Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama Kresna Sekuritas Oktavianus Budianto

Direktur Utama Kresna Sekuritas Oktavianus Budianto

STATUS ANGGOTA BURSA DICABUT

Kresna Sekuritas Beri Waktu 30 Hari kepada Nasabah untuk Pindah

Kamis, 29 Juli 2021 | 07:03 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut surat persetujuan anggota bursa (SPAB) PT Kresna Sekuritas terhitung mulai 28 Juli 2021. Sebab itu, Kresna Sekuritas memberi waktu selama 30 hari kepada para nasabah untuk memindahkan saham dan uangnya ke perusahaan efek anggota bursa (AB) sesuai pilihan masing-masing.

Direktur Utama Kresna Sekuritas Octavianus Budiyanto mengatakan, pihaknya sudah mengirim email kepada para nasabah mengenai pemindahan tersebut. Selanjutnya, Kresna Sekuritas akan fokus sebagai perusahaan efek non-anggota bursa (non-AB).

“Kami memberi waktu 30 hari. Setelah itu, saham yang clean dan clear akan dipindahkan ke KSEI. Kami akan selalu mengikuti arahan dari OJK dan BEI,” kata Octavianus kepada Investor Daily, Rabu (28/7).

Sementara itu, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian Sihar Manullang menjelaskan, pencabutan keanggotaan bursa Kresna Sekuritas didasarkan atas ketentuan III.1.2 dan III.2.1 Peraturan Bursa Nomor III-G tentang suspensi dan pencabutan persetujuan keanggotaan bursa.

"Pertimbangan pencabutan SPAB Kresna Sekuritas adalah Kresna telah disuspen selama lebih dari 90 hari berturut-turut, sehingga sesuai dengan ketentuan III.1.2 dan III.2.1 peraturan III-G tentang suspensi dan pencabutan persetujuan anggota bursa, bursa dapat melakukan pencabutan SPAB,” jelasnya.

Sebelumnya, pada Oktober tahun lalu, BEI telah melakukan suspensi atau membekukan sementara aktivitas perdagangan Kresna Sekuritas. BEI menindaklanjuti surat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor:S-1067/PM.21/2020 tanggal 23 Oktober 2020 perihal penghentian sementara kegiatan usaha PT Kresna Sekuritas mulai sesi I perdagangan efek pada 23 Oktober 2020 hingga pemberitahuan lebih lanjut. Hal ini lantaran berdasarkan hasil pemeriksaan bursa pada 2019 diketahui pelaksanaan kegiatan transaksi margin belum sesuai dengan ketentuan terkait transaksi margin atau short selling.

Seperti diketahui, Kresna Sekuritas dengan kode anggota bursa KS memiliki kegiatan usaha, yaitu menjalankan kegiatan usaha sebagai perantara pedagang efek dan penjamin emisi efek. Perseroan mendapatkan izin usaha sebagai perantara pedagang efek dan penjamin emisi efek pada 30 April 2015, sedangkan izin pembiayaan terutama perdagangan margin pada 31 Juli 2015.

RHB Asset Management

Di lain pihak, RHB Banking Group mengumumkan bahwa PT RHB Sekuritas Indonesia, anak usaha RHB Investment Bank Bhd, telah menandatangani perjanjian pembelian saham bersyarat (CSPA) dengan Allianz Global Investors Asia Pacific Ltd (AllianzGI) dan PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life Indonesia) atas pelepasan jasa pengelolaan investasinya di PT RHB Asset Management Indonesia (RHBAMI).

Group Managing Director dan Group CEO RHB Banking Group Dato' Khairussaleh Ramli menyatakan, Indonesia tetap menjadi penggerak pasar utama dan bagian penting dari jejak regional RHB Banking Group, dimana RHB telah beroperasi selama 12 tahun. “Oleh karena itu, kami akan fokus untuk meningkatkan dan mengembangkan bisnis sekuritas dan investment banking di Indonesia melalui PT RHB Sekuritas Indonesia sebagai bagian untuk mendorong pertumbuhan bisnis perseroan,” ungkapnya dalam keterangan tertulis.

Rencana transaksi mencakup pelepasan seluruh kepemilikan saham PT RHB Sekuritas Indonesia sebesar 98,62% dan 1,00% kepemilikan di RHBAMI masing-masing kepada AllianzGI dan Allianz Life Indonesia. Transaksi ini diharapkan akan selesai pada kuartal IV-2021 dan tunduk pada kondisi CSPA, termasuk persetujuan oleh OJK di Indonesia.

RHBAMI telah melayani nasabah di Indonesia selama 12 tahun terakhir, dan mempertahankan dana kelolan (asset under management/AUM) sebesar US$ 480 juta per Desember 2020. Dalam kurun waktu tersebut, RHBAMI telah mengembangkan basis kliennya secara signifikan melalui distribusi multi-channel. Keputusan tersebut konsisten dengan strategi FIT22 Grup untuk fokus pada kekuatan dan kemampuannya untuk bersaing secara efektif, dimana RHB Banking Group akan terus membangun bisnis sekuritas dan investment banking di Indonesia.

“Klien RHBAMI yang sudah ada akan mendapatkan keuntungan dari proses transaksi perusahaan ini dengan memiliki akses ke rangkaian produk dan layanan investasi yang lebih luas, serta keahlian investasi dan research pada skala regional dan global, melalui jaringan AllianzGI. Tim kami di Indonesia akan memastikan kelancaran transisi klien kami serta staf RHBAMI yang ada ke grup yang lebih besar,” ujar Dato' Khairussaleh.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN