Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) Michael Steven (dua dari kanan), Komisaris Utama KREN Ingrid Kusumodjojo (tiga dari kanan) serta jajaran direksi dan komisaris KREN (dari kiri ke kanan) Robinsom Simbolon, Suryandy Jahja, Dewi Kartini Laya dan Sanverandy H Kusuma berbincang di sela paparan publik di Jakarta, Selasa (7/5/2019).   Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Direktur Utama PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) Michael Steven (dua dari kanan), Komisaris Utama KREN Ingrid Kusumodjojo (tiga dari kanan) serta jajaran direksi dan komisaris KREN (dari kiri ke kanan) Robinsom Simbolon, Suryandy Jahja, Dewi Kartini Laya dan Sanverandy H Kusuma berbincang di sela paparan publik di Jakarta, Selasa (7/5/2019). Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Kresna Siap Tangani IPO Empat Start-up Rp 1,2 Triliun

Farid Firdaus, Kamis, 9 Mei 2019 | 01:06 WIB

JAKARTA – PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) siap menangani rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham tiga hingga empat perusahaan rintisan (start-up) tahun ini. Perseroan memproyeksikan dana IPO yang dapat diraih dari aksi tersebut sebesar Rp 1,2 triliun.

Managing Director Kresna Graha Investama Suryandy Jahja mengatakan, salah satu perusahaan start-up yang akan IPO tersebut bernama PT Digital Mediatama Maxima, yang merupakan anak usaha tidak langsung perseroan. Digital Mediatama berencana menawarkan 25% saham IPO dengan target dana sebesar Rp 250-400 miliar.

“Anak usaha tidak langsung Kresna ini bergerak di bisnis komputasi awan (cloud) yang memiliki cabang di 4.000 lokasi di 24 kota. Perusahaan ini cukup sehat,” kata Sur yandy di Jakarta, Selasa (7/5).

Dia menegaskan, Digital Mediatama bakal menggunakan dasar valuasi laporan keuangan April 2019. Selanjutnya, Kresna akan membawa entitas usaha lainnya untuk melantai di Bursa Efek Indonesia, yakni PT Telefast Indonesia. Perusahaan ini merupakan cucu usaha perseroan atau anak usaha dari PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS).

Selanjutnya, kata Suryandy, pihaknya juga tengah mempertimbangkan salah satu anak usaha dari PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) untuk turut tercatat di BEI. Namun, dia belum dapat mengungkap lebih detil rencana ini.

“Tahun lalu, kami berhasil membawa dua anak usaha yakni DIVA dan PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) dengan total dana IPO hampir Ro 1 triliun. Tahun ini kami berharap mampu melampaui pencapain tahun lalu,” kata dia.

Michael Steven, Founder and CEO PT Kresna Graha Investama Tbk. Foto: Investor Daily/UTHAN
Michael Steven, Founder and CEO PT Kresna Graha Investama Tbk. Foto: Investor Daily/UTHAN

 

Sementara itu, CEO Kresna Graha Investama Michael Steven optimistis banyak perusahan di sektor baru yang berpeluang IPO tahun ini. Salah satu sektor tersebut adalah klub sepakbola. Saat ini, pihaknya tengah berdiskusi dengan beberapa klub sepak bola mengenai potensi IPO.

Namun, dia belum dapat mengungkap lebih detail klub sepakbola mana yang berminat IPO dalam waktu dekat. “Setelah Bali United yang akan listing di BEI, ternyata banyak juga klub sepak bola lain yang ingin tahu prosesnya,” kata dia.

Tahun ini, lanjut Michael, total IPO yang ditargetkan bakal ditangani perseroan sebanyak lima hingga enam perusahaan. Setelah pemilihan umum, pasar modal kemungkinan menumbuhkan kepercayaan diri calon emiten untuk menjadi perusahaan terbuka.

Sementara itu, untuk pengembangan bisnis dan ekspansi usaha terutama bisnis digital, Kresna Graha menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 400- Rp 500 miliar. Dana capex berasal dari kas internal.

Hingga kuartal I-2019, Kresna Graha Investama mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 17,89% menjadi Rp 116,65 miliar dibandingkan periode sama 2018 yang sebesar Rp 98,94 miliar.

Sejalan itu, pendapatan perseroan juga meningkat 62,68% menjadi Rp 2,18 triliun pada kuartal I-2019 dibandingkan dengan perolehan pada kuartal I-2018 yang senilai Rp 1,34 triliun.

Pendapatan tersebut ditopang oleh kinerja solid dari segmen teknologi dan digital yang mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 70,1% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 2,03 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini dari posisi Rp 1,19 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Minat IPO Tetap Tinggi
Minat IPO Tetap Tinggi

 

Sebagai informasi, Kresna tengah menangani IPO PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (Bali United). Harga IPO saham klub sepak bola tersebut berkisar Rp 155-175 per saham. Perseroan mengincar dana segar sekitar Rp 310-350 miliar dari penerbitan 2 miliar saham atau setara 33,3% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Perseroan berencana untuk menggunakan sekitar 19,1% dari hasil IPO untuk belanja modal (capital expenditure/ capex), sekitar 20,4% untuk memperkuat struktur permodalan kepada entitas anak, dan 60,5% akan digunakan sebagai modal kerja perseroan.

Modal kerja perusahaan ini digunakan untuk merekrut pemain dan pelatih yang profesional, penyelenggaraan kegiatan serta operasional klub, megastore, dan akademi sepak bola. Perseroan menunjuk PT Buana Capital Sekuritas (terafiliasi) dan PT Kresna Sekuritas sebagai penjamin pelaksana dalam IPO ini.

Langkah perusahaan yang mengelola klub sepak bola profesional Liga 1 Indonesia Bali United ini menandai pertama kalinya klub sepak bola yang go public di Asia Tenggara.

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN