anak-anak usahanya juga kerap mencari peluang kerja sama dengan berbagai investor domestik dan luar negeri. Belum lama ini, PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS), bagian Grup Kresna, mengakui tengah didekati oleh sejumlah investor asing dan domestik. Perseroan yang baru melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada September lalu bakal ekspansif pada tahun depan.

Direktur Utama Telefast Indonesia Jody Hedrian mengatakan, setelah menggelar IPO, ada beberapa calon investor yang kerap bertanya lebih mendalam mengenai bisnis perseroan. Salah satunya adalah investor dari Amerika Serikat. “Kami ada beberapa pembicaraan, sebelumnya kami menjelaskan prospek bisnis lewat teleconference kepada investor di AS. Setelah IPO, kami memang punya kesempatan untuk lebih dikenal,” jelas dia di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Jody, sebagai perusahaan rintisan (start-up) yang fokus pada pengembangan aplikasi digital di bidang sumber daya manusia (SDM), perusahaan punya pasar yang cukup besar. Apalagi, perusahaan sejenis jarang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Di mata investor, hal tersebut menjadi nilai tambah perseroan.

“Investor tertarik ketika mereka mengetahui potensi pengembangan aplikasi SDM di Indonesia. Karena jumlah penduduk yang banyak, jadi pengembangannya berbeda dengan negara lain,” kata dia.

Sebagai informasi, Kejora Ventures sebelumnya membeli sebagian saham PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA), anak usaha dari PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), pada Agustus 2019. Ketika itu, transaksi ini dipimpin melalui InterVest Star SEA Growth Fund I, dana yang dikelola bersama oleh Kejora dan InterVest. Adapun M Cash juga merupakan induk dari Telefast.

Dari sisi kinerja, kata Jody, perseroan masih optimistis mampu mencapai target sesuai apa yang tercantum dalam prospektus IPO. Sepanjang tahun ini, perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp 687 miliar. Sedangkan realisasi pada kuartal III-2019, perseroan membukukan penjualan Rp 527,7 miliar, naik 14% dibanding periode sama tahun lalu Rp 463,3 miliar.

Rencana IPO

Sebelumnya, Managing Director  Kresna Graha Investama Jahja Suryandy mengatakan, pihaknya berencana menyiapkan salah satu anak usahanya yang bergerak di bisnis digital untuk IPO pada 2020. Target nilai IPO diharapkan dua kali lebih besar dibanding PT Digital Mediatama Maxiama Tbk (DMMX) yang berjasil menghimpun dana Rp 618 miliar.

“Perusahaan yang akan kami bawa IPO ini sudah menghasilkan profit. Kami siapkan mereka supaya nanti valuasinya lebih bagus. Rencananya, kita akan menggunakan dasar valuasi laporan keuangan April 2020,” jelas Jahja.

Sebagai informasi, Kresna melalui Kresna Sekuritas juga tercatat rajin membawa sejumlah start-up untuk melangsungkan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA